Langsung ke konten utama

Kue Asidah Untuk Takjil Buka Puasa



Assalamu'alaikum...

Sahabat Ummi...

Bagaimana kabar puasanya?. Biasanya, saat bulan Ramadhan akan ada hidangan spesial buat santap keluarga. Begitu juga dengan keluarga kami. Apalagi untuk menyenangkan hati anak gadis yang sudah tahun ketiga ikut berpuasa. Mbak Nai, nggak terlalu rewel sih harus makannya apa. Tapi, untuk minumannya yang kudu nurutin banget maunya dia. Pengennya pas buka puasa, selang-seling, ada minuman sirup dengan nata de coco, es sirsak, atau es teh cincau.

Nah, hari itu saya lagi rajin banget hihihi... bikin salah satu kue khas Riau, yaitu kue Asidah. Kue ini udah jarang banget ditemui, kecuali pas diacara adat melayu, misalnya pesta pernikahan. Padahal, kue ini nggak sulit lho cara membuatnya, bahannya juga gampang. Cuma, uji nyalinya pas bagian membentuk kuenya. Kue asidah, biasa disajikan dengan bentuk yang cantik, seperti bentuk buah-buahan atau bunga.

Kue asidah ini cocok untuk takjil buka puasa. Lumayan banget buat ganjal perut, duet dengan teh manis hangat. Setelah tarawih, baru deh makan nasi dan lauk-pauknya. Insya Allah, tarawih nggak pake kukuruyuk deh perutnya :D

Buat sahabat Ummi yang pengen coba bikin, berikut bahan dan cara pembuatannya yah:

  1. Cuma butuh 1 cangkir tepung terigu, 3 cangkir air, 7 sdm gula pasir, 2 sdm mentega. 
  2. Semua dimasak dengan api kecil. 
  3. Setelah mengkilat, matikan api. 
  4. Lalu, bawang merah 5 siung diiris, digoreng dengan minyak goreng sebanyak 5 sdm. 
  5. Setelah bawang matang, angkat. Minyak bekas menggorengnya, masukkan ke adonan kue.
Setelah adonan kue dingin, kue siap untuk dibentuk. Terakhir, tinggal ditaburi dengan bawang goreng. Jelas banget yah, cita rasa kue ini manis-manis gurih. O yah, ada yang nanya, kue asidah bukannya yang berwarna coklat, dengan lelehan mentega? yups, itu adalah kue asidah khas arab. Kalau kue asidah khas melayu Riau yah yang seperti ini. Selamat mencoba yah, untuk takjil buka puasa ^___^

Komentar

  1. uniknya kue Asidah, kebayang deh gurihnya :)..memang penganan khas saat Ramadhan atau dijual juga sebagai jajanan Mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini makanan yang udah jarang banget ada mbak, kecuali di acara tertentu, yang menggunakan adat melayu. Yang jual juga jarang, jadi seringnya bikin sendiri aja :D

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...