Langsung ke konten utama

Beda Tapi Sama (Menikmati Perbedaan)


Ah, kita kan memang beda.”
”Ya gitu deh, nggak ada lagi kecocokan diantara kita, terlalu banyak perbedaan yang ada.”
”Kamu ya kamu, aku ya aku!. Sorry, kita beda”

Well, banyak pernyataan lainnya yang menunjukkan bahwa perbedaan itu bisa menjadi sesuatu yang tepat untuk dijadikan sebagai alasan mengakhiri sebuah hubungan. Wah, kalau udah ada kata akhir-mengakhiri, jarang-jarang hubungan harmonis sebelumnya akan tetap ada untuk selanjutnya. Baik itu hubungan kerja, pertemanan, atau bahkan percintaan.

Bicara tentang perbedaan, selama ini saya selalu merasa berada di zona nyaman bersama orang yang benar-benar berbeda dari saya. Ah becanda! Mungkin banyak yang akan berkata begitu. Beda itu repot lho! Komentar yang lebih sengit mulai muncul. Tapi suweeeeer deh. Saya ingat, saat saya masih duduk di Sekolah Dasar, saya bersahabat dengan orang yang sangat menyukai Andy Lau, sementara saya lebih menyukai Jet Li. Saat saya di Sekolah Menengah Pertama, saya bersahabat dengan orang yang biasa belajar setiap malam, sementara saya sendiri biasa belajar dengan sistem kebut semalam. Saat saya di Sekolah Menengah Atas, saya bersahabat dengan orang yang sangat menyukai suasana alam, sementara saya sangat menyukai suasana perkotaan. Lalu, saat saya duduk di bangku Perguruan Tinggi, saya bersahabat dengan seseorang yang sangat menyukai martabak bangka, sedangkan saya lebih menyukai martabak mesir. Saat saya menikah, saya menikahi seseorang yang sangat menyukai tempe, sementara saya malah sangat menyukai tahu.

Saat mengingat itu semua, terkadang saya bisa tertawa lebar. Bagaimana mungkin hal yang remeh-temeh begitu bisa menjadi analogi bahwa suatu perbedaan itu memang indah. Bukankah dalam sebuah hubungan harus ada benang merah yang bisa mengikat hati. Bukankah sebuah kebersamaan harus ada berbagai persamaan. Misalnya, punya hobi yang sama, punya makanan kesukaan yang sama, punya tujuan tempat berlibur yang sama, punya warna favorit yang sama, atau punya selera musik yang sama.
Oke deh, boleh juga. Tapi apa serunya, ibaratnya nih seperti kita sedang nonton sebuah film bersama, kemudian setelah selesai menonton film kita ngomongin film tadi, padahal kita kan sama-sama menontonnya. Pasti seru kalau seandainya kita menonton film yang berbeda, misalnya yang satu nonton film komedi, yang satu lagi nonton film horor, trus setelah itu masing-masing membahas apa yang yang sudah ditontonnya. Menyenangkan bukan!.

Dulu, saya pernah sangat tidak menyukai sebuah perbedaan. Mengapa saya tidak memiliki kulit yang putih, tubuh yang tinggi,  jari-jari yang lentik, dan segudang keluh kesah lainnya yang berkaitan dengan fisik dan materi. Tapi saya akhirnya sadar, bagaimana kalau seandainya semua orang di dunia ini memiliki fisik yang sama, aktivitas yang sama, juga rumah yang sama. Bagaimana kita akan saling mengenali, bagaimana kita akan tahu yang mana rumah kita, dan bukankah kita juga akan dihinggapi kebosanan tingkat tinggi.

Ternyata Allah Swt itu memang Maha baik, Allah telah mengatur segalanya dengan sedemikian rupa. Tidak akan ada yang sia-sia dari ciptaan-Nya. Dengan perbedaan, kita bisa lebih saling mengenali, karena adanya perbedaan dunia ini tampak menjadi lebih indah, berwarna, dan tidak membosankan. Bahkan dengan perbedaan, kita bisa belajar untuk saling mengerti, menghargai, bekerja sama, dan berbagi. Duh indahnya yah. Tapi yang harus kita ingat, perbedaan yang menyangkut dengan akidah, tetap memiliki pakem-pakem yang harus kita taati. Ada batasan toleransi.

Baiklah, kembali kepada perbedaan-perbedaan yang sudah saya tulis di awal. Bila diamati dengan seksama, hal-hal tersebut adalah beda tapi sama. Lho, kok bisa? Ya, bisalah. Nih, kalau nggak percaya, Andy Lau dan Jet Li itu memang orang yang berbeda, tapi bukankah mereka sama-sama bintang film China, Belajar setiap malam dan belajar sistem kebut semalam itu bukankah tetap saja sama-sama belajarnya pada malam hari. Demikian juga dengan suasana alam dan suasana perkotaan itu adalah sama-sama ciptaan Allah. Ah, masa sih!, hmmmmm... nggak percaya, gedung-gedung tinggi menjulang tersebut adalah hasil karya dari otak manusia, dan otak manusia itu bukannya juga ciptaan Allah. Lalu mengenai martabak bangka dan martabak mesir, biar bagaimanapun namanya tetap saja sama-sama martabak. Begitu juga dengan tahu dan tempe, bukankah keduanya sama-sama berasal dari kacang kedele. So, percayakan?.



Komentar

  1. beda itu seru mbaaa. contohnya kalau makan di resto, kalo seleranya beda jadi bisa icip2 xixixi

    BalasHapus
  2. Iyaaaaaa... That's right Mbak Windi :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bersama Anak Liburan Dadakan Tapi Berkesan

Apa jadinya kalau keluarga yang jarang liburan, pas mau liburan eh si anak demam. Duh... Susah buat diungkapin kan yah. Ada sedih, bingung, kesel, nyesel, dll. Semua bayangan tentang liburan indah mendadak buram, karena liburan terancam batal. Padahal, liburannya udah dinanti-nanti banget. Yah, begitulah kira-kira yang saya rasakan pas mau liburan, eh adek khai demam. Pengaruhnya nggak cuma ke saya atau si Abi, tapi juga Mbak Nai. Sedih adeknya sakit, dan sedih juga kalau liburannya jadi batal. Habisnya, Mbak Nai udah bayangin gimana serunya liburan nanti, trus bakal diceritakan ke teman-teman di sekolahnya. Begitulah... Kami sekeluarga nggak pernah menyiapkan waktu khusus untuk liburan. Jadi, yang namanya liburan itu bisa dadakan aja atau pas sekalian ada moment tertentu, seperti undangan pernikahan dari luar kota. Jadi, bisa dibilang liburannya nggak jauh-jauh juga, bisa di seputar Riau aja, seperti ke Siak atau luar kota seperti ke Sumatera Barat. Transportasi yan...

Me Time Mandi Parfume dengan Vitalis Parfumed Moisturizing Body Wash

Bismillahirrahmairrahim Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Sahabat Ummi... Sejak menjadi seorang Ummi, alias perempuan yang sudah punya anak, ada satu aktivitas yang menjadi sebuah kemewahan tersendiri buat saya. Yaitu, mandi. Hah, serius? Serius lho. Mandi itu bisa jadi sebuah me time . Nggak harus berlama-lama di dalam kamar mandi, karena kadang tak seindah ekspektasi. Sejak menjadi seorang Ibu, biasanya kita mulai begitu ahli bagaimana melakukan mandi secepat kilat. Sebelum bocah menggedor kamar mandi sambil nangis karena kehilangan Ibunya, walaupun baru nggak kelihatan 3 menit :D Baiklah, nikmati saja masa-masa itu, karena nggak bakal lama. Suatu saat nanti bisa jadi kita bakal merindukannya. Nah, bagaimana bisa tetap mandi kilat tapi kitanya jadi bersih dan wangi juga happy ?, tentu saja semua berhubungan dengan sabun mandi yang kita gunakan. Of course , penting sekali memilih sabun mandi yang tepat. Setidaknya kriteria pemilihan sabun mandi ...

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...