Bruuugh...!!! Saya, suami , dan anak sulung saya Nai, kaget bukan main, sewaktu mendengar bunyi keras di ruang keluarga. Anak saya yang kedua, yang masih bayi juga tak kalah kaget, sehingga dia langsung menangis. Suami langsung memeriksa, ada apakah gerangan?, karena posisi kami saat itu sedang berada di dalam kamar. Ternyata oh ternyata, bunyi keras itu berpusat pada salah satu rak buku kami yang ada di rumah. Salah satu papan penyangganya lepas, akibatnya buku yang ada di papan itu lengser, tapi tidak sampai keluar dari pintu kacanya. Yessss...! Lho, kok malah senang? hehehe... itu artinya, saya bisa minta rak buku baru lagi kepada suami. Rak buku yang itu tentu sudah nggak kuat menampung buku lebih banyak lagi. Kapasitasnya hanya untuk satu deretan, sementara saya sudah menyusun bukunya sampai dua deretan. Sementara rak buku yang lain juga penuh. Sambil bercanda, suami bilang, "bukan beli rak buku baru Mi, tapi nggak beli buku baru lagi." Oooooh... tidaaaaak! Itu ...