Langsung ke konten utama

Pizza Tanpa Diuleni dan Oven


Dari beberapa hari yang lalu pizza mulu yak. Maklum temans... lagi seneng-senengnya makan dan bereksperimen dengan pizza. Permintaan gadis kecil saya nih. Mumpung bahan-bahannya juga masih ada, sayang klo ntar udah keburu kadaluarsa hihihi...


Jadi, kali ini mau bikin roti pizzanya sendiri, nggak yang instan seperti di sini dan di sini. Tapi, teteeeeup... yang nggak pake ribet. Jadi, nemu resepnya di web Mbak Endang. Akhirnya saya coba deh, habisnya penisirin, bisa jadi nggak yah klo tanpa oven. Jadi, saya panggangnya di teflon ajah.

Oke deh, langsung ke resepnya aja yah

Bahan Roti (copas dari Blog Mbak Endang):

- 150 ml air hangat
- 2 sendok makan minyak zaitun atau minyak sayur biasa
- 1 sendok teh ragi instan, pastikan fresh dan cek masa kedaluarsanya (misal Fermipan)
- 1/2 sendok teh garam
- 180 gram tepung terigu serba guna atau protein tinggi (misal Segitiga Biru atau Cakra Kembar)

Topping:














Cara membuatnya:

Siapkan mangkuk, masukkan tepung terigu dan garam, aduk rata dengan spatula. Masukkan semua bahan adonan pizza lainnya,  aduk hingga semua bahan tercampur rata dan menjadi adonan yang kasar, lembek dan agak basah. 

Tutup mangkuk dengan kain, biarkan di suhu ruang selama 1 jam hingga mengembang. Masukkan adonan ke kulkas dan biarkan 1 - 2  jam lagi dalam posisi tertutup kain. Adonan boleh didiamkan di kulkas maksimal hingga 7 jam. Semakin lama adonan diisitirahatkan maka roti akan terasa semakin sedap. 

Nah, saya kan bikin adonannya sore jam 4. Rencana mau dieksekusi jam 8 malam, buat kudapan malam. Ealaaaaaah... saya kelupaan karna kecapekan. Jadi, baru saya eksekusi pas paginya jam 8. Deg... degan sih, bisa apa nggak adonannya dipake. Apalagi, pas dini hari listrik sempet mati, dan si Abi nyabut colokan kulkasnya. Alhasil itu kulkas baru saya colokin jam 5 shubuh.

Ternyataaaaaaa.... adonannya masih bisa dipake dan berhasil pemirsah! Alhamdulillah...

 Tekstur adonannya lembek

Nah, berikut cara panggangnya di teflon:

Teflon dioles margarin

Taburkan terigu

Pipihkan adonan rotinya, panggang sebentar sampai mengembang
tutup teflon dengan tutup panci
Karena adonan lembek, taburkan terigu pada tangan

Setelah mengembang, beri topping, panggang
sampe warnanya kecoklatan

Jadiiiiii deh ^_^

Rotinya empuuuuk... bawahnya krispy

Lelehan kejunya sedaaaaap
bikin nagiiiii

Komentar

  1. hemmm....kayaknya gak kalah sama Papa Rons mbak....wah bisa di coba nih resepnya.. thank for sharing ya...

    BalasHapus
  2. Waaah mudah banget ternyata. Nyoba ah :))

    BalasHapus
  3. Kapan2 kucoba, masih nyari fermipannya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pake ragi merk yang lain juga nggak papa Mbak Ela :)

      Hapus
  4. looks yummy banget mbaa..... aku mau coba bikin juga ah :)

    BalasHapus
  5. Delicious! ga perlu ke PH hihi

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...