Langsung ke konten utama

Gubernur Riau Annas Maamun Ditangkap KPK

Heboh.... ya heboh. Gubernur Riau Anaas Maamun tertangkap tangan oleh KPK di Cibubur. Diduga, Gubernur Riau hendak menyuap salah satu oknum penegak hukum. Tak main-main, milyaran rupiah ikut diamankan. Terang saja kejadian ini menjadi trending topic di dunia maya. Semua ikut berkomentar, share berita-berita yang terkait dengan kejadian ini, bahkan salah satu stasiun TV menyiarkan berita ini secara live.

Tak hanya penuh kontroversi dalam pemilihannya, Gubernur Riau Annas Maamun ini juga penuh kontroversi dalam kebijakan politiknya, pengangkatan anggota keluarganya menjadi pejabat daerah, dan yang paling hangat tentang kasus dugaan pelecehan seksual yang sempat menyerat namanya. Pertanyaannya, hendak menyuap dalam kasus apakah dia? ini yang belum bisa dipastikan, banyak pihak yang berspekulasi.

Di Facebook, Twitter, bahkan status BBM penuh dengan status-status tentang Gubernur Riau Annas Maamun yang ditangkap KPK. Kebanyakan yang saya baca, isinya menghujat, mensyukuri, bahkan membuat gambar parodi yang muaranya juga sama. Hanya satu status salah seorang teman yang sempat membuat saya sedikit merenung, yaitu:

"Mungkin kita terlalu sering menghujat pemimpin, dan lupa mendoakan mereka"

Hmmmmm... ya, mungkin saja. Baiklah, kita tunggu saja bagaimana kasus ini berjalan, apakah kelak Gubernur Riau Annas Maamun akan ikut menyusul seniornya, Gubernur Riau sebelumnya-Rusli Zainal?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...