Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2015

Reward Board

Reward board bisa menjadi bala bantuan saat kita ingin ada keteraturan atau perbaikan tingkah laku si kecil. Kita bisa berkreasi dalam membuatnya, serta meletakkan poin-poin apa saja yang kita inginkan. Dengan penampilan yang menarik, serta reward yang menggiurkan, maka reward board bisa menjadi sangat efektif untuk digunakan. Namun, ada hal-hal yang harus diperhatikan oleh orang tua, yaitu: Suami dan istri harus memiliki komitmen yang sama. Jika suami dan istri sudah sepakat untuk menggunakan reward board, serta menetapkan reward apa yang akan didapatkan oleh si kecil, maka harus komit dan konsisten. Jangan memberikan reward tersebut apabila si kecil tidak dapat memenuhi kriteria. Ajarkan anak tentang tauhid . Reward yang kita berikan tentu saja menggiurkan dan bisa memotivasi si kecil. Namun, perlahan ajari si kecil tentang tauhid, tentang Allah. Agar si kecil mengerti bahwa ada perintah dan ada larangan yang diberikan oleh Allah. Ada ganjaran berupa pahala dan dosa....

Bulir-bulir Cinta

Tengkiyuuuu banget buat Mbak Viana Wahyu yang udah kasih saya foto cakep inih. Tapi saya sampai sekarang belum bikin akun IG juga nih. FB, twitter, dan blog aja udah lumayan bikin saya gagal fokus buat nulis buku, apalagi kalau ada IG yak hihihi... makluuuum... masih lemah iman :D Duluuuuu... sewaktu kecil, saya amat sangat mengagumi buah delima. Buah cantik berwarna merah yang ada di dalam sebuah pot keramik yang besar, di salah satu rumah mewah di daerah tempat tinggal saya. Saking cantiknya, buah itu seperti buah plastik aja. Rasa buahnya? jangan tanya, saya sama sekali belum pernah mencobanya, sampai akhirnya saya dewasa. Ternyataaaaa... buah ini tuh enaaaak banget. Nah, kalau di pasar buah sini, harga per kg bisa menyentuh 156ribu rupiah, itu delima merah impor asli mesir. Kalau yang lokal, alias yang ditanam oleh orang Pekanbaru, aseeeeeem... dari jenis delima putih. Naaaaah... mari kita budayakan tanaman cantik yang kaya manfaat bagi kesehatan ini. Jangan sampe kebur...

KEB: Rumah Nyaman Bagi Blogger Perempuan

Waaaaah... nggak terasa Kumpulan Emak2 Blogger (KEB) udah 3 tahun aja. Komunitas ini keren banget deh. Nggak akan ada habisnya untuk ngebahas betapa keren dan bermanfaatnya menjadi bagian dari keluarga KEB (postingan Ultah KEB yang pertama) :) Komunitas ini menjadi sarana saling bersilaturahmi antara blogger perempuan Indonesia di seluruh dunia. Iyah, member KEB banyak juga yang di luar negeri!. Kalau ditanya dapet apa aja setelah gabung dengan KEB, waduuuuh... buanyak banget! nggak percaya? gabung deh di KEB. Paling simplenya nih yah, kita jadi makin semangat ngeblog, berbagi lewat tulisan. Belum lagi kalau kita butuh ilmu seputar parenting, menulis, resep masakan, make u p, buku, tempat untuk liburan, dll tinggal blogwalking ajah, semua kompliiiiit... plit... dibagi tanpa pelit semua ilmu-ilmunya. Lewat KEB juga saya bisa ketemu blogger-blogger perempuan yang kereeen, yang berasal dari kota saya, Pekanbaru (cerita kopdar). Jadi makin banyak temen yang punya passion sa...

Persembahan

Setidaknya, saya telah berbuat. Memungut serpihan jejak kebaikan yang ada pada masa remaja, meraciknya kembali untuk dihidangkan kepada pembaca, generasi muda bangsa. Jangan gampang menyerah dan berputus asa dari rahmat Sang pencipta. Dunia terus berputar. Kegagalan hari ini jangan sampai menjadi penghalang permanen buat melangkah dari keterpurukan menuju kesuksesan

Bunda Lebih Pintar Dari Ummi

Suatu hari, Si Abi bertanya, apakah saya tak ingin menulis tentang isu-isu seputar dunia pendidikan saat ini. Itu dia tanyakan saat dulu heboh tentang kurikulum. Apakah saya tidak ingin menulis buku yang sesuai dengan latar belakang pendidikan saya. Hmmmm... sama sekali tak terpikirkan oleh saya menulis tentang itu, sekalipun hanya di blog saja, tidak mengirimnya ke koran lokal agar masuk kolom opini, apalagi menjadi sebuah naskah buku yang utuh. Untuk buku tentang manajemen pun hanya ada 1 buah buku yang sudah terbit dan 1 buah buku lagi yang masih sedang dalam proses di penerbit. Saya terlalu sibuk, terlalu asyik menyelami ilmu-ilmu yang tak pernah saya dapati di bangku sekolah maupun perkuliahan. Saya berkutat dengan resep masakan dan kue, saya tenggelam dalam bacaan-bacaan yang berhubungan dengan dunia anak, panci, deterjen, tanaman, dll. Yup... yang identik dengan urusan domestik. Sesuatu yang dulu saya anggap tidak penting, hal biasa dan naluriah saja. Kondisi saya saat...

Memanfaatkan Sisa Kuah Kolak

Sore itu, untuk camilan saat hujan turun rintik-rintik, saya membuat kolak pisang ubi rambat. Dapet pisang 1 sisir dari Mbah saya. Jangan tanya jenisnya, saya nggak paham jenis-jenis pisang :D Bahannya gampang banget, cuma pisang, ubi rambat, santan segar, gula pasir, gula merah, sedikit garam, dan daun pandan. Nah, besoknya ternyata setelah dimakan 2 mangkok buat sarapan, kuah kolaknya masih bersisa lumayan banyak. Sayang kalau dibuang. Masih ada sih pisang or ubi rambatnya, tapi mau dimasukkin lagi, udah kadung bosen, masa kolak lagi. Akhirnya saya bikin agar-agar ajah. Jadi, saya beli agar-agar yang bungkus kuning. Kuah kolaknya udah manis, ngak perlu ditambah gula lagi. Trus, ada biskuit gabin 4 keping, saya patah-patahkan, masukkan ke dalam loyang. Setelah agar-agar matang, tuang deh ke dalam loyang. Biarkan hingga beku, lalu masukkan ke dalam kulkas. Sajikan dingin-dingin, uenaaaaak! :)

Sarapan

Menulis buku ini... seperti tengah "menampar" diri berkali-kali. Menikah bukan sekadar memiliki seseorang yang akan menjadi sisian keseharian, menikah berarti juga berjalan bersisian dan bergandengan tangan bersama menggapai SAMARA... (Oci YM)

Tahu Bakso Ayam Ala Ummi

Sekarangkan lagi musim hujan nih. Di Pekanbaru, siang lumayan panas, ntar sore pas mau maghrib gitu, udah hujan aja. Waaaaaah... enak juga kalau makan yang anget-anget yah. Rencananya mau bikin soto, tapi boseeeen soto mulu. Mendadak, kebayang tahu bakso, yummmmmmy!!! Bisa sih beli, tapiiii pengen porsi yang banyak. Lagipula, kalau beli itu pasti pake MSG, sementara di rumah, masakan saya bebas MSG. Akhirnya, bikin sendiri!. Puaaaaaas deh, bisa makan berporsi-porsi hihihi... walaupun baru pertama kali bikin, rasanya nggak kalah deh sama buatan abang tukang bakso :D Buat teman yang pengen nyobain bikin sendiri, boleh sontek resep saya yang super duper gampang dan praktis gitu. Cocok buat mak-mak rempong kaya' kita. Bahan dan cara membuatnya Bahan: Baksonya: Tahu 15 buah (potong 2 miring, jadi berbentuk segitiga, goreng) Ayam 1/4 (bagian dada, haluskan) Bawang putih 5 siung (haluskan) 1 sdt merica garam secukupnya 100gr tepung kanji Kuah: Tulang...

Pertama Kali Nai Cabut Gigi

Yeaaaaaay! Nai udah tumbuh gigiiiii... Tapiii... gigi susunya belum goyang sama sekali. Jadi, gigi barunya tumbuh di belakang gigi susunya. Tumbuhnya juga agak miring. Haduuuuh... saya sempet khawatir giginya bakal berantakan ntar. Pertama kali ngalami hal ini, saya sempet bingung juga harus gimana. Si Abi bilang, tenang aja, ke dokter gigi, cabut deh gigi susunya. Ya ampuuuun... emang yah si Ummi, gituan aja dibikin ribet :D Nah, akhirnya kami pergi deh ke Rumah Sakit. Ampuuuuun... antriannya puanjaaang. Kasihan adek Khai, baby kan nggak baik lama-lama di RS. Mau nggak ikutan, saya ngerasa sayang juga kalau nggak mendampingi Nai pertama kali dia cabut gigi. Laluuuu... nyerah deh. Akhirnya kami ke klinik kecantikan gigi, Perfect Smile. Haduuuuuh... segitunya banget yak, buat nyabut gigi susu aja. Bukan apa-apa sih, saya udah 3 kali ke klinik ini, waktu saya bermasalah dengan gigi dan gusi. Saya ngerasa nyaman aja di sini. Sesampainya di klinik, nggak pake nunggu lama, kami...

Godok Pisang Ala Ummi

Beneraaaaan, ini tuh godok pisang hihihi... ada yang protes, kok godok pisang bisa rapih gini yak, beda dari kebanyakan. Maklum, yang inih udah dimodifikasi. Biasanyakan godok pisang itu bahannya tepung terigu, pisang, sedikit gula, dan garam. Bentuknya juga nggak beraturan. Nah, kalau yang ini agak beda resepnya. Nggak cuma lebih "cantik", rasanya juga lebih enak. Langsung aja yak ^_^ Bahan: Pisang 6 buah Tepung 200gr Susu UHT 100ml Ragi 1 sdt Garam seujung sdt Gula 1 sdt Telur 1 butir Cara membuatnya: Kocok telur, gula, dan masukkan susu UHT Tambahkan pisang yang telah dilumatkan Masukkan ragi lalu tepung, dan terakhir garam Kacau sampai rata, lalu diamkan 30 menit Bentuk adonan bulat-bulat dengan menggunakan 2 buah sendok, lalu goreng 

Cerewet

Assalamamu'alaikum... hai... hai... temans, pembaca setia serba-serbi hari Ummi :) Udah 2015 yak. Postingan pertama nih. Banyak blog yang saya baca, postingan awalnya heboh ngomongin resolusi. Ada juga yang nggak pake resolusi-resolusian, tahun baru islam udah lewat. Yah, terserah sih, buat yang buat resolusi juga nggak masalah, karena kalender yang dipakai kalender masehi. Ada spirit yang berbeda aja pas udah ganti kalender baru. Moga aja, semangat untuk mencapai resolusinya melebihi semangat pas nulisnya yak *nunjuk idung sendiri :D Saya sendiri, ada rasa untuk memperbaiki diri dalam interaksi saya di sosmed. Saya pengen lebih cerewet hihihi... Keseringan jadi silent reader sih ya. Padahal, sampai saat saya nulis postingan ini, saya punya 1.818 teman FB,  393 followers Twitter, dan 88 oarang followers web ini. Lumayan banyakkan yah. Walaupun hanya 20% orang yang saya kenal dengan baik di dunia nyata, sisanya 80% adalah teman penulis, blogger, pembaca buku saya, or ora...