Langsung ke konten utama

Godok Pisang Ala Ummi


Beneraaaaan, ini tuh godok pisang hihihi... ada yang protes, kok godok pisang bisa rapih gini yak, beda dari kebanyakan. Maklum, yang inih udah dimodifikasi. Biasanyakan godok pisang itu bahannya tepung terigu, pisang, sedikit gula, dan garam. Bentuknya juga nggak beraturan. Nah, kalau yang ini agak beda resepnya. Nggak cuma lebih "cantik", rasanya juga lebih enak. Langsung aja yak ^_^

Bahan:

  • Pisang 6 buah
  • Tepung 200gr
  • Susu UHT 100ml
  • Ragi 1 sdt
  • Garam seujung sdt
  • Gula 1 sdt
  • Telur 1 butir
Cara membuatnya:
  • Kocok telur, gula, dan masukkan susu UHT
  • Tambahkan pisang yang telah dilumatkan
  • Masukkan ragi lalu tepung, dan terakhir garam
  • Kacau sampai rata, lalu diamkan 30 menit
  • Bentuk adonan bulat-bulat dengan menggunakan 2 buah sendok, lalu goreng 

Komentar

  1. godok pisang itu artinya goreng pisang. Kalau di sunda kan godog itu rebus. Jadi yang terpikir sama saya pas lihat judulnya kirain pisang rebus :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi... godok itu, artinya bulat Mbak klo di sini, bukan godog :D

      Hapus
  2. Mbak Oci ini makin kreatif aja masaknya. Langsung kukopas lho ke word :-) Makasih ya resepnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masama Mbak.

      Camilan buat anak Mbak, daripada jajan sembarangan :)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

#DearDaughter Untuk Nai Tercinta

Dear... Khansa Nailah Gadis kecil berkerudung yang sangat ceriwis dan baik hati. Bayi mungil ummi yang kini telah berusia 4 tahun. Rasanya waktu berjalan begitu cepat. Ummi masih merasa baru kemarin Nai ummi kandung, ikut dalam setiap aktivitas ummi. Saat mengandung Nai, ummi super sibuk. Ummi mengajar full dari hari senin sampai jum'at, dan sabtu minggunya Ummi Kuliah S2. Nai Ummi bawa naik turun tangga sampai 3 lantai, setiap hari. Tapi kamu baik-baik saja, kita berdua kuat. Saat hamil Nai, Ummi juga ngidam lho, sama seperti ibu-ibu hamil lainnya. Tapi ngidam Ummi sedikit berbeda, Ummi ingin jalan-jalan pakai Honda Jazz Sport keluaran terbaru hihihi... aneh yah, Abi dan Opa mu sampai bingung. Keluarga kita nggak ada yang punya mobil itu, tapi Alhamdulillah ternyata teman sekantor Opa baru beli mobil itu, jadi kesampaian deh ngidam Ummi. Hari-hari yang Ummi lewati saat mengandung Nai, semuanya luar biasa, Ummi sangat menikmatinya, walaupun berat badan Ummi Naik drastis, ...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...