Langsung ke konten utama

Hidayah

Sumber: Google

Di setiap Ramadhan, selalu ada hal yang berbeda. Ramadhan tak pernah sama. Ada harap yang membuncah juga untuk dipertemukan kembali dengan Ramadhan-ramadhan selanjutnya. Tentunya dengan harapan dalam kondisi yang semakin lebih baik. Walaupun kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi di Ramadhan nanti. Apakah anggota keluarga ada yang "pergi", ada anggota keluarga baru, di rumah/di kota yang sama dengan Ramadhan ini, dalam kondisi sehat atau tidak...................., ......................., ................................
Ah... hanya doa yang bisa kita lantunkan. Sembari meyakini bahwa apapun ketentuan Allah adalah yang terbaik untuk kita.


Seperti Ramadhan kali ini. Alhamdulillah... anggota keluarga kami bertambah, saya sekarang mempunyai 2 orang adik ipar. Sebagai anak perempuan satu-satunya, rasanya senang banget karena akhirnya punya adik perempuan. Ramadhan kali ini juga saya jalani di rumah yang berbeda dari Ramadhan lalu. Ramadhan ini juga Mbak Nai semangat banget belajar puasanya. Dan, Ramadhan ini juga saya gembira karena keponakan saya akhirnya hijrah.

Ya, keponakan yang sempat tinggal dengan saya dan orang tua saya sejak kelas 4 SD hingga kelas 1 SMP itu akhirnya berhijab. Di usianya yang menginjak 17 tahun ini, dia diberi hidayah oleh Allah. Awalnya, saya heran kenapa foto profil di Instagramnya berbeda, ternyata foto-foto lamanya sudah ia hapus semua. Saat akhirnya ia ke rumah saya, barulah saya semakin yakin dan mengerti.


 Sumber: Google

Alhamdulillah... Allah Maha Baik padanya. Semoga dia bisa istiqomah, semakin semangat dalam menuntut ilmu agama. Sungguh, gadis cantik dan seorang anak tunggal itu telah melewati banyak hal di dalam hidupnya. Dari perjalanan hidupnyalah saya juga belajar mensyukuri hidup saya. Jadi, wajar jika saya sangat bersyukur dan terharu.

Tak kalah bahagianya, saat dia mengatakan bahwa buku yang saya tulis dan berikan padanya menjadi salah satu motivasinya untuk berhijrah. Buku apakah itu? buku Kitab Sakti Remadja Oenggoel dan I Will Survive. Buku motivasi remaja yang saya tulis.



Kitab Sakti Remadja Oenggoel mengajak pembacanya untuk mengenali dirinya dan penciptaannya, agar semakin mengenal sang pencipta, Allah SWT. Sedangkan buku I Will Survive, mengupas tuntas tentang masalah. Mengajak pembaca untuk memahami apa itu masalah dan bagaimana bisa tetap survive. Pokoke dua buku yang TOP banget deh buat remaja dan orang tua.


Saya jadi ingat bagaimana awal saya hijrah dulu. Bagaimana support dari orang-orang terdekat saya. Jadi, hal yang sama juga saya lakukan untuk keponakan saya itu, yaitu:
  • Menawarkan bantuan dengan memberikan apa yang paling dibutuhkannya saat ini. Tentu saja yang paling dibutuhkan oleh saudari kita yang baru hijrah adalah pakaian dan kerudung. Biasanya mereka ada keterbatasan jumlah pakaian yang sesuai.
  • Memotivasinya untuk tetap semangat dalam menuntut ilmu agama, dengan belajar ke majelis ilmu yang sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah. Membaca buku yang tepat, terutama berhubungan dengan dalil-dalil yang digunakan.
  • Menyampaikan atau menasehati dengan cara baik dan lemah lembut. Kita bisa memilih cara dengan memberi teladan yang baik dibandingkan kata-kata tajam. Untuk hidayah, itu urusan Allah, dan hargailah proses seseorang.
 Barakallah keponakanku.... ^___^

Sumber: Google

Komentar

  1. Alhamdulillah selalu bahagia jika mendengar ada seorang muslimah yang hijrah. Paling suka lihat iklannya hijup.com tentang Claudya Cyntia Bella yang bercerita tentang awalnya dia hijrah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa Mbak, terharu yah. Makasih udah mampir :)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bersama Anak Liburan Dadakan Tapi Berkesan

Apa jadinya kalau keluarga yang jarang liburan, pas mau liburan eh si anak demam. Duh... Susah buat diungkapin kan yah. Ada sedih, bingung, kesel, nyesel, dll. Semua bayangan tentang liburan indah mendadak buram, karena liburan terancam batal. Padahal, liburannya udah dinanti-nanti banget. Yah, begitulah kira-kira yang saya rasakan pas mau liburan, eh adek khai demam. Pengaruhnya nggak cuma ke saya atau si Abi, tapi juga Mbak Nai. Sedih adeknya sakit, dan sedih juga kalau liburannya jadi batal. Habisnya, Mbak Nai udah bayangin gimana serunya liburan nanti, trus bakal diceritakan ke teman-teman di sekolahnya. Begitulah... Kami sekeluarga nggak pernah menyiapkan waktu khusus untuk liburan. Jadi, yang namanya liburan itu bisa dadakan aja atau pas sekalian ada moment tertentu, seperti undangan pernikahan dari luar kota. Jadi, bisa dibilang liburannya nggak jauh-jauh juga, bisa di seputar Riau aja, seperti ke Siak atau luar kota seperti ke Sumatera Barat. Transportasi yan...

Me Time Mandi Parfume dengan Vitalis Parfumed Moisturizing Body Wash

Bismillahirrahmairrahim Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Sahabat Ummi... Sejak menjadi seorang Ummi, alias perempuan yang sudah punya anak, ada satu aktivitas yang menjadi sebuah kemewahan tersendiri buat saya. Yaitu, mandi. Hah, serius? Serius lho. Mandi itu bisa jadi sebuah me time . Nggak harus berlama-lama di dalam kamar mandi, karena kadang tak seindah ekspektasi. Sejak menjadi seorang Ibu, biasanya kita mulai begitu ahli bagaimana melakukan mandi secepat kilat. Sebelum bocah menggedor kamar mandi sambil nangis karena kehilangan Ibunya, walaupun baru nggak kelihatan 3 menit :D Baiklah, nikmati saja masa-masa itu, karena nggak bakal lama. Suatu saat nanti bisa jadi kita bakal merindukannya. Nah, bagaimana bisa tetap mandi kilat tapi kitanya jadi bersih dan wangi juga happy ?, tentu saja semua berhubungan dengan sabun mandi yang kita gunakan. Of course , penting sekali memilih sabun mandi yang tepat. Setidaknya kriteria pemilihan sabun mandi ...

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...