Langsung ke konten utama

Bolu Kukus Tape Singkong


Bolu kukus memang paling gampang untuk dibuat, rasanya juga enak. Nah, waktu itu ada tape singkong di rumah. Saya udah lama juga nggak makan bolu tape. Jadi, berhubung lagi rajin banget dan si adek aman terkendali, akhirnya saya dan Nai bereksperimen kembali di dapur hehehe... maklum saja, biasanya kalau pengen makan bolu tape, saya biasanya memesan, bukan membuat sendiri. Apalagi belum punya oven. Tapi ternyata, bolu tape dikukus enaaaaak juga.

Berbekal dari resep yang saya dapatkan di Mbah google, akhirnya bahan-bahan yang ada langsung saya eksekusi. Sedikit improvisasi, di atas bolu saya taburi keju, yang ternyata meleleh saat dikukus. Selain itu, saya tidak menggunakan cetakan muffin seperti yang dikatakan resep, melainkan cetakan bolu kukus. Alhasil, penampakannya seperti bolu kukus yang lagi ketawa malu-malu. Tapi kalau soal rasa. jangan ditanya, enak begindang karena masak di dandang *halaaaaah :D

Lagi-lagi semua suka (semua itu adalah saya, si Abi, dan Nai :D) dan bolu kukus tape singkong ini juga dijadikan bekal untuk dibawa Nai ke sekolah. Sungguh, prestasi banget buat saya yang masih sempat membuat sendiri bekal untuk Nai, walaupun rempong ngurus ini itu, termasuk si adek yang masih baby. Semangaaaaat, karena ini akan menjadi bagian tersendiri untuk Nai kenang :) *lap aer mata

Bahan-bahan:
  •     85 gram margarin
  •     100 gram tape singkong
  •     5 butir telur
  •     85 gram gula pasir
  •     1 sendok teh emulsifier (sp/tbm)
  •     100 gram tepung terigu protein sedang
  •     2 sendok makan susu bubuk
  •     1/2 sendok teh baking powder

Cara membuat:
  1. Kocok margarin hingga lembut. Tambahkan tape singkong. Kocok rata. Sisihkan.
  2. Kocok telur, gula pasir, dan emulsifier hingga mengembang. Masukkan tepung terigu, susu bubuk, dan baking powder sedikit-sedikit sambil diayak dan diaduk rata.
  3. Tuang sedikit adonan telur ke dalam campuran margarin. Tuang kembali ke  dalam campuran telur sambil diaduk rata.
  4. Tuang adonan ke dalam loyang muffin yang dialas cup kertas. Kukus di atas api sedang 10 menit sampai matang.


Komentar

  1. ternyata tape singkong bisa dibuat bolu kukus juga ya.... saya baru tahu :)

    BalasHapus
  2. kayak nya enak nih bolu kukusnya, digambar kyk lumer gitu..
    jdi ngiler..pngn nyoba bikin dirumah.. :D
    ijin praktekin resepnya dirumah yak hehe

    isi pulsa bonus pulsa

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

#DearDaughter Untuk Nai Tercinta

Dear... Khansa Nailah Gadis kecil berkerudung yang sangat ceriwis dan baik hati. Bayi mungil ummi yang kini telah berusia 4 tahun. Rasanya waktu berjalan begitu cepat. Ummi masih merasa baru kemarin Nai ummi kandung, ikut dalam setiap aktivitas ummi. Saat mengandung Nai, ummi super sibuk. Ummi mengajar full dari hari senin sampai jum'at, dan sabtu minggunya Ummi Kuliah S2. Nai Ummi bawa naik turun tangga sampai 3 lantai, setiap hari. Tapi kamu baik-baik saja, kita berdua kuat. Saat hamil Nai, Ummi juga ngidam lho, sama seperti ibu-ibu hamil lainnya. Tapi ngidam Ummi sedikit berbeda, Ummi ingin jalan-jalan pakai Honda Jazz Sport keluaran terbaru hihihi... aneh yah, Abi dan Opa mu sampai bingung. Keluarga kita nggak ada yang punya mobil itu, tapi Alhamdulillah ternyata teman sekantor Opa baru beli mobil itu, jadi kesampaian deh ngidam Ummi. Hari-hari yang Ummi lewati saat mengandung Nai, semuanya luar biasa, Ummi sangat menikmatinya, walaupun berat badan Ummi Naik drastis, ...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...