Langsung ke konten utama

Yang Tak Pernah Ingkar Janji

Semakin mendekat, bukan menjauh, dan selalu datang tepat waktu. Apakah itu? jawabannya jelas sekali bahwa itu adalah maut, kematian. Sebuah tapal batas kehidupan, karena setiap yang bernyawa pasti akan mati. Nah, duhai diri, apakah sudah mempersiapkan segala bekal yang akan kita bawa kelak saat maut datang menghampiri?, sungguh maut tak memandang tua muda, kaya miskin, atau sakit dan sehat.

Kematian adalah sebaik-baiknya nasehat. Mengingatkan kita bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini. Semua datang dan pergi dari awal hingga akhir terus berganti sampai kiamat datang. Duhai diri, apa yang dirasa saat mendengar sebuah kabar kematian?. Bisa jadi hati ini bergetar, rasa takut datang menyelinap, memporak-porandakan hati yang selalu merasa belum siap. Lantas, apa yang kita perbuat?. Kebanyakan kita, hanya hanyut sesaat, lalu kembali tenggelam dalam sebuah rutinitas tanpa ruh. Ruh kita kembali lupa bahwa kita juga akan menyusul mereka yang telah tiada. Bahwa kita akan didatangi oleh sesuatu yang tak pernah ingkar janji, yaitu MAUT.

Saya ingat, dulu saat mendengar sebuah kabar kematian, maka saya akan merasa sangat ketakutan. Bukan takut karena kematian itu kelak pasti akan datang kepada saya, tapi takut untuk melihat jenazahnya. Seandainya saya mengenalnya, maka akan terbawa-bawa hingga ke alam mimpi. Lama kelamaan, tepatnya saat saya masih kuliah strata 1, terjadi perubahan besar pada diri saya. Saat itu, saya mendapatkan kabar bahwa tante saya (adik ayah), meninggal setelah melahirkan anak keduanya. Saya terkejut, tak percaya, dan merasakan amat sangat sedih. Bisa dibilang, saya dekat dengannya, semenjak saya kecil.

Tante saya tinggal di daerah yang bernama Bangkinang, tapi masih jauh ke dalam (desa). Saat melahirkan, ia dibantu oleh mertuanya. Persalinan berjalan lancar, namun beberapa saat kemudian terjadi kejang (eklamsia). Ia dilarikan ke rumah sakit, tapi sebelum sampai di rumah sakit, ia telah di panggil Allah. Saat itu, 4 orang keponakannya, memangku jenazahnya saat ia dimandikan. Hey, keponakannya itu termasuk saya. Luar biasa bukan, saya yang sebelumnya amat sangat takut dengan jenazah tapi mendadak memiliki keberanian yang begitu besar.

Dan, salah satu sepupu saya yang ikut memandikan jenazah, kini juga telah tiada. Sepupu saya tersebut meninggal saat melahirkan anak ketiganya, ia juga eklamsia. Bahkan, Allah mengambilnya beserta anak yang dilahirkannya. Lagi-lagi saya turut serta dalam memandikan jenazahnya. Demikian juga saat satu persatu orang terdekat saya meninggal dunia, katakutan terhadap jenazah itu tidak lagi ada, yang ada hanyalah takut saat menyadari bahwa bekal yang kelak akan saya bawa tak seberapa.

Duhai diri, masih saja sering terlena oleh dunia. Lagi-lagi lupa dan merasa bahwa kematian itu masih lama. Padahal, saya pernah merasa begitu amat sangat dekat dengan kematian, saat saya melahirkan Nai, saya kejang (eklamsia) dan yang saya rasakan adalah bagaimana sulitnya saat saya mencoba untuk bernafas, bagaimana rasanya saat oksigen begitu sulit memenuhi rongga paru-paru saya. Saat saya merasakan sakit yang teramat sangat. Saat saya merasa tengah berputar dilorong yang begitu dalam. Tapi Allah masih memberikan saya kesempatan hidup sampai saat ini.

Astaghfirullah... semoga diri ini senantiasa selalu mengingat mati, karena ingat mati akan melembutkan hati. Salah satu cara yang bisa dilakukan saat kita mulai lalai adalah dengan mengingat bahwa saudara-saudara kita yang telah mendahului kita, berharap untuk diberikan waktu di dunia lagi walau hanya sebentar, agar bisa  memaksimalkan ibadahnya kepada Allah. Bagaimana dengan kita yang masih memiliki waktu di dunia, apakah kita akan menyia-nyiakan waktu kita begitu saja?.

*Al-Fatiha buat Ustadz Jefri  Al-Buchori, Al Habib Abu Bakar Bin Thoha Assegaf, Al Habib Agil Al-Athos, Al Habib Hamzah Bin Syech Abu Bakar Bin Salim, Abuya Hamzah, dan KH.Dalili Abd Mu'thy.


gambar pinjem dari sini

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bersama Anak Liburan Dadakan Tapi Berkesan

Apa jadinya kalau keluarga yang jarang liburan, pas mau liburan eh si anak demam. Duh... Susah buat diungkapin kan yah. Ada sedih, bingung, kesel, nyesel, dll. Semua bayangan tentang liburan indah mendadak buram, karena liburan terancam batal. Padahal, liburannya udah dinanti-nanti banget. Yah, begitulah kira-kira yang saya rasakan pas mau liburan, eh adek khai demam. Pengaruhnya nggak cuma ke saya atau si Abi, tapi juga Mbak Nai. Sedih adeknya sakit, dan sedih juga kalau liburannya jadi batal. Habisnya, Mbak Nai udah bayangin gimana serunya liburan nanti, trus bakal diceritakan ke teman-teman di sekolahnya. Begitulah... Kami sekeluarga nggak pernah menyiapkan waktu khusus untuk liburan. Jadi, yang namanya liburan itu bisa dadakan aja atau pas sekalian ada moment tertentu, seperti undangan pernikahan dari luar kota. Jadi, bisa dibilang liburannya nggak jauh-jauh juga, bisa di seputar Riau aja, seperti ke Siak atau luar kota seperti ke Sumatera Barat. Transportasi yan...

Grow n Health Madu Pertumbuhan dan Kecerdasan Anak

Di rumah, kami selalu menyediakan madu. Madu juga dijadikan sebagai pengganti gula. Nggak hanya sehat, rasanya juga lebih nikmat. Saya pribadi, campuram madu dengan perasan jeruk nipis dan air hangat merupakan minuman pembuka hari. Sungguh luar biasa manfaat dari madu ini, nggak hanya buat kesehatan tapi juga kecantikan lho, karena bisa dijadikan masker juga. Kalau kita googling nih, bakal menemukan banyak banget manfaat dari mengkonsumsi madu, baik madu murni amupun dikombinasikan dengan herbal lainnya, manfaatnya seperti: sebagai sumber energi karena bisa menambah stamina, menjaga fungsi saluran cerna, membantu menurunkan kolesterol serta mengingkatkan HDL (kolesterol baik), melawan anemia, dll. Jadi, keluarga saya sudah sangat akrab dengan madu. Untuk saya dan suami, kami biasa mengkonsumsi madu murni tanpa campuran. Tapi untuk anak-anak, kami memberikan madu yang dikombinasikan dengan herbal bermanfaat lainnya. Tujuannya, agar semakin banyak manfaat yang didapat. Apalagi n...

Me Time Mandi Parfume dengan Vitalis Parfumed Moisturizing Body Wash

Bismillahirrahmairrahim Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Sahabat Ummi... Sejak menjadi seorang Ummi, alias perempuan yang sudah punya anak, ada satu aktivitas yang menjadi sebuah kemewahan tersendiri buat saya. Yaitu, mandi. Hah, serius? Serius lho. Mandi itu bisa jadi sebuah me time . Nggak harus berlama-lama di dalam kamar mandi, karena kadang tak seindah ekspektasi. Sejak menjadi seorang Ibu, biasanya kita mulai begitu ahli bagaimana melakukan mandi secepat kilat. Sebelum bocah menggedor kamar mandi sambil nangis karena kehilangan Ibunya, walaupun baru nggak kelihatan 3 menit :D Baiklah, nikmati saja masa-masa itu, karena nggak bakal lama. Suatu saat nanti bisa jadi kita bakal merindukannya. Nah, bagaimana bisa tetap mandi kilat tapi kitanya jadi bersih dan wangi juga happy ?, tentu saja semua berhubungan dengan sabun mandi yang kita gunakan. Of course , penting sekali memilih sabun mandi yang tepat. Setidaknya kriteria pemilihan sabun mandi ...