Langsung ke konten utama

Al-Quran Komplit plit...

 Al-Quran di rumah kami

Bacalah Al-Quran, sesungguhnya Al-Quran itu akan datang pada hari kiamat untuk memberikan syafaat bagi orang yang membacanya (HR. Muslim)

Sebagai umat muslim, Al-Quran itu harus ada. Minimal setiap rumah punya satu Al-Quran. Tapi, bagi saya dan suami, satu Al-Quran tidak cukup. Selain sulit buat gantian, kami butuh Al-Qur'an yang berbeda di saat pengajian. Ada berbagai jenis Al-Quran, dengan keistimewaannya. Maksudnya, ibarat telepon genggam, Al-Quran juga punya fitur yang berbeda-beda. Nah, Al-Quran yang bagaimana yang biasa kami gunakan? berikut uraian lengkapnya, baca tuntas yaaaa... siapa tahu bisa jadi referensi buat Anda.

Dulu, sewaktu indra penglihatan masih baik, masih belum butuh bantuan kacamata, saya dan suami membawa Al-Quran mungil kemana-mana. Bentuknya yang mungil, sangat gampang untuk dibawa, bahkan bisa dimasukkan ke dalam saku. Tapi, ya itu tadi, bagi yang memiliki masalah pada mata, akan kesulitan untuk menggunakannya. Al-Quran ini juga tidak disertai dengan terjemahan, hanya ayat-ayat saja.


Al-Quran pertama yang kita punya, tentu sangat berkesan. Al-Quran bersampul warna emas yang mengkilap ini adalah Al-Quran pertama saya, pemberian orang tua. Diberikan sewaktu saya kecil saat saya pertama kali khataman. Rasanya sangat senang akhirnya bisa punya Al-Quran sendiri, tidak menggunakan Al-Quran milik Ibu lagi. Al-Quran ini tanpa terjemahan, tanpa keterangan ayat dan huruf disetiap ayatnya sangat rapat. Al-Qur'an ini sudah jarang saya gunakan. Selain lembaran kertasnya sudah menguning, Al-Quran yang mirip Al-Quran yang biasa digunakan sebagai mas kawin jaman dulu ini, sudah terasa kurang nyaman, karena hurufnya yang rapat tadi.

 Al-Quran Pertama

Jadi, untuk Al-Quran tanpa terjemahan yang kami gunakan adalah Al-Quran di bawah ini. Al-Quran yang diberikan saat saya belajar di rumah tahfiz, untuk menghapal Al-Quran. Dalam setiap lembaran, disusun hanya 10 ayat saja, dengan spasi yang tidak terlalu rapat. Jadi, nyaman untuk dibaca dan memudahkan juga saat menghapalnya.

 Al-Quran tanpa terjemahan

Lanjuuuuut yaaaa.... Kalau yang di bawah ini, Al-Quran yang ada terjemahannya, juga dilengkapi dengan keterangan ayat. Kalau soal susunan ayat dan spasinya, udah oke banget. Istimewanya, Al-Quran ini edisi 1000 doa. Jadi, ada doa-doa yang berhubungan dengan surat yang dibaca. Al-Quran ini lumayan besar ukurannya, jadi biasanya cuma digunakan saat di rumah saja.

 Al-Quran Edisi 1000 Doa

Selanjutnya, Al-Quran yang diberikan oleh suami tercinta. Al-Quran ini didesain khusus untuk wanita. Kertasnya dibuat warna-warni. Al-Quran ini dilengkapi dengan terjemahan, asbabun Nuzul, hadis seputar ayat, hikmah, dan juga indeks tematik yang memudahkan kita untuk menemukan ayat-ayat yang kita butuhkan, misalnya yang berhubungan dengan zakat, pernikahan, hukum, dll.  Al-Quran ini dilengkapi juga dengan pedoman transliterasi Arab-Latin, ada delapan warna yang digunakan untuk menjelaskan hukum-hukum tajwid. Jadi, bisa dibilang, Al-Quran ini yang paling sering saya bawa kemana-mana, baik sewaktu pengajian tahsin, maupun saat mengisi acara seminar. Ukurannya tidak terlalu besar dan memiliki ketebalan yang sedang. Pas dimasukkan ke dalam tas yang biasa saya gunakan.


 Al-Quran Khusus Wanita


Nah... nah... nah... Terakhir nih, Al-Quran favorit saya dan suami. Al-Quran ini diproduksi oleh Syaamil Quran, Al-Quran terjemahan perkata, type Hijaz. Al-Quran ini selalu dibawa saat mengikuti pengajian tafsir. Al-Quran ini dilengkapi dengan daftar nama surat, klasifikasi ayat-ayat Al-Quran (indeks tematik), dan keterangan tanda-tanda baca. Bahkan, di kertas pembatas halamannya ada jadwal waktu shalat, keterangan tentang tanda-tanda waqaf, dan doa sujud tilawah. Seandainya Al-Quran ini memiliki ukuran yang lebih kecil, tentu bisa muat ke dalam semua tas yang saya punya, karena kebanyakan tas saya berukuran tidak terlalu besar. Jadi, saat membawa Al-Quran ini, saya terpaksa harus menggunakan tas khusus.

 Al-Quran Terjemahan Perkata
Syaamil Quran Type Hijaz

 Produksi Syaamil Quran

Penerbit Syaamil Quran

Baiklah, saya sudah ulas semua Al-Quran yang biasa kami gunakan sehari-hari. Kalau ditanya Al-Quran seperti apa yang saya butuhkan, maka saya butuh Al-Quran yang bisa mengkolaborasikan keunggulan dari berbagai jenis Al-Quran yang saya miliki di atas, yaitu:
  • Al-Quran terjemahan yang ada terjemahan perkata,
  • Al-Quran dilengkapi asbabun Nuzul, hadis seputar ayat, hikmah, indeks tematik, ada doa, dan hukum-hukum tajwid yang diberikan warna-warna yang berbeda.
  • Ukurannya tidak terlalu besar
  • Menggunakan kertas yang berwarna-warni sesuai juznya
  • Di dalamnya juga dilengkapi bacaan tentang keutamaan membaca Al-Quran, adab dalam membaca Al-Quran, dan jadwal waktu shalat. Ada panduan ibadah sehari-hari lainnya seperti shalat, puasa, zikir, dan zakat, bahkan haji.
  • Ukuran ayat dan spasinya pas, nyaman untuk dibaca dari berbagai kalangan usia, baik muda, maupun tua.
Waaaah... itu namanya paket komplit yah. Semoga saja Syaamil Quran bisa mewujudkannya, karena Syaamil Quran salah satu penerbit Al-Quran yang selalu berinovasi sesuai dengan perkembangan jaman dan tuntutan kebutuhan. Produk-produk Syaamil Quran juga bagus. Apalagi sekarang ada Syaamil digital, pasti super lengkap, ada panduan ibadah harian, seperti shalat, zikir, dan doa. Di era digital saat ini, Al-Quran digital juga sangat dibutuhkan, agar generasi muda yang sudah sangat akrab dengan gadget semakin bersemangat untuk membaca Al-Quran dan memperdalam ilmu agama. Jadi, bisa dikatan Syaamil Quran sebagai pelopor!.

Hmmmm... bingung deh, Al-Quran seperti apa yah yang belum pernah ada di Indonesia?, yang versi cetak sudah bervariasi, yang menggunakan e-pen juga ada, yang digital apalagi. Bagaimana menurutmu?.

http://syaamilquran.com/wp-content/uploads/hishna.jpg 
(Naksir Al-Quran ini) 

http://syaamilquran.com/wp-content/uploads/brosur-syaamildigital-A5-01.jpg
 credit
(Yang ini, naksiiiiir pake banget)

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog #PameranBukuBdg2014 bersama IKAPI JABAR dan Syaamil Quran

Komentar

  1. Subhanallah..keren ya Al Qur'an Syamilnya..:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, Al-Quran Syaamil memang keren, inovatif banget :)

      Hapus
  2. Semoga aja kita ada rejeki bisa beli Syaamil Tabz ya Mbak... nice post deh... met ngontes semoga sukses...

    BalasHapus
  3. Naksir yang tab-nya juga, Mbak :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

#DearDaughter Untuk Nai Tercinta

Dear... Khansa Nailah Gadis kecil berkerudung yang sangat ceriwis dan baik hati. Bayi mungil ummi yang kini telah berusia 4 tahun. Rasanya waktu berjalan begitu cepat. Ummi masih merasa baru kemarin Nai ummi kandung, ikut dalam setiap aktivitas ummi. Saat mengandung Nai, ummi super sibuk. Ummi mengajar full dari hari senin sampai jum'at, dan sabtu minggunya Ummi Kuliah S2. Nai Ummi bawa naik turun tangga sampai 3 lantai, setiap hari. Tapi kamu baik-baik saja, kita berdua kuat. Saat hamil Nai, Ummi juga ngidam lho, sama seperti ibu-ibu hamil lainnya. Tapi ngidam Ummi sedikit berbeda, Ummi ingin jalan-jalan pakai Honda Jazz Sport keluaran terbaru hihihi... aneh yah, Abi dan Opa mu sampai bingung. Keluarga kita nggak ada yang punya mobil itu, tapi Alhamdulillah ternyata teman sekantor Opa baru beli mobil itu, jadi kesampaian deh ngidam Ummi. Hari-hari yang Ummi lewati saat mengandung Nai, semuanya luar biasa, Ummi sangat menikmatinya, walaupun berat badan Ummi Naik drastis, ...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...