Langsung ke konten utama

Berbagai Keajaiban Dalam Hidup (Penulis yang Ajaib)




Akhirnya... Si Ummi bikin resensi lagi. Resensi ala Ummi yang emang suka-sukanya Ummi hihihi... rencananya mau diposting di blog saya yang ini, yang khusus untuk resensi. Tapi blognya udah penuh dengan sarang laba-laba, karena nggak pernah dikunjungi. Biasalah, alasan klasik, nggak sempet!. Jadi, bukan berarti saya puasa baca buku. Malah, saya puasanya, puasa nulis buku :(

Oke deh, udah dulu curcolnya. Sekarang langsung aja saya cuap-cuap tentang buku yang berjudul Barbagai Keajaiban dalam Hidup. Buku ini ditulis oleh salah satu temen saya yang tergabung di dalam grup Be a Writer. Saya udah lumayan lama kenal dengannya dan selalu menikmati apapun yang dia tulis. Jadi, beberapa tulisan yang ada di dalam buku ini sudah pernah saya baca, baik di grup maupun di blog pribadinya.

Penulis yang bernama Arul Chandrana ini unik menurut saya, langka dan harus dijaga jangan sampe punah hihihi...  Dia punya gaya tersendiri. Membaca tulisannya, seperti membaca cerita terjemahan. Mungkin, karena bahan bakar alias buku-buku yang biasa dia santap itu kebanyakan buku bahasa Inggris. Tak heran, karena ia sendiri adalah seorang guru bahasa Inggris.

Ntah bagaimana caranya untuk menggambarkan buku yang dia tulis ini. Ajaib, yah memang ajaib, karena 39 kisah yang ada di dalam buku ini adalah pengalaman hidup penulis, apa yang pernah terjadi di dalam hidupnya. Dia ambil moment itu dan tulis!. Nah, kita semua pasti punya kenangankan?, kita semua pasti punya ingatan akan sebuah kejadian yang menurut kita sangat berkesan. Hanya saja, tidak semua orang bisa menceritakan kenangannya secara menarik, gila, dan.... xys65bja248*nsi2@?! Yah, begitulah. Tapi Arul, mampu menuliskan kenangannya tersebut dengan menarik, gila, dan.... xys65bja248*nsi2@?!

Parahnya, pembaca bisa ikutan jadi menarik, gila, dan.... xys65bja248*nsi2@?! saat membaca buku ini. Gimana nggak, emosi kita dibuat jadi berantakan. Kisah-kisah di buku ini membuat kita terharu, bengong, mesem-mesem, bahkan terbahak, dan membuat saya pribadi akhirnya yakin bahwa Arul Chandrana bukanlah ALIEN hahaha... Hanya seorang manusia biasa yang memiliki kekonyolan dan keabsurd-an di atas rata-rata, apalagi pas baca cerita Bang Ali dan Telinga Bocor.

Tidak hanya semakin mengenal siapa Arul, saya pribadi, lewat membaca buku ini, jadi semakin menajamkan pancaindra dan juga hati terhadap apa yang ada di sekitar, yang pernah terjadi di dalam hidup saya, bahwa ternyata ada berbagai keajaiban dalam hidup. Ada banyak hal yang bisa kita pelajari, kagumi, dan akhirnya dimengerti. 

Nah, kenapa di sinopsis back cover dikatakan ada 40 kisah. Padahal di dalam, saya hanya menemukan 39 kisah. Hmmmmm... mungkin yang ke-40 dari buku Berbagai Keajaiban dalam Hidup ini adalah si penulis itu sendiri. Iyah... kan penulisnya memang ajaib!

Saya tunggu karya-karya selanjutnya! Semangat Arul Chandrana! ^_^

Komentar

  1. Memanh tidak semua mampu menuliskan kembali kisahnya dengan menarik. Termasuk saya, masih harus banyak belajar :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beneeeer Mbak, saya juga harus banyak belajar. Memang setiap orang punya gaya sendiri sih dalam menulis :)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...