Langsung ke konten utama

Camilan Sore Hari : Piscokju dan Cappucino Cincau


Sore-sore paling enak yah duduk santai  bareng keluarga sambil menikmati camilan. Nah, lagi rajin nih bikin piscokju dan cappucino cincau. Lumayaaaaan.. biasanya beli hihihi.. ternyata gampang kok bikinnya. Untuk piscokju alias pisang coklat keju yang dibungkus dalam sebuah kulit tipis dari tepung selain bahannya gambang, bikinnya juga nggak ribet. Kulit pembungkusnya bisa dibeli di warung trus tinggal diisi dengan pisang dan coklat juga parutan keju. Sesuai selera deh gede dan banyak isinya, trus digoreng.


Kalau cappucino cincau, ni minuman lagi in banget deh di Pekanbaru. Ibaratnya nih, di jalan-jalan tiap sejengkal pasti nemu deh minuman ini. Selain seger, cincaunya nikmat. Nggak nunggu bulan Ramadhan lagi buat nikmati cincau. Aseli kreatif banget yang punya ide. Kopi cappucino diblender dengan sedikit air, gula, dan es batu, lalu diberi susu vanilla dan susu coklat sebagai toppingnya, isinya adalah cincau yang udah diiris tipis-tipis memanjang. Glezeeeeet.... sueger.. kalau beli kita harus bayar 5000 pergelasnya, kalau bikin sendiri jadinya bisa buanyaaak.. silaaaaahkan coba bikin di rumah ya... ^_^
                    

Komentar

  1. sekarang es capucino cincau masih lumyn rame yg beli di daerah jawa timur.. :D
    apalagi kalau bikin sendiri.. pasti lbih lega karena bisa buat sebanyak yg diinginkan..hehe
    axiata cup badminton 2015

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...