Langsung ke konten utama

Rumah Baru, Lebih Fresh!


Alhamdulillah.... Yeaaaaaay! pertama-tama (halaaaah), saya mau ngucapin thank's bingiiiiit buat Mbak Mayya yang udah mendesain blog saya ini, sekaligus ngurusin semua muanya, jadilah rumah baru saya ini www.ociym.com Kedua, buat Febrianosaurus, temen baik saya waktu SMA, yang udah mau direpotin sama saya buat bikin gambar headernya. Nih temen kece banget deh gambar-gambarnya, dia juga yang pernah jadi ilustrator buat 2 buku saya. Kamsiaaaaaaa...

Keinginan ini udah lamaaaa banget, tapi karena ada satu, dua, tiga, empat, ...., hal yah belum kesampaian. Nah, bulan kemaren, keinginan tersebut makin kuat, plus udah dapet ijin juga dari si Abi (sekaligus pendanaan tentunyah :D ). Biar si Ummi makin semangat nulis ceritanya, yah pas gi buntu nulis buku, nggak ada salahnya nulis yang lain-lain di blog. Daripada si Ummi bengong, trus bosen, minta jalan-jalan mulu, waaaah gaswaaat buat pengeluaran hihihi... mending fasilitasi modem aja setiap bulan, katarsis gitu lho!.

Gimana? cakeeeeep nggak rumah baru saya, tentu dong, banyak yang bilang lebih fresh!. Yah, walaupun ni warna atas pemaksaan si Abi (warna kesukaan do'i). Tapi nggak papa, sebagai istri yang shalihah saya manut ajah hehehe...

Oke deh, moga ntar semangat ngeblog saya makin naik grafiknya. Buat temans yang udah mampir, sudilah untuk meninggalkan komentar-komentar, sebagai jalinan komunikasi antara kita. Ntar kalo waktu saya banyak (nggak tepar sama urusan domestik), di sini nggak mati lampu, modem nggak lelet, laptop nggak dibajak anak, bla... bla... bla... (banyak ngelesnya) saya juga akan berkunjung balik.

So, buat temans yang pengen bikin rumah baru or udah bosen dengan desain templatenya, pengen desain yang lebih personal, sila hubungi Mbak Mayya ajah, desainnya oke, harganya juga bersahabat :)

Happy Blogging!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...