Langsung ke konten utama

SALIMAH FAIR 2013 (Cuplikan Launching Buku Oci YM dan Naqiyyah Syam)



Alhamdulillah... acara launching buku Dosa-Dosa Istri Kepada Suami Yang Diremehkan Wanita berjalan dengan lancar. Terima kasih kepada SALIMAH Riau dan Nurma Nazar, juga para undangan yang hadir dan mengikuti acara ini hingga selesai.

Ini adalah pertama kalinya saya melakukan launching buku. Buku ini saya tulis secara duet dengan Mbak Naqiyyah syam, seorang penulis dan juga mantan ketua humas SALIMAH Lampung. Buku yang kami tulis di bulan Juni 2012 lalu dan terbit di pertengahan maret ini merupakan buku panduan istri shalihah.


Di toko buku, kita bisa menemukan beberapa buku dengan judul yang hampir sama. Namun, buku ini memberikan hal yang sedikit berbeda. Pembahasannya dimulai pada saat awal sepasang manusia membina sebuah rumah tangga, kemudian bagaimana pernikahan itu tidak melulu berisi canda tawa, dan apa saja dosa-dosa yang dilakukan oleh istri namun sering dianggap remeh, padahal berpotensi untuk menganggu keharmonisan pasutri dalam menciptakan rumah tangga yang SAMARA. Tidak hanya itu, di buku tersebut juga ada contoh-contoh istri teladan dan juga doa untuk perekat cinta kasih suami istri.

Sebagai penulisnya, kami juga belajar. Bagaimanapun hidup berumah tangga adalah sebuah proses, proses bagaimana kita berusaha untuk menjadi istri yang Shalihah dan ibu yang mampu membimbing anak-anak kita untuk menjadi anak-anak yang shaleh/shalihah. Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya, maka sudah seharusnya untuk kita selalu berusaha memperbaiki diri sehingga bisa menjadi model/contoh yang baik bagi anak-anak.



Bersama Nurma Nazar

Acara ini dimulai sekitar pukul 10 pagi pada Jum'at, 19 April 2013. Tepat setelah acara pembukaan SALIMAH FAIR 2013 oleh Bapak Wakil Walikota Ayat Cahyadi, S.Si. Di launching buku ini, saya tidak hanya berbagi tentang bagaimana proses menulis buku ini dan juga apa saja yang dibahas di dalam buku ini. Saya juga berbagi tentang bagaimana proses saya bisa menulis beberapa buku, sekaligus memotivasi agar yang punya hobi nulis dan berkeinginan menjadi seorang penulis semakin bersemangat untuk menulis.


Bersama Ibu-ibu yang menjawab pertanyaan dan memperoleh buku dari saya

Nah, launching buku ini juga diadakan di Lampung oleh Mbak Naqiyyah Syam pada 25 April 2013. Alhamdulillah juga berjalan lancar. Semoga kelak kami bisa bertemu secara langsung.


Launching buku oleh 2 penulis di 2 tempat yang berbeda

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...