Langsung ke konten utama

Nikmatnya Soto Medan dari Dapur Sendiri

Assalamu'alaikum...

Sahabat Ummi...

Pas Ramadhan gini, saya sukanya pas berbuka mengkonsumsi makanan yang berkuah. Selain bikin seger, juga baik banget untuk menambah cairan tubuh. Trus, kadang biar simple dan nggak ribet buat mikirin menu berbukanya, saya menyajikan soto aja. Komplit dong, ada karbo, protein, vitamin, dan mineralnya.

Bosan dengan soto biasa yang berkuah bening, nggak ada salahnya buat bikin soto dengan kuah creamy, seperti soto medan. Creamy nya karena menggunakan santan. Bahan dan cara membuatnya nggak ribet, hampir sama dengan soto biasa. Berikut resep sotonya:

Bahan:
  • 1/2 bagian ayam (bagian dada dan paha)
  • 1/2 lt santan cair
  • 1/2 lt santan kental
  • 4 lembar daun jeruk
  • 1 batang serai yang dimemarkan
  • 3 lembar daun salam
  • 1 ruas lengkuas yang dimemarkan
  • Daun bawang yang diiris-iris
  • Bumbu halus: 8 siung bawang merah, 5 siung bawang putih, 1 sdt ketumbar, 1 sdt merica, 3 cm jahe, 1 cm kunyit, 1/2 sdt jintan sangria.
  • gulgar secukupnya
  • Pelengkap: mie, toge, telur rebus, irisan tomat, bawang goreng, jeruk nipis, sambal merah, kecap, saus tomat dan saus cabe.
Cara membuatnya:
  • Tumis bumbu halus, daun jeruk, daun salam, serai, dan lengkuas hingga harum
  • Masukkan santan cair, lalu daging ayam, dan tumisan tadi. Beri gulgar secukupnya
  • Setelah mendidih, ambil ayamnya. Lalu ayam digoreng dan setelah itu disuwir. Sisihkan
  • Terakhir, masukkan santan kental, masak hingga mendidih dan matang, masukkan daun bawang.
  • Penyajiannya, sediakan mangkuk, masukkan mie yang telah dilembutkan, toge, suwiran ayam. Siram dengan kuah soto, lalu tambahkan irisan tomat, telur rebus, bawang goreng, perasan jeruk nipis. Beri juga sambal, kecap, dan saus sesuai selera.
Sahabat Ummi...

Gampangkan? Rasanya juga seger. Nggak kalah deh dengan yang dibeli, bahkan lebih nikmat karena dari dapur sendiri ^____^


Komentar

  1. Bedanya apa nih soto Medan? Kayaknya sama dgn soto Betawi, Bogor, dll. Mungkin rasanya yg beda.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Agak beda rasanya Mbak, isiannya juga. Soto betawi biasanya pake daging, dan jeroan yah. Kalau soto Bogor, saya belum pernah nyobain :D

      Hapus
  2. yummi... aku belum pernah masak soto, biasanya beli...
    Kapan2 dicoba ah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, cobain Mbak. Nggak sesulit yang dibayangkan kok. Tinggal cemplang-cemplung :D

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...