Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2013

Kehilangan

Sadar nggak sih, kalau kita ini lebih sering mengeluh saat merasa kehilangan. Padahal apa yang hilang? Bukankah sejatinya kita memang tidak memiliki apapun selain hanya sebagai sebuah titipan. Dan kita sayangnya sering tidak yakin bahwa apapun yang terjadi, Allah telah menyediakan ganti yang lebih baik lagi. Nggak tanggung-tanggung, kita mengeluh seolah nggak ada hal baik yang terjadi pada diri kita. Kita merasa bahwa apa yang kita miliki diambil secara paksa. Nah, kembali lagi, itu berarti kita mencintai sesuatu secara berlebihan bukan?, padahal kita pasti diuji dengan apa-apa yang kita cintai. So, seharusnya kita bisa mencintai secara wajar. Meyakini bahwa tidak ada yang abadi. Segalanya berubah, maka berdamailah dengan yang namanya perubahan. Bagaimanapun, inilah hidup berisi pergiliran tempat berpijak. Kadang kita berada di atas dan kadang kita berada di bawah. Kita tetap harus berbaik sangka kepada Allah, bukankah Ia yang lebih mengetahui apa yang terbaik bagi kita?. ...

Cinta di atas Cinta

Dalam perspektif seorang muslim, cinta pada Allah dan RasulNya di atas segalanya. Para sahabat adalah contoh sosok pecinta terbaik. Mereka mencinta bukan hanya dalam seujar kalimat, tapi mengalir dalam kepatuhan dan ketakwaan. Nah, bagaimana dengan kita? Sungguh amat sangat maluuu rasanya saat mendapati diri ini masih lebih mencintai apa-apa dibandingkan cinta pada Allah dan Rasulullah. Buktinya, kita lebih cinta kepada manusia, materi, dan segala macam hal yang berkaitan dengan duniawi, tanpa berlandaskan cinta kepadaNya. Padahal, cinta Allah adalah tiket untuk menuju surgaNya, yang tak mungkin teraih tanpa adanya upaya dan pengorbanan. Ya, bukankah saat kita mencintai, kita pasti akan berusaha dan rela untuk mengorbankan apa saja demi yang kita cinta. Lalu, mengapa kita lebih giat berusaha dan lebih rela berkorban untuk manusia, menggapai materi, atau memuaskan ambisi-ambisi dibandingkan berusaha dan berkorban untuk meraih cinta Sang pemilik segala yang ada di dunia, yaitu Allah SWT...

Be Success

Sudah lama saya ingin menulis tentang sukses, sesuatu yang ingin diraih oleh setiap orang. Jadi, untuk mengikuti GA ibu Evi Indrawanto, saya memilih untuk membahas tentang  Aturan Sukses Berbeda Pada Setiap Orang . *** ( credit ) Dalam hidup, siapa yang tidak ingin menyandang gelar sebagai orang yang sukses. Sukses itu sendiri mempunyai dimensi yang beragam atau multidimensional, sehingga setiap orang akan menilai dari satu atau beberapa sisi yang berlainan. Kenyataannya memang setiap orang memiliki ukuran yang berbeda dalam menilai sebuah kesuksesan. Ada yang mengatakan bahwa sukses apabila kita memiliki karier yang cemerlang, harta yang berlimpah, keluarga yang sempurna, dan indikator lainnya yang berkaitan dengan  materi duniawi. Tidak dapat dipungkiri bahwa materi memang sangat melengkapi kesuksesan seseorang. Akan tetapi, sejatinya materi hanyalah bagian kecil dari kesuksesan atau pelengkap kesuksesan, bukan satu-satunya kesuksesan, i...

Sahabatan: Dulu, Sekarang, dan Sampai Nanti

”Sahabat mampu membuat kita asing dan terasing” Lho, kok gitu? Aneh yah. Mungkin itu beberapa komentar yang akan terlintas dipikiran seseorang ketika membaca  quote  saya tersebut. Tapi sebaiknya Anda jangan berpikir negatif dulu. Asing adalah suatu perasaan saat saya merasa bahwa ternyata ada begitu banyak perbedaan diantara kami. Bukankah persahabatan hadir bukan melulu karena adanya kesamaan makanan kesukaan, jenis musik, warna, atau tempat nongkrong. Sahabat sejatinya adalah seseorang yang bisa memposisikan dirinya dengan tepat. Ia tidak selalu berada dipihakmu, ia bisa saja berada di posisi yang bersebrangan.  Ia tetap menjadi dirinya sendiri, namun tetap bisa saling menghargai.  Ia tidak selalu membenarkan, tapi juga bisa menyalahkan. Asing bukan?, begitulah. Bukankah sejatinya seorang sahabat itu adalah seseorang yang mampu mengingatkan kita dalam kebaikan. Bersama-sama untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Selalu ada dalam kondisi apapun, bu...

Jajanan Pasar

Mendadak pengen banget makan kue-kue jajanan pasar. Biasanya, saya hunting resep dan coba buat sendiri, tapi ada beberapa yang saya belum bisa buat. Akhirnya, nyari di salah satu pasar tradisional yang nggak begitu jauh dari rumah.  Si abi bingung, tumben nyari kue yang manis-manis, biasanya saya lebih suka kue-kue yang gurih atau pedes. Tapi kali ini, nggak ada satu gorengan pun, semuanya yang manis-manis. Cumaaaaaa... rasanya bedaaaa, nggak sama dengan kue-kue yang dulu biasa saya bawa ke sekolah (TK). Emang inget gitu gimana rasanya? hihihi... inget nggak yah... mungkin maksud saya begini, dulu untuk kue talam, kebanyakan dibuat dari ubi dengan menggunakan gula aren, trus santen bagian atasnya rasanya enak. Sekarang, rasanya beda, gitu juga dengan beberapa kue lainnya. Rada sulit buat nemu yang rasanya pas, mungkin emang kudu bikin sendiri kali yah. Eh, tapi ada juga kue jajanan pasar yang enak. Penjualnya udah berumur, biasa dipanggil makdang, kue-kueny...

Romantis Itu

Ntahlah... ngubek-ngubek foto pas event SALIMAH FAIR bulan April lalu, saya nemu foto ini. Bikin senyum-senyum sendiri, so sweet hihihi... jarang-jarang yang beginian bisa tertangkap kamera ^_^ ( credit )

REVIEW: DOSA-DOSA ISTRI KEPADA SUAMI YANG DIREMEHKAN WANITA BY RIAWANI ELYTA

penulis   : Oci YM dan Naqiyyah Syam Penerbit :  Al-Maghfirah Tahun    :  2013 Tebal    :  202 hal Saat pertama membaca judul buku yang cukup panjang ini, terus terang, saya merasa sedikit "keder", maklum, sebagai muslim yang masih dhaif dan miskin ilmu, ini adalah reaksi pertama saya yang sering muncul untuk sebuah panduan beragama yang didahului dengan kata-kata "dosa", ancaman, dan sebagainya, apalagi, saat membaca sinopsis pada back cover yang langsung me-list dosa-dosa istri sebagaimana dimaksud oleh judul buku ini. Saya sempat berpikir, untuk apa lagi ada pembahasan di dalamnya, kalau judul di depan dan sinopsis panjang di belakang sudah menyampaikan dengan sangat jelas akan fokus bahasannya.  Tetapi, saat membuka lembar demi lembarnya, sungguh, rasa keder dan persepsi awal saya tsb langsung terpatahkan. Buku ini justru bertutur dengan begitu lembut dan jernih saat menyampaikan fokus bahasan te...

Cari Bahan Membuat Ramuan Herbal? Di sini Tempatnya

Apakah Anda orang yang biasa mengkonsumsi jamu gendong atau jamu instan? Apakah Anda orang yang ingin beralih ke pengobatan tradisional dengan menggunakan herbal? Yuuuuk kita buat jamu atau ramuan herbal sendiri di rumah. Tak hanya mudah dan murah, bahan untuk membuat ramuan herbal tersebut tidaklah susah. Kebanyakan dari kita sudah berpikir ribet duluan, padahal sungguh lebih puas saat kita mengolah ramuan itu sendiri di rumah. Selain kita bisa memastikan kesegaran bahan yang kita gunakan, kita juga tahu kebersihannya. Banyak yang bertanya dimana bisa mendapatkan bahan-bahan untuk membuat ramuan herbal tersebut. Ternyata mencarinya tidaklah sulit. Anda bisa mendatangi pasar-pasar tradisional. Di sana ada yang menjual aneka bahan simplisia segar maupun kering. Tapi, bila Anda merasa malas untuk menyinggahi pasar tradisional, Anda bisa juga menemukannya di pasar modern seperti Hypermart. Bahkan, kalau ingin lebih enak lagi, nggak ada salahnya untuk Anda menanamnya send...

Tips Saat Membuka Stand Bazar

Masih cerita seputar SALIMAH FAIR 2013 yang diadakan di Masjid Agung An-Nur Pekanbaru pada tanggal 19-21 April kemarin. Saya sedikit ingin berbagi. Di acara tersebut saya juga membuka stand bazar. Yah walaupun masih terhitung baru 4 kali pernah membuka stand bazar di sebuah event, tapi nggak ada salahnya buat saya untuk sedikit berbagi tips dari pengalaman saya tersebut. Setidaknya, saya sudah amat sangat sering menghadiri sebuah acara yang ada stand bazarnya (ummi doyan cuci mata ^_^). Berikut beberapa tips yang bisa menjadi masukkan puat pembaca apabila ingin membuka stand bazar di sebuah event: Kenali EO nya. Pengalaman saya, ada EO yang membatasi peserta stand bazar untuk hanya membolehkan satu brand saja perstand bazar. Padahal, apabila kita memiliki keterbatasan finansial atau memiliki produk yang tidak begitu banyak, tidak ada salahnya untuk menggandeng rekan yang memiliki jenis usaha yang berbeda. Selain meringankan biaya sewa, produk yang ditawarkan di stand j...