Langsung ke konten utama

Tumis Kikil


Bosan dengan olahan kikil yang biasanya digulai. Kali ini, kikil saya olah dengan cara ditumis. Potongan kikil yang biasanya berukuran besar, berubah menjadi kecil-kecil. Dengan bumbu-bumbu yang dirajang, cita rasa tumis kikil tetap lezat dan ada sensasi segar. Baiklah, berikut bahan dan cara pembuatannya:

Bahan:
  • 1/4 kg kikil (rebus sampai empuk, potong dadu kecil-kecil)
  • 5 buah tahu (potong dadu, goreng selayang)
  • 1/2 papan tempe ukuran sedang (potong dadu, goreng selayang)
  • 1 ons cabe merah (dirajang)
  • 1 ikat kecil kacang panjang (potong kecil-kecil)
  • 4 siung bawang merah (dirajang)
  • 5 siung bawang putih (dirajang)
  • 1 ruas jahe (digeprek)
  • 3 lembar daun salam
  • 5 lembar daun jeruk
  • 1 buah serai (digeprek)
  • 1 buah Batang daun bawang (potong kecil-kecil)
  • garam, gula, dan merica secukupnya
Cara pembuatannya:
  • Tumis duo bawang, dan cabe. Setelah harum, masukkan kikil, tahu, dan tempe. Lalu masukkan jahe, serai, daun salam, dan daun jeruk.
  • Tambahkan air, beri garam, gula, dan merica secukupnya. Saat hampir matang, masukkan kacang panjang, masak hingga matang.
  • Terakhir, beri potongan batang daun bawang. angkat, dan sajikan.

Komentar

  1. Nyam ... nyam ... nyam .... yang ini Nai suka juga? :)

    BalasHapus
  2. wahhh masuk kesini bikin perut laperr + ngiler liat masakan-masakannya mak oci.

    BalasHapus
  3. uwaaa lama nggak makan kikil sejak di batam dan riau,pinginn bangettt,tp nunggu pulang ke jawa hehehe...di siak nggak tau ada apa nggak ya??hehehe..belinya di bag daging2 ya mbak??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaaa Mbak, klo nggak salah di Siak ada deh, saya pernah lihat duluuuu :D

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

#DearDaughter Untuk Nai Tercinta

Dear... Khansa Nailah Gadis kecil berkerudung yang sangat ceriwis dan baik hati. Bayi mungil ummi yang kini telah berusia 4 tahun. Rasanya waktu berjalan begitu cepat. Ummi masih merasa baru kemarin Nai ummi kandung, ikut dalam setiap aktivitas ummi. Saat mengandung Nai, ummi super sibuk. Ummi mengajar full dari hari senin sampai jum'at, dan sabtu minggunya Ummi Kuliah S2. Nai Ummi bawa naik turun tangga sampai 3 lantai, setiap hari. Tapi kamu baik-baik saja, kita berdua kuat. Saat hamil Nai, Ummi juga ngidam lho, sama seperti ibu-ibu hamil lainnya. Tapi ngidam Ummi sedikit berbeda, Ummi ingin jalan-jalan pakai Honda Jazz Sport keluaran terbaru hihihi... aneh yah, Abi dan Opa mu sampai bingung. Keluarga kita nggak ada yang punya mobil itu, tapi Alhamdulillah ternyata teman sekantor Opa baru beli mobil itu, jadi kesampaian deh ngidam Ummi. Hari-hari yang Ummi lewati saat mengandung Nai, semuanya luar biasa, Ummi sangat menikmatinya, walaupun berat badan Ummi Naik drastis, ...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...