Langsung ke konten utama

Nikmatnya Kehilangan Nikmat Tidur (Cerita Persalinan)


Pernah nggak mengalami kesulitan untuk tidur?. Saya rasa, hampir setiap orang pernah, sekalipun bukan pengidap insomnia. Kondisi fisik dan psikis sangat mempengaruhi. Perasaan sedih, bisa membuat seseorang kesulitan tidur, dan perasaan bahagia yang membuncah, juga bisa menjadi penyebab sulit tidur. Demikian juga dengan saya.

Untuk pertama kalinya saya mengalami kesulitan tidur yang amat sangat parah. Bukan karena besok ada ujian skripsi atau tesis, akan dilamar, atau akan melangsungkan akad nikah, melainkan keesokan harinya saya akan masuk ruang operasi untuk melahirkan anak kedua saya. Ya, ini pengalaman sulit tidur yang amat parah saya rasakan, karena saya benar-benar tak bisa tidur sama sekali.

Saat itu, setelah mendapati hasil lab tentang kondisi kesehatan saya, dokter menyarankan agar besok pagi saya melangsungkan operasi Secsio cesar. Menurut dokter, hasil lab menunjukkan kondisi kesehatan saya baik, bayi yang ada dikandungan saya sudah berusia 38 minggu. Dokter khawatir kondisi kesehatan saya nanti akan berubah. Tapi, saya minta diundur lusa saja.

Lah, kalau kondisi saya baik, mengapa saya harus segera di SC?. Itu karena pada kehamilan anak pertama saya, saya terkena eklamsia. Secara medis, kemungkinan besar berulang pada kehamilan berikutnya. Apalagi, di keluarga saya, ada yang mengalami eklamsia dan akhirnya ibu juga bayinya tak selamat. Saya pasrah, hanya berdoa kepada Allah, agar diberikan kemudahan.

Keesokan harinya, jam 1/2 9 malam saya berangkat ke rumah sakit. Saya diobservasi selama kurang lebih 1,5 jam, ditemani si Abi dan juga Nai yang ikut berbaring di sebelah saya. Setelah itu, saya pindah ke ruang rawat inap. Perawat mengatakan, operasi saya dijadwalkan jam 6 pagi, jadi saya harus sudah siap jam 1/2 6 pagi. Saya diminta untuk istirahat, biar besok pagi segar, fisik saya nggak drop.

Tapi ternyata, setelah dini hari pun saya tak kunjung bisa tidur. Saya hanya memandangi wajah Abi dan Nai yang tengah tertidur pulas. Saya tak tahu, kemana perginya rasa kantuk. Padahal, saya sangat khawatir, kalau saya tidak tidur dengan nyenyak, maka kondisi saya bisa memburuk. Saya sudah berusaha, namun sekalipun mata saya terpejam, tak sedetikpun saya tertidur. Akhirnya, yang saya lakukan adalah beristighfar sampai shubuh.

Tepat jam 5 Shubuh, dengan bantuan Si Abi, saya mandi, lalu berwudhu dan melaksanakan shalat shubuh. Setelah itu, menggunakan pakaian khusus yang telah disiapkan oleh perawat. Sebelum perawat datang, saya mencium dan memeluk Nai yang masih tertidur lelap. Saya ingin menciumnya kuat-kuat dan memeluknya erat. Tapi saya khawatir, Nai bakal bangun, dan saya takut tak sanggup menatap matanya dan mendengar celotehannya. Setelah berpamitan dan mencium tangan suami dan orang tua, saya langsung dibawa ke ruang operasi.

 Mbak Nai dan adek bayinya

Alhamdulillah... operasi berjalan lancar. Saya dan bayi saya dalam kondisi sehat. Sungguh, hilangnya nikmat tidur yang saya alami, menjadi nikmat saat saya tersadar bahwa seumur hidup, saat itu adalah saat dimana saya melakukan istighfar paling banyak. Berada dalam kondisi yang sangat pasrah sebagai hambaNya.

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هُمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ “
Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Barangsiapa yang senantiasa beristighfar niscaya Allah akan menjadikan baginya kelapangan dari segala kegundahan yang menderanya, jalan keluar dari segala kesempitan yang dihadapinya dan Allah memberinya rizki dari arah yang tidak ia sangka-sangka.” (HR. Abu Daud no. 1518, Ibnu Majah no. 3819, Al-Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubra no. 6421 dan Ath-Thabarani dalam Al-Mu’jam Al-Kubra no. 10665)

“Tulisan ini diikutsertakan dalam GA Hamil dan Melahirkan ala Bunda Salfa”

Banner Giveaway Bunda Salfa [Update] Giveaway Ceritaku tentang Hamil dan Melahirkan

Komentar

  1. subhanallah y melahirkn itu baik norml maupun sectio sama2 menakjubkan. saya 2 anak cesar mba..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa Mbak, sangat menakjubkan. Saya juga SC 2 kali Mbak. Anak yang pertama mendadak banget karena kondisi saya memburuk

      Hapus
  2. gitu ya rasanya mau SC, deg2an sama aja pas normal ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kan sama-sama melahirkan Mbak, beda caranya ajah :D

      Hapus
  3. duuh senangnya punya bayi sekalipun hamil dan melahirkan adalah perjuangan ya mak.saya belum pernah SC...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seneeeeeng banget, segala pengorbanan itu jadi berasa tidak seberapa :)

      Hapus
  4. Jadi pengiiin punya bayi lagiii... *elus2 perut gendut*
    bukanbocahbiasa dot com

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...