Langsung ke konten utama

Resep Salad Khas Kampar (Kabu)


Siapa yang tidak kenal dengan pecal, karedok, dan lotek. Bisa jadi itu adalah makanan sayur-sayuran segar favorit keluarga temans. Sayuran mentah atau sayuran yang dikukus sebentar, ditambah dengan kuah yang nikmat, terlebih bahan-bahan kuah tersebut diulek langsung ketika kita hendak menyantapnya.

Nah, kali ini saya akan berbagi sebuah resep olahan sayur yang nggak kalah fresh dari olahan yang telah saya sebutkan di atas. Mungkin belum banyak yang mengetahui tentang Kabu, begitu biasanya makanan ini disebut. Tapi, bagi masyarakat kampar dan sekitarnya atau orang-orang keturunan daerah tersebut yang bermukim di Pekanbaru, sudah tidak asing lagi dengan Kabu. Kabu menjadi salah satu hidangan wajib saat berbuka puasa di bulan Ramadhan.

Baiklah, saya akan langsung menjabarkan bahan-bahan dan cara membuatnya. Selain bahan-bahannya yang mudah untuk ditemukan, cara membuatnya juga tidak sulit.

Bahan:
1. Kol 
2. Timun
3. Lasa (direndam dengan air panas)
4. Kacang Tanah (disangrai, lalu haluskan)

Bumbu
1. Bawang putih
2. Cabe
3. Jahe
4. Ketumbar
5. Garam secukupnya
6. Jeruk nipis 
7. Santan kelapa segar (kelapa yang telah diparut diperas dengan air matang) 

Cara Membuatnya:

Cuci kol dan timun hingga bersih. Kol diiris halus, demikian juga dengan timun dipotong kecil-kecil. kemudian masukkan ke dalam piring bersama dengan lasa yang telah direndam dengan air panas. Haluskan bumbu yang terdiri dari bawang putih, cabe, jahe, dan sedikit garam. Kemudian sangrai kacang tanah bersama dengan ketumbar, lalu haluskan. Campurkan bumbu yang telah dihaluskan tadi dengan kacang tanah dan ketumbar yang juga telah dihaluskan ke dalam mangkuk yang berisi santan segar. Kacau hingga rata, setelah itu siramkan ke atas sayuran dan lasa yang telah disusun di dalam piring. terakhir, beri perasan jeruk nipis di atasnya.




Mohon maaf tidak menggunakan takaran, karena benar-benar tergantung selera. Apabila ingin lebih berkuah, maka kita bisa membuat kuahnya lebih banyak. Demikian juga untuk rasa pedasnya.

Bagaimana? mudahkan cara membuatnya. Silahkan dicoba, siapa tahu nanti malah menjadi hidangan favorit keluarga :)

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...

Kopdar Pertama Kumpulan Emak-emak Blogger Pekanbaru

Bisa dibilang, ini kopdar dadakan. Berawal dari salah satu mak-mak cantik bernama Ewida di KEB yang ngabsen siapa aja blogger Pekanbaru. Alhasil, unjuk gigi beberapa orang dan akhirnya kami sepakat untuk bertemu pada hari minggu, tanggal 5 Agustus 2012 di Perpustakaan keren Soeman HS Pekanbaru. Saya datang sedikit terlambat, setengah jam lah, karena susah payah ngerayu Nai. Terpaksa deh bilang mau ke mall, eh tapi saya nggak bohong lho, bis dari kopdar memang kami ke mall hihihi… Sampai di sana, kami ngumpul di lantai 2 tepatnya di ruangan kedap suara, so bisa cuap-cuap bebas tanpa khawatir ditimpuk buku sama pengunjung pustaka lain atau ditegur sama yang jaga puswil xixixi… maklum yang ngumpul emak-emak, so pasti heboh. Nah, berhubung ini adalah pertemuan pertama, jadi kami saling berkenalan. Ada saya, Oci YM yang unyu-unyu pakai ungu hihihi… *narsis akut. Trus ada Mbak Ewida yang cantik banget alias awet muda karena nggak nyangka kalau anaknya udah pada gede-gede. Tr...