Langsung ke konten utama

Donat empuk, enak, mudah, tanpa diuleni


Udah lama banget nggak bikin donat. Kalau lagi pengen biasanya tinggal beli aja. Yah, alasan klasik sih, males buat nguleni hihihi... maklum sajah, dulu saya kalau buat resepnya ribet amat, saya buat donat ubi dan donat ketan hitam. Sekarang ada baby, tambah susah deh. Eh, Nai malah kangen makan donat bikinan ummi, buat bekal sekolah katanya.

Akhirnya, demi mewujudkan permintaan Nai, saya googling nyari resep donat yang empuk, enak, mudah, tanpa diuleni. Taraaaaaaa... dapet! saya langsung nyangkut di blog kerennya Mbak Diah Didi. Ya ampuuuuuun, padahal saya sering juga wara-wiri di blog Mbak Diah Didi, secara dia juga member Kumpulan Emak2 Blogger (KEB), seharusnya langsung search di blog Mbak Diah Didi aja yak. Tapi nggak papa, walaupun terlambat, yang penting saya bisa menemukan resep donat empuk, enak, mudah, tanpa diuleni ini. Bahan-bahannya gampang, bikinnya juga nggak lama, kerennya lagi nih, nggak perlu pake tenaga dalam buat nguleni, karena kita nggak perlu nyentuh adonannya, cukup pake sendok ajah!

Oke deh, langsung aja yak bahan dan cara pembuatannya yang saya sontek dari blog Mbak Diah Didi:
  • 50 gr mentega tawar (karena nggak ada mentega seperti resep aslinya, saya pakai margarin blue band, karena males, nggak saya lelehkan, langsung aja, Alhamdulillah tetep jadi)
  • 50 gr gula pasir
  • 2 butir telur
 Bahan tersebut dicampur, aduk rata pakai whisk
  • 200 ml susu cair (susu UHT plan)
  • 1/2 sachet ragi instan (fermipan)
campurkan ke bahan pertama tadi, aduk rata pakai whisk
  •  300 gr tepung terigu protein sedang
  • 1/2 sdt garam
Masukkan sedikit demi sedikit ke dalam adonan tadi, aduk dengan spatula sampai rata. Pelan-pelan saja, jangan terlalu kuat

Setelah itu, diamkan adonan selama 30 menit hingga mengembang 2x lipat, ditutup dengan plastik (saya cuma nutup pake piring :D)

Nah, tanda adonan sudah mengembang, ada rongga-rongga di adonannya, seperti ini:


Adonannya memang agak lembek, jadi untuk membentuknya dengan menggunakan dua buah sendok. Dibentuk bulat-bulat, nggak bolong tengahnya, tapi tetep donat jugakan hehehe...




Panaskan minyak goreng. Setelah minyak panas, gunakan api sedang, masak adonan yang sudah dibentuk.



Nah, begini penampakannya setelah matang, lumayan lah yaaaa, ntar pas udah dikasih topping bakal cantik kok :D



Selanjutnya, donat tinggal diberi toping deh. Saya pakai meises dan keju, donatnya dioles margarin dulu


Nai bilang, enaaaaaaaak banget!. Alhamdulillah... :)


Langsung deh dijadikan bekal sekolah



Komentar

  1. Yummmm, donatnya menggoda seleraaaa....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Donat memang selalu menggoda selera Mbak :)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...