Langsung ke konten utama

Es Dawet Cincau Hijau


Bentar lagi waktunya buka puasaaaaaa... Alhamdulillah... nemu minuman ini di Pekanbaru, es dawet cincau hijau. Es ini beda dari es dawet yang banyak di jual di Pekanbaru. Di sini, ada es dawet Banjarnegara, enak sih cuma cendol hijaunya ituh hijauuuuu banget, khawatir pake pewarna makanan. Ada lagi nih es dawet Solo yang khas pake tape ketan, jualannya di jalan Diponegoro, enaaaaak, beda sama es dawet banjar negara. Cendolnya malah berwarna putih aja alias warna tepung sagu aslinya (broken white gitu).

Nah, kalau es dawet cincau hijau ini, saya nemunya di jalan Hangtuah. Katanya sih ada 3 cabang, di Hangtuah ada 2, sebelum Jl. Sekuntum dan di seberang SPBU Hangtuah, 1 lagi di Jln. Kartini. Es dawetnya enaaaaaak banget. Cendolnya berwarna hijau soft, trus ada cincau hijaunya pula. Dapet 2 manfaat inih, pereda haus dan panas dalam.

Met berbukaaaaa  :D



Komentar

  1. di Siak pernah lihat tap belum pernah beli hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. coba beliii Mbak :D klo menurut saya, inih enaaaak

      Hapus
  2. wah kayaknya enak
    pengen bkin ah di rumah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rajiiiiiinnya, ntar klo berhasil, ajarin saya yah Mbak :)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...