Langsung ke konten utama

Selamat Idul Fitri 1434 H

"Taqaballahu Minaa wa minkum  Shiyamana wa shiyamakumJa’alanallahu minal a’idin wal faidzin"

"Semoga Allah mengabulkan (amalan) dari kami dan Anda, puasa kami dan puasa Anda.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang yang kembali dan orang yang menang."

Temans... bagaimana suasana lebaran di sana? Ada yang mudik dan ada juga yang tetap di rumah saja karena nggak punya kampung hehehe... Seperti saya. Saya tetap di rumah saja, saya lahir, besar, dan tinggal di Pekanbaru, orang tua saya juga di sini, keluarga besar juga kebanyakan di sini.

Ini adalah Ramadhan dan Lebaran pertama saya di rumah baru. Jadi, hanya ada saya, si abi, dan Nai. Tapi, selama Ramadhan, bisa dibilang hampir setiap hari (kecuali ada undangan bubar di luar) saya berbukanya di rumah Ibu hehehe... soalnya lebih rame. Demikian juga dengan lebaran, karena kebanyakan tetangga saya pada mudik.

O yah, di keluarga saya, ada yang yang ngerasain mudik, yaitu adik saya. Dia bekerja di Kalimantan, jadi bisa dibilang ini mudik pertamanya. Terkadang, saya juga pengen tahu gimana rasanya mudik. Tapi saat melihat berita-berita di TV tentang mudik, ada perasaan agak gimanaaaa gitu hehehe... walaupun menyenangkan tapi juga nggak kalah melelahkannya yah. Bukan berarti kita yang nggak mudik itu nggak lelah, tapi sepertinya lelahnya mudik dobel. Lelah diperjalanan, lelah sampai di tempat tujuan, trus perjalanan balik lagi, trus beberes di rumah lagi. Tapi itu bisa dibilang hanya setahun sekali, mungkin rasa bahagianya yang lebih gede daripada capeknya. Rasa menyenangkan karena bisa melepas kangen kepada orang-orang yang dicintai, apalagi kalau memang pulangnya cuma sekali setahun.

Oke deh, met Idul Fitri temans. Mohon maaf yah kalau selama ini saya ada salah, semoga silaturahmi kita walaupun hanya di dunia maya ini, bisa tetap terjaga.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...

#DearDaughter Untuk Nai Tercinta

Dear... Khansa Nailah Gadis kecil berkerudung yang sangat ceriwis dan baik hati. Bayi mungil ummi yang kini telah berusia 4 tahun. Rasanya waktu berjalan begitu cepat. Ummi masih merasa baru kemarin Nai ummi kandung, ikut dalam setiap aktivitas ummi. Saat mengandung Nai, ummi super sibuk. Ummi mengajar full dari hari senin sampai jum'at, dan sabtu minggunya Ummi Kuliah S2. Nai Ummi bawa naik turun tangga sampai 3 lantai, setiap hari. Tapi kamu baik-baik saja, kita berdua kuat. Saat hamil Nai, Ummi juga ngidam lho, sama seperti ibu-ibu hamil lainnya. Tapi ngidam Ummi sedikit berbeda, Ummi ingin jalan-jalan pakai Honda Jazz Sport keluaran terbaru hihihi... aneh yah, Abi dan Opa mu sampai bingung. Keluarga kita nggak ada yang punya mobil itu, tapi Alhamdulillah ternyata teman sekantor Opa baru beli mobil itu, jadi kesampaian deh ngidam Ummi. Hari-hari yang Ummi lewati saat mengandung Nai, semuanya luar biasa, Ummi sangat menikmatinya, walaupun berat badan Ummi Naik drastis, ...