Langsung ke konten utama

Sepenggal Kisah Tentang Milad Nailah

Sebelumnya, met milad buat Samara. Semoga segala kebaikkan tercurah untuknya, menjadi anak yang sholeha, dan diberikan keberkahan usia.

Btw, bulan ini saya juga berulang tahun *nggak ada yang nanyak hihihi...
Tepatnya tanggal 9 *deketan yah tanggalnya sama Samara ^_^
Tapi di GA kali ini, saya tak hendak menceritakan perihal ulang tahun saya, melainkan Nailah. Putri kecil saya Insya Allah akan genap usianya 4 tahun di bulan Juli nanti. Saat ini, saya hanya ingin flash back ke acara ulang tahunnya selama ini.

Bukan sebuah perayaan yang luar biasa, atau mengkhususkan moment ulang tahun yang sejatinya adalah berkurangnya jatah usia kita di dunia ini. Acara-acara yang saya dan suami laksanakan tak lebih berupa sebuah wujud syukur atas kebersamaan kami dengan Nai. Anak yang terpaksa saya lahirkan kendati belum cukup bulan. Anak yang tak bisa saya beri IMD karena setelah melahirkannya saya menderita kejang, lalu koma, tidak bisa memberikan ASI ekslusif akibat ASI saya membatu. Bahkan saya baru bisa melihat jelas wajahnya setelah ia berusia 1 bulan, akibat terganggunya saraf penglihatan saya saat kejang (eklamsia).

Jadi, berikut adalah berupa acara-acara syukuran yang kami lakukan disaat ulang tahun Nai. Kami benar-benar bersyukur kepada Allah atas karunia ini, atas kesempatan usia untuk saya bisa sadar dari koma dan menjadi ibu buat Nai.

Ulang Tahun Nai yang Pertama



Ulang tahun Nai yang pertama, berupa syukuran yang diadakan bersama anak-anak dari panti asuhan, sanak saudara, dan juga tetangga. Syukuran ini sekaligus juga mendoa untuk menyambut bulan Ramadhan.

Ulang Tahun Nai yang Kedua




Ultah Nai yang kedua, berupa syukuran dan sekaligus juga mendoa untuk menyambut bulan Ramadhan. dihadiri oleh sanak saudara dan juga tetangga. Acara dimulai dengan pembacaan ayat Al-Qur'an oleh Ustadz Muhayat yang seorang hafiz Qur'an, kendati ia adalah seorang tuna netra. Harapan kami, kelak Nai juga bisa menjadi seorang Hafizah. Setelah itu, sedikit ceramah oleh Ustadz Abu Hamid.

Ulang Tahun Nai yang Ketiga




Ulang tahun Nai yang ketiga bertepatan dengan bulan Ramadhan. Jadi, acara syukuran dilaksanakan dengan buka puasa bersama sanak keluarga. Kali ini, karena Nai sebelumnya sering menghadiri ultah temannya, dia juga pengen pakai baju kembang dan punya cake ulang tahun hehehe...

Untuk ultah Nai berikutnya, hmmmmm... Insya Allah tahun ini juga tepat di bulan Ramadhan, mungkin acara berbuka bersama masih menjadi pilihan. Seiring dengan bertambahnya usia, secara perlahan saya dan abinya akan menjelaskan kepadanya apa itu hari ulang tahun. Bagi anak seusia Nai, seperti lazimnya anak-anak lain, ia menganggap bahwa ulang tahun adalah hari yang paling ditunggu-tunggu, hari yang paling menyenangkan karena di sana ada saudara, teman-teman, kado, kue, dan juga balon.

"Postingan ini diikutsertakan pada Give Away Ultah Samara"


Komentar

  1. Sebelumnya ngucapin selamat ulang tahun dulu utk Ummi Nailah, barakallah...

    Terima kasih sdh sharing cerita dan ikutan GA Ultah SAmara

    BalasHapus
  2. Aaminn... Tengkiyu yah Mbak.


    Masama, senang bisa berpartisipasi di GA nya ^_^

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...