Langsung ke konten utama

Lebaran Idul Adha di Kampung


Baliiiiiiiik kampuuuuuuuung.... ooo... balik kampuuuuung....

Sepanjang jalan, Mbak Nai dan Adek Khai heboh nyanyiin lagu di salah satu serial Upin dan Ipin. Pasalnya, lebaran kali ini kami akan merayakannya di kampung Ibu saya, omanya anak-anak yang nggak jauh sih, cuma 1,5 jam perjalanan. Deket yah, tapi istimewa karena udah lamaaaaaaaa banget nggak merayakan lebaran Idul Adha di kampung, lebih dari 10 tahun, sejak nenek saya meninggal dunia. Sekarang, yang ada di sana, keluarga besar Ibu saya. Istimewanya lagi, tahun ini, Abang Ibu saya yang tinggal di Malaysia juga pulang kampung. Jadi, lebaran kali ini rame banget.

Memori saya masih amat terang tentang masa kecil saya yang hampir tiap tahun merayakan lebaran Idul Adha di kampung Ibu. Saya ingat betul, saat asyik berkeliling kampung dengan menggunakan sepeda, melihat hampir di setiap rumah orang-orang tengah sibuk membuat lemang. Lemang adalah makanan tradisional di daerah kampar. Ada 2 jenis lemang di sini, lemang yang terbuat dari tepung atau disebut juga dengan lemang tumbuk, dan lemang pulut yang dimakan dengan tapai ketan hitam atau sarikaya. Cara pembuatannya juga unik, adonannya dimasukkan ke dalam bambu lalu di panggang.



Trus, di sini tak hanya Sapi yang dijadikan hewan qurban, tapi juga Kerbau. Setelah daging qurban dibagi-bagikan, bisa dikatakan setiap rumah akan langsung mengolahnya hari itu juga, untuk menu yang sama, yaitu bagian tulangnya di sop, sedangkan daging (beserta hati, limpa, paru) akan direndang, atau di dendeng. Jadi, kalau kita makan di rumah-rumah saudara, lauknya bakal sama. Nggak bakal nemu ada daging yang diolah jadi tongseng, rawon, sate, steik atau lada hitam hihihi...


Bisa dipastikan, lebaran di kampung itu bisa bikin perut maki buncit dan badan susah gerak karena kekenyangan. Gimana nggak, tiap berunjung ke rumah saudara, kudu makan. Asyik sih, karena rasa masakan di sini tu beda banget dengan masakan yang biasa di masak di rumah. Di sini masih banyak yang menggunakan tungku dengan kayu bakar. Trus, pas lebaran inilah aneka makanan tradisional unjuk gigi, seperti lemang dan putu.

Anak-anak saya juga senang. Adek Khai si pecinta hewan asyik main di luar, main sama kucing, ayam, dan bebek. Sedangkan Mbak Nai, bersepeda keliling bareng sepupunya. Melihat sawah, kolam ikan, sungai, dan kebun jeruk. Anak-anak ini kelihatan banget kalau biasanya cuma dikurung di dalam rumah hahaha... Untung aja air irigasi lagi kering, kalau nggak nih anak-anak udah pada heboh minta nyemplung di sana.


Selepas maghrib kami pun kembali pulang. Mbak Nai bilang, pengen lebaran di sini terus. Hmmmm... oke, bagus juga biar dia kenal semua saudaranya. Nggak kaya' Umminya yang udah banyak lupanya, nama sepupu or ponakan aja pada nggak inget, habis saking banyaknya sih :D



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bersama Anak Liburan Dadakan Tapi Berkesan

Apa jadinya kalau keluarga yang jarang liburan, pas mau liburan eh si anak demam. Duh... Susah buat diungkapin kan yah. Ada sedih, bingung, kesel, nyesel, dll. Semua bayangan tentang liburan indah mendadak buram, karena liburan terancam batal. Padahal, liburannya udah dinanti-nanti banget. Yah, begitulah kira-kira yang saya rasakan pas mau liburan, eh adek khai demam. Pengaruhnya nggak cuma ke saya atau si Abi, tapi juga Mbak Nai. Sedih adeknya sakit, dan sedih juga kalau liburannya jadi batal. Habisnya, Mbak Nai udah bayangin gimana serunya liburan nanti, trus bakal diceritakan ke teman-teman di sekolahnya. Begitulah... Kami sekeluarga nggak pernah menyiapkan waktu khusus untuk liburan. Jadi, yang namanya liburan itu bisa dadakan aja atau pas sekalian ada moment tertentu, seperti undangan pernikahan dari luar kota. Jadi, bisa dibilang liburannya nggak jauh-jauh juga, bisa di seputar Riau aja, seperti ke Siak atau luar kota seperti ke Sumatera Barat. Transportasi yan...

Grow n Health Madu Pertumbuhan dan Kecerdasan Anak

Di rumah, kami selalu menyediakan madu. Madu juga dijadikan sebagai pengganti gula. Nggak hanya sehat, rasanya juga lebih nikmat. Saya pribadi, campuram madu dengan perasan jeruk nipis dan air hangat merupakan minuman pembuka hari. Sungguh luar biasa manfaat dari madu ini, nggak hanya buat kesehatan tapi juga kecantikan lho, karena bisa dijadikan masker juga. Kalau kita googling nih, bakal menemukan banyak banget manfaat dari mengkonsumsi madu, baik madu murni amupun dikombinasikan dengan herbal lainnya, manfaatnya seperti: sebagai sumber energi karena bisa menambah stamina, menjaga fungsi saluran cerna, membantu menurunkan kolesterol serta mengingkatkan HDL (kolesterol baik), melawan anemia, dll. Jadi, keluarga saya sudah sangat akrab dengan madu. Untuk saya dan suami, kami biasa mengkonsumsi madu murni tanpa campuran. Tapi untuk anak-anak, kami memberikan madu yang dikombinasikan dengan herbal bermanfaat lainnya. Tujuannya, agar semakin banyak manfaat yang didapat. Apalagi n...

Me Time Mandi Parfume dengan Vitalis Parfumed Moisturizing Body Wash

Bismillahirrahmairrahim Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Sahabat Ummi... Sejak menjadi seorang Ummi, alias perempuan yang sudah punya anak, ada satu aktivitas yang menjadi sebuah kemewahan tersendiri buat saya. Yaitu, mandi. Hah, serius? Serius lho. Mandi itu bisa jadi sebuah me time . Nggak harus berlama-lama di dalam kamar mandi, karena kadang tak seindah ekspektasi. Sejak menjadi seorang Ibu, biasanya kita mulai begitu ahli bagaimana melakukan mandi secepat kilat. Sebelum bocah menggedor kamar mandi sambil nangis karena kehilangan Ibunya, walaupun baru nggak kelihatan 3 menit :D Baiklah, nikmati saja masa-masa itu, karena nggak bakal lama. Suatu saat nanti bisa jadi kita bakal merindukannya. Nah, bagaimana bisa tetap mandi kilat tapi kitanya jadi bersih dan wangi juga happy ?, tentu saja semua berhubungan dengan sabun mandi yang kita gunakan. Of course , penting sekali memilih sabun mandi yang tepat. Setidaknya kriteria pemilihan sabun mandi ...