Langsung ke konten utama

Bakso Goreng Ala Ummi

Tetangga saya ada yang menjual bakso goreng. Bakso gorengnya laris, tiap sore anak-anak bakal antre untuk membelinya. Baksonya bulatan yang berukuran kecil, yang 1 tusuknya berisi 3 bakso. Nai termasuk yang doyan banget jajan ini. Bakso tersebut dijual seharga seribu rupiah aja, tapi nai bisa menghabiskan 5 tusuk sendirian, dan itupun katanya masih kurang.

Akhirnya, biar Nai puas makan bakso goreng, umminya deh yang turun gunung eh turun ke dapur buat bikin bakso. Bikinnya nyambi ngasuh adek Khai, jadi penampakannya agak abstrak, nggak bulat cantik gitu hihihi... tapi alo rasa mah, lumayaaaaan laaaah :D

Oke deh, lanjut ke resepnya aja yah:

Bahan:
  • 1/4 dada ayam yang udah diambil dagingnya aja
  • 1 butir telur
  • 4 kotak es batu, kotak kecil yah 
  • 2 sdm tepung kanji
  • 1 sdm bawang putih cincang
  • 2-3 sdt garam
  • 1 sdt merica bubuk
  • 1 sdm minyak goreng
  • 1/2 sdm baking powder
  • 1/2 sdm gula pasir
Cara membuatnya: semua bahan saya campur dan saya blender. Setelah itu dibentuk dengan menggunakan sendok, masukkan ke dalam air yang mendidih. Setelah bakso mengapung, angkat.



Bakso kemudian ditusuk dengan tusuk sate. Saat akan digoreng, bakso dicelupkan ke dalam adonan telur yang telah dikocok lepas.

Jadi deh... Nai doyan, apalagi ukuran baksonya saya bikin gede. Bakso yang belum digoreng, disimpan di freezer. Kapan Nai pengen, tinggal goreng.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

#DearDaughter Untuk Nai Tercinta

Dear... Khansa Nailah Gadis kecil berkerudung yang sangat ceriwis dan baik hati. Bayi mungil ummi yang kini telah berusia 4 tahun. Rasanya waktu berjalan begitu cepat. Ummi masih merasa baru kemarin Nai ummi kandung, ikut dalam setiap aktivitas ummi. Saat mengandung Nai, ummi super sibuk. Ummi mengajar full dari hari senin sampai jum'at, dan sabtu minggunya Ummi Kuliah S2. Nai Ummi bawa naik turun tangga sampai 3 lantai, setiap hari. Tapi kamu baik-baik saja, kita berdua kuat. Saat hamil Nai, Ummi juga ngidam lho, sama seperti ibu-ibu hamil lainnya. Tapi ngidam Ummi sedikit berbeda, Ummi ingin jalan-jalan pakai Honda Jazz Sport keluaran terbaru hihihi... aneh yah, Abi dan Opa mu sampai bingung. Keluarga kita nggak ada yang punya mobil itu, tapi Alhamdulillah ternyata teman sekantor Opa baru beli mobil itu, jadi kesampaian deh ngidam Ummi. Hari-hari yang Ummi lewati saat mengandung Nai, semuanya luar biasa, Ummi sangat menikmatinya, walaupun berat badan Ummi Naik drastis, ...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...