Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2013

Mandiri dan Berarti

Saat itu, saya tengah tidur siang. Maklum, tidur siang bagi saya sudah menjadi sebuah kebiasaan, walaupun cuma sebentar. Jadi, hampir bisa dipastikan saat si kecil tidur, saya juga ikutan tidur. Lalu, handphone saya berdering, ternyata dari teman saya Mbak Nuri Sahar. Ia mengabarkan bahwa saat ini sedang berada di rumah sakit dan butuh bantuan saya untuk menemaninya selama berada di sana. Mbak Nuri memang sedang hamil, dan HPL sudah lewat. Dokter mengatakan bahwa ia tidak bisa melahirkan secara normal, dengan indikasi medis kondisi bayinya yang tidak memungkinkan, air ketuban tinggal sedikit, dan berbagai sebab lainnya. Mbak Nuri membutuhkan bantuan saya, karena keluarganya berada di Sukabumi, sementara saudara dekat (dari pihak suami) juga baru saja melahirkan. Akhirnya, Nai saya bangunkan dan saya titip di rumah omanya. Mbak Nuri dan suaminya Ustadz Muhayat adalah penyandang disabilitas, kisahnya pernah saya tulis di sini . Jadi, mbak Nuri butuh seorang perempuan yang bisa me...

Ngeblog, Sampai Nanti Sampai Mati

Cuaca panaaaaaaas... banget, segelas gede es madu udah tersaji di meja, laptop dan modem udah standbay.  Kerjaan domestik udah selesai, udah aman sentosa nih rasanya, tapi tiba-tibaaaa... klik... listrik mati T_T Malam sunyi senyap, asyik banget buat nulis yang berat-berat, suasana mendukung, tapi tiba-tiba, dhuaaaaar... gledek datang dan harus tekan turn off  >_< Bahan-bahan buat nulis udah lengkap, sediain waktu buat BW, eh mendadak sinyal modem nyiput, arrrrrgggggh.... @_@ Kali ini, kudu nulis! tidur cepat, pasang alarm buat bangun dini hari... eh ternyata hp nyungsep di kolong, alarm nggak dengar, udah kecapean, lewaaaaaat deh! -_- Itu baru secuil keluh kesah dari mak-mak yang jumpalitan buat berusaha konsisten nulis setiap hari. Belum lagi ketika anak nggak bisa diajak kompromi, kerjaan rumah yang bejibun, fisik yang nggak kuat. Nah, sekarang nambah lagi nih, listrik yang sering mati tanpa pemberitahuan. Seperti yang terjadi beberapa bulan belakanga...

Rainbow, Bukan Pelangi di Matamu

Siapa sih yang tidak suka dengan warna-warni indahnya pelangi, bisa dikatakan semua orang menyukai peristiwa alam tersebut. Hanya saja, tidak dengan proses terjadinya pelangi. Saat hujan datang, bahkan berkolaborasi dengan kilat dan guntur yang memekakkan telinga. Hal tersebut membuat kita bergidik, ngeri.  Demikian juga dengan hidup, terutama dalam sebuah mahligai rumah tangga. Orang yang menikah tentu menginginkan sebuah kebahagiaan sempurna dalam hidupnya. Seperti dongeng-dongeng klasik Cinderella, Snow White & Seven Dwarfs, Mulan, Sleeping Beauty , yang pernah kita baca atau tonton, akan ada kalimat indah yang menjadi impian setiap pasangan suami istri, yaitu " ... and then... they married and live happily ever and after. " Ya, pernikahan yang bahagia, selama-lamanya. Tapi, benarkah pernikahan itu selalu memberikan rasa kebahagiaan disetiap incinya? selama-lamanya?. Nah, inilah yang coba digambarkan dari sebuah novel yang berjudul Rainbow. Novel setebal 201 h...

Kitab Sakti Remadja Oenggoel Goes To School (SMP IT Al-Fatah Minas)

Alhamdulillah... acara seminar bedah buku Kitab Sakti Remadja Oenggoel telah sukses dilaksanakan. Kitab Sakti Remadja Oenggoel Goes to School, yang dilaksanakan pada tanggal 21 September 2013 bertempat di aula YPIM SMP IT Al-Fatah Pekanbaru, diikuti oleh 50 orang siswa/i SMP IT AL-Fatah dan 50 orang siswa/i yang merupakan perwakilan dari 5 SMP lain di Minas. Buku Kitab Sakti Remadja Oenggoel adalah buku motivasi remaja yang saya tulis duet dengan seorang novelis cantik Mbak Riawani Elyta yang saat ini berdomisili di Tanjung Pinang, Kepri. Buku ini membahas bagaimana kiat-kiat untuk menjadi remaja yang unggul tidak hanya di dunia, tapi juga di akhirat. Dimulai dari pengenalan diri, bagaimana melejitkan potensi diri secara optimal, cara memenej waktu dengan baik, dan bagaimana cara untuk sukses dalam mencapai cita-cita. Sebelum acara dimulai, ada kata sambutan yang diberikan oleh perwakilan ketua Yayasan, utusan dari UPTD kecamatan Minas, dan kepala sekolah SMP IT Al-Fatah...

Rindu Mengajar

Terkadang, rasa rindu untuk kembali mengajar itu datang. Melemparkan saya pada memori ketika pertama kali mengajar dulu, setelah menyelesaikan pendidikan S1. Pengalaman pertama memang tidak terlupakan, termasuk pengalaman pertama kali mengajar, kendati saya hanya 1 tahun mengajar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) itu, tapi banyak pengalaman berharga yang saya peroleh. Kali pertama saya untuk mengaplikasikan ilmu yang telah saya gali di bangku perkuliahan. Setelah resign mengajar di SMK, sembari melanjutkan kuliah S2, saya mengajar lagi sebagai dosen di sebuah sekolah tinggi. Kalau ditanya manakah yang lebih enak, mengajar anak-anak sekolah ataukah mahasiswa, maka saya akan menjawab keduanya enak, ada suka dukanya tersendiri. Namun, saya akhirnya memutuskan untuk resign lagi dan sampai sekarang menjadi ibu rumah tangga saja, sembari menulis dan mengurus usaha kecil-kecilan. Jadi, tak heran kalau rasa rindu itu datang. Rindu untuk berdiri di depan kelas, menyaksikan tatapan-ta...

Tak Pernah Merasa Penuh

Mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan filosofi segelas air. Baiklah, tidak ada salahnya untuk sedikit mengulas filosofi tersebut. Saat sebuah gelas telah terisi penuh oleh air, maka apabila gelas tersebut kita tambahkan air lagi, yang terjadi adalah air di dalam gelas tersebut akan meluap, keluar, tumpah membasahi sekitarnya. Hal tersebut sering menjadi analogi bagi orang-orang yang selalu merasa penuh. Merasa dirinya lebih dari orang lain, merasa paling pintar, merasa mengetahui segalanya dan tak hendak untuk melihat dan mendengar. Ya, melihat dan mendengar. Orang yang lebih memaksimalkan fungsi mulut dibandingkan fungsi mata dan telinganya bisa menjadi seseorang yang selalu merasa penuh. Dia tidak mencoba untuk berpikir mengapa Allah Swt memberikan satu mulut, dua mata, dan dua telinga. Ia menjadi orang yang tidak peka, sekalipun mungkin penglihatannya menangkap bagaimana reaksi orang di sekitarnya, dan telinganya mendengar bisik-bisik keluhan atas semua kata-katanya yang ...

Bertemu Nabi Muhammad Saw

Khayalan atau disebut juga dengan angan-angan. Siapa yang tidak pernah berkhayal, baik menghayalkan hal yang logis maupun yang tidak logis.  Berbicara tentang khayalan, saya jadi ingat hadist berikut: Anas ra berkata, “Nabi membuat garis seraya bersabda, ‘Ini manusia, ini angan-angannya, sedangkan ini ajalnya. Ketika dia sedang berada dalam angan-angan, tiba-tiba datanglah kepadanya garisnya yang paling dekat.’ Maksud dari ‘garisnya yang paling dekat’ adalah ajal kematiannya.” (HR. Bukhari) Nah, hadist tersebut mengingatkan kita untuk tidak menghabiskan waktu dengan berkhayal atau berangan-angan, sesuatu yang tidak mendekatkan kita pada amalan-amalan untuk bekal dalam menghadapi kematian yang bisa datang tiba-tiba. Khayalan yang membuat kita menjadi sering mengucap "seandainya" "andai saja" "kalau saja" dan lain sebagainya, baik cerminan dari rasa penyesalan akan masa yang telah lewat, maupun bentuk tidak adanya rasa syukur dan ridho atas ...

Resep Salad Khas Kampar (Kabu)

Siapa yang tidak kenal dengan pecal, karedok, dan lotek. Bisa jadi itu adalah makanan sayur-sayuran segar favorit keluarga temans. Sayuran mentah atau sayuran yang dikukus sebentar, ditambah dengan kuah yang nikmat, terlebih bahan-bahan kuah tersebut diulek langsung ketika kita hendak menyantapnya. Nah, kali ini saya akan berbagi sebuah resep olahan sayur yang nggak kalah fresh dari olahan yang telah saya sebutkan di atas. Mungkin belum banyak yang mengetahui tentang Kabu, begitu biasanya makanan ini disebut. Tapi, bagi masyarakat kampar dan sekitarnya atau orang-orang keturunan daerah tersebut yang bermukim di Pekanbaru, sudah tidak asing lagi dengan Kabu. Kabu menjadi salah satu hidangan wajib saat berbuka puasa di bulan Ramadhan. Baiklah, saya akan langsung menjabarkan bahan-bahan dan cara membuatnya. Selain bahan-bahannya yang mudah untuk ditemukan, cara membuatnya juga tidak sulit. Bahan: 1. Kol  2. Timun 3. Lasa (direndam dengan air panas) 4. Kacang Tanah...

Sebelum 30 Tahun

Saat ini, usia saya 27 Tahun. Bila Allah Swt masih memberikan saya usia, maka 3 tahun lagi saya akan menginjak usia 30. Selama 27 tahun saya hidup di dunia ini, banyak hal yang sudah saya lewati. Alhamdulillah, sampai saat ini saya masih percaya bahwa Allah Swt selalu memberikan yang terbaik untuk saya, semoga demikian seterusnya. Bagaimanapun, hidup ini hanyalah pergiliran tempat berpijak, yang memungkinkan posisi kita untuk berada di atas dan juga di bawah. Bahkan saya sudah merasakan bagaimana begitu cepatnya perpindahan itu terjadi. Jika berbicara tentang pencapaian, banyak hal yang tak mampu saya urai. Begitu banyaknya nikmat Allah Swt, apapun itu termasuk kemudahan-kemudahan yang terjadi di dalam hidup saya. Saya bersyukur karena Allah memberikan kemudahan bagi saya dalam menuntut ilmu. Memberikan kesempatan saya untuk mengecap pendidikan S2. Allah juga membuat saya sempat merasakan bagaimana rasanya memiliki jabatan sebagai Direktur Utama sebuah perusahaan di usia saya yang...