Langsung ke konten utama

Friends Of Survive, Tika Azaria

Ini adalah salah satu kisah generasi muda yang bisa survive dalam menghadapi masalah di hidupnya. Moga menginspirasi ya! Jadilah #FriendsOfSurvive generasi yang seorang problem solver!.

Tulis cerita singkat kamu saat berhasil melewati masalah yang tengah kamu hadapi, share di sosmed kamu dengan tag saya (Oci YM) dan Riawani Elyta ^__^


Kisah Tika Azaria 

Kamar Kreasi Collection adalah merek untuk usaha kecil-kecilan saya, menjual bros handmade. Saya memulainya pada akhir tahun 2012. Tanggal persisnya sih saya lupa, yang jelas ini dimulai persis sama dengan bulan kelahiran saya, November:)
Sehabis lebaran Fitri ditahun 2012, Ayah berhenti dari pekerjaannya sebagai pegawai swasta. Tentulah grafik ekonomi keluarga kami turun drastis. Ayah adalah satu-satunya sumber penghidupan keluarga kami. Ibu hanya seorang Ibu Rumah Tangga. Tak ada usaha sampingan yang kami miliki.
Hari demi hari, uang tabungan Ibu dan Ayah di Bank tinggal tak seberapa. Aku yang saat itu masih duduk di kelas sebelas SMA sudah mulai berfikir dan tak mau terus menerus menyusahkan Ayah dengan kondisi seperti ini hanya untuk mendapatkan uang jajan harian. Dan kakak laki-laki saya masa itu sedang dalam study S1 yang pastinya butuh biaya yang lebih daripada saya.
Siang itu saya curhat di twitter -ceritanya lagi galau nih hehe- “mesti nyari sesuatu yang bisa menghasilkan uang nih :(“, tiba-tiba guru kimia saya -panggilan sayangnya sih Umi Ani- bales, “bikin bros handmade aja tik”. Beliau menyertakan beberapa link blog yang bisa dijadiin referensi😀 Waktu itu kayak ada lampu dikepala gitu hehe😀
Sejak hari itu saya mulai mencari bahan sisa di tempat penjahit. Awalnya sih dengan bahan yang seadanya, tentu hasilnya juga apa adanya😀
Nyari-nyari referensi yang banyak lagi di internet. Hingga akhirnya saya beranikan diri meminjam uang seratus ribu kepada Ibu saya. yah awalnya sih Beliau gak yakin sama saya. tapi dengan keinginan dan tekad saya bisa meyakinkan Ibu.
Bukan cuma Ibu, Umi Ani pun memberikan pinjaman kepada saya dengan membelikan alat-alat yang diperlukan. Umi Ani tu seperti malaikat penolong yang dikirimkan Tuhan😀
Susah senang, pahit manis saya rasakan. Produk saya yang awalnya diremehin, dibilang inilah itulah, tapi saya tetap yakin suatu saat orang bakal mengenal bros handmade saya. Dan sekarang usaha saya sudah hampir berjalan satu tahun setengah. Sekarang Alhamdulillah, usaha ini sudah mulai saya pasarkan di toko-toko kecil di sekitar tempat tinggal saya. Sehingga untuk jajan dan membeli berbagai keperluan, saya tak perlu lagi meminta uang kepada Ayah. Dan saya saat ini sedang merintis penjualan secara online. Mudah-mudahan bisa berjalan dengan lancar, Amin😀
Terima kasih Ibu dan Ayah yang selalu support dan mendoakan Tika, My Lovely Teacher Mrs. Ariani Sukri, S.Pd sang inspirator buat Tika. Tika gak bakal lupain jasa Umi. Much Love.
#FriendsOfSurvive

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...