Langsung ke konten utama

Bukber Bareng Komunitas Kompakers Pekanbaru

Assalamu'alaikum...

Sahabat Ummi...

Bulan Ramadhan, identik juga dengan reunian. Iya, biasanya disebut bukber, alias buka bersama. Ini momen di mana kita bisa ngumpul bareng keluarga atau teman. Baik teman sekolah dulu, maupun teman lama yang mukim dibeda kota. Pasti seru yah, menjalin silaturahmi kembali. Tapi, dalam acara bukber bareng teman or keluarga, ada hal-hal yang harus kita perhatikan lho. Gunanya, agar acara bukber bareng teman or keluarga bisa berjalan dengan lancar, yaitu:
  • Tanggal, tempat, dress code, pilihan menu, merupakan hasil kesepakatan bersama. Biar bisa pada ikut, dan nggak banyak komplen dikemudian hari. Sebaiknya, dalam memilih tempat, perhatikan kapasitas area parkirnya, dan fasilitas untuk shalatnya.
  • Disconnected dengan gadged biar connect dengan yang deket. Nggak bangetkan, kalau kitanya sibuk dengan gadget melulu. Padahal ini momen yang pas buat kita ngobrol langsung.
  • Perhatikan materi pembicaraan. Please, penting banget buat kita hati-hati dalam melakukan pembicaraan dalam acara bukber bareng teman or keluarga, hindari deh pembicaraan yang bikin lawan bicara kita nggak nyaman. Misalnya, ngomentarin hidup mereka yang masih single, yang belum punya anak, tentang pilihan berkarier di luar rumah or nggak, dll.
Hmmmm... mungkin ketiga poin itu aja deh, atau temans ada yang mau menambahkan?, boleh share di kolom komentar yah :D

Saya pribadi, baru menghadiri bukber bareng komunitas Kompakers Pekanbaru aja, komunitas photography. Alhamdulillah... acara buka bersamanya lancar, seru, dan bermanfaat banget. Pas di acara bukber bareng komunitas itu, juga ada pengumpulan dana untuk anak yatim.

Sahabat Ummi...

Gimana, berapa banyak jadwal bukber bareng teman or keluarga di Ramadhan ini? ^____^



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

#DearDaughter Untuk Nai Tercinta

Dear... Khansa Nailah Gadis kecil berkerudung yang sangat ceriwis dan baik hati. Bayi mungil ummi yang kini telah berusia 4 tahun. Rasanya waktu berjalan begitu cepat. Ummi masih merasa baru kemarin Nai ummi kandung, ikut dalam setiap aktivitas ummi. Saat mengandung Nai, ummi super sibuk. Ummi mengajar full dari hari senin sampai jum'at, dan sabtu minggunya Ummi Kuliah S2. Nai Ummi bawa naik turun tangga sampai 3 lantai, setiap hari. Tapi kamu baik-baik saja, kita berdua kuat. Saat hamil Nai, Ummi juga ngidam lho, sama seperti ibu-ibu hamil lainnya. Tapi ngidam Ummi sedikit berbeda, Ummi ingin jalan-jalan pakai Honda Jazz Sport keluaran terbaru hihihi... aneh yah, Abi dan Opa mu sampai bingung. Keluarga kita nggak ada yang punya mobil itu, tapi Alhamdulillah ternyata teman sekantor Opa baru beli mobil itu, jadi kesampaian deh ngidam Ummi. Hari-hari yang Ummi lewati saat mengandung Nai, semuanya luar biasa, Ummi sangat menikmatinya, walaupun berat badan Ummi Naik drastis, ...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...