Langsung ke konten utama

Nai Manasik Haji

Hari Sabtu lalu, Nai manasik haji. Ummi nggak bisa nemenin. Pengen sih ikut, Tapi adek Khai masih 3 bulanan, trus di sana ntar kalau adek mau ngeASI gimana, belum lagi udara di Pekanbaru sedang nggak bagus, biasalah asap. Jadi, Nai cuma ditemenin sama Abi. Ummi cuma liatin fotonya aja :D


Jam 7 Pagi, Nai harus udah kumpul di sekolah. Nai minta dibuatin bekal, bihun goreng pakai sosis dan telur. Padahal udah sarapan lho. Trus di sana ntar juga bakal dapat snack dan makan siang. Kalau Nai nggak makan bihunnya, ada Abi kok yang siap buat bantuin hihihi...

Nai berangkat dari sekolah ke lokasi manasik haji dengan menggunakan bis, bareng guru dan teman-temannya. Bus yang di pakai Nai ini duluna bus yang biasa saya naikin juga waktu jaman kuliah S1 dulu, bis kampus tercinta. Ya ampuuuuuun... waktu berlalu begitu cepat yak :)


Nai ngikuti manasik hajinya semangat banget. Senang karena dapet barisan paling depan, biasanya baris paling belakang mulu pas mau masuk sekolah, maklum, temennya datang kecepatan, jadi Nai keduluan (bahasa halus dari TERLAMBAT :D)



Lihat fotonya aja Ummi udah senang. Mudah-mudahan Allah nanti mengundang kita untuk bertamu ke rumahNya yah, Nak! :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...