Langsung ke konten utama

Jangan Menunda Kebaikan

Tidak ada hari yang sama. Ah bukan hanya hari, tapi setiap waktu yang bergulir akan menghasilkan pencapaian yang berbeda. Apakah hari ini sudah lebih baik dari hari sebelumnya? Sama saja? Atau bahkan yang ada hanyalah kemunduran. Tentunya kita tahu siapa yang merugi, tapi saat kita masih diberi kesempatan untuk menikmati hari, maka tidak pernah ada kata terlambat untuk kita melakukan kebaikan-kebaikan, jangan menundanya. Sesungguhnya kebaikan-kebaikan yang hendak kita lakukan itu adalah sebuah nikmat yang diberikan oleh Allah Swt. Dia yang menggerakkan hati kita, mengaktifkan alarm empati kita, dan menyadarkan kita bahwa setiap kita punya potensi besar untuk berbuat baik, betapa pun buruknya kita di mata manusia lainnya. Maka, jangan sampai nikmat itu dicabut sebelum kita melakukannya.
 
Hanya saja, terkadang kita sering sekali mengabaikan kata hati, menunda untuk melakukan kebaikan, menunda untuk berbuat sesuatu yang telah kita tahu kebenarannya, hanya karena tak ingin terlihat buruk, dikomentari, ditanyai, atau apapunlah yang memungkinkan kita untuk menerima reaksi negatif dari sekitar. Padahal, bisa jadi reaksi negatif yang kita bayangkan akan terjadi malah tidak akan pernah terjadi sama sekali. Padahal kita adalah kita, kita bertanggung jawab pada diri kita sendiri. Lalu mengapa harus mencoba untuk menjadi sesuatu menurut kacamata orang lain? yang kita ketahui bahwa itu salah, yang kita sadari bahwa itu bukanlah sebuah kebaikan, yang kita yakini bahwa itu akan mendatangkan murkaNya.
 
Sampai kapan kita menunggu?, sampai kapan niat bertaubat itu akan tetap "bersyarat"? Padahal kita tak pernah tahu sampai kapan kita diberikan waktu untuk hidup. 

Mudah-mudahan kita tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang yang menunda-nunda untuk berbuat kebaikan. Aamiin... :)


Berniat Baik, Berbuat Baik dan Jadilah Baik !!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...

#DearDaughter Untuk Nai Tercinta

Dear... Khansa Nailah Gadis kecil berkerudung yang sangat ceriwis dan baik hati. Bayi mungil ummi yang kini telah berusia 4 tahun. Rasanya waktu berjalan begitu cepat. Ummi masih merasa baru kemarin Nai ummi kandung, ikut dalam setiap aktivitas ummi. Saat mengandung Nai, ummi super sibuk. Ummi mengajar full dari hari senin sampai jum'at, dan sabtu minggunya Ummi Kuliah S2. Nai Ummi bawa naik turun tangga sampai 3 lantai, setiap hari. Tapi kamu baik-baik saja, kita berdua kuat. Saat hamil Nai, Ummi juga ngidam lho, sama seperti ibu-ibu hamil lainnya. Tapi ngidam Ummi sedikit berbeda, Ummi ingin jalan-jalan pakai Honda Jazz Sport keluaran terbaru hihihi... aneh yah, Abi dan Opa mu sampai bingung. Keluarga kita nggak ada yang punya mobil itu, tapi Alhamdulillah ternyata teman sekantor Opa baru beli mobil itu, jadi kesampaian deh ngidam Ummi. Hari-hari yang Ummi lewati saat mengandung Nai, semuanya luar biasa, Ummi sangat menikmatinya, walaupun berat badan Ummi Naik drastis, ...