Langsung ke konten utama

Dendeng Batokok Kinchay Pekanbaru


Beberapa waktu yang lalu, saya udah pernah posting tentang rumah makan dendeng batokok Harapan Raya Pekanbaru. Nah, kali ini saya juga mau bahas salah satu tempat makan yang mengusung dendeng batokok sebagai menu andalannya, namanya dendeng batokok Kinchay. Sekilas aneh yah, apa itu Kinchay, mirip-mirip bahasa chines. Eh ternyata, Kinchay itu berasal dari kata Kerinci. Salah satu daerah yang ada di Riau.



Kerinci ternyata punya nama yang lain yaitu Kinchay. Nah, makanan yang ada di rumah makan ini adalah makanan khas kerinci yang memang sudah terbawa cita rasa masakan Sumbar (Sumatra Barat). Saya makin penasaran, bagaimana cita rasa dendeng batokoknya, karena dari segi pengolahan agak berbeda. Dendeng batokoknya dibumbui, lalu dipanggang.


Dendeng batokok disajikan dengan beberapa lauk lainnya. Jadi, bisa dibilang sudah dalam bentuk porsi. Menu lainnya yang tidak disajikan, melainkan harus diorder dulu juga banyak, seperti soto betawi, sate maranggi, belut panas, dan telor dadar spesial.


Sebelum saya bahas bagaimana cita rasanya, saya bahas tempatnya dulu yah. Tempatnya asyik, bagus sekali, karena terletak di halaman sebuah rumah mewah, yang mungkin adalah rumah pemilik usaha ini. Jadi, suasananya asri karena berada di taman. Hanya saja, jumlah kursinya tidak begitu banyak, ntah karena tempat makan ini masih terbilang baru, sehingga belum begitu banyak pengunjung, atau karena pengunjung tidak terlalu ramai dijam-jam tertentu (tidak datang serentak). Sehingga, tempat duduknya masih memungkinkan.



Oke deh, bagaimana dengan rasanya? ENAK. Rasanya berbeda, karena pengolahannya juga berbeda. Terlebih, sambal pendampingnya berupa cabe hijau campur rawit dan bawang yang diulek kasar. Sementara saya, lebih menyukai cabe dan bawangnya dirajang saja. Tapi beneran, dendeng batokok Kinchay ini lebih enak, sebanding deh dengan dendeng yang ada di rumah makan Purnama (dekat Mall Pekanbaru).


Oke deh, ntar kalau saya makan dendeng di rumah makan Purnama, saya share lagi yah. Maklum, nyampe sana biasanya udah lapeeer banget. Nemu dendeng, langsung libaaaaaas... nggak sempet difoto lagi :D


Komentar

  1. oke,catett kalo ke pekan coba mampir kesini,tempatnya juga bagus ya mbk^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Klo ke Pekan, kabari Mbak. Ntar kita janjian di sini :)

      Iya, tempatnya baguuuuuus banget

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...