Langsung ke konten utama

Pita Si Pipit Kecil : Burung kecil dengan hati yang besar

Ini adalah cerita fabel blingual yang terdiri dari 10 cerita. Mengisahkan tentang kehidupan Pita si (burung) pipit kecil, berawal dari masuknya Pita ke Istana di kerajaan Kumalama, sampai akhirnya ia memutuskan untuk keluar dan hidup bebas di hutan.

Nah, lewat frase inilah petualangan Pita dimulai. Pita yang “kecil” punya hati yang begitu besar. Pita senantiasa mengajak untuk berbuat kebaikan. Ia juga mampu memberikan solusi atas setiap permasalahan teman-temannya. Bahkan untuk sesuatu yang menurut saya tidak pernah terpikirkan, yaitu ketika Jeri si Jerapah kecil yang ingin mengetahui berapa tinggi badannya. Kreatif, lewat kisah-kisah yang “sederhana” ternyata mampu memberikan makna yang luar biasa, lazimnya seperti cerita-cerita fabel yang selalu disisipi pesan moral yang mudah dicerna oleh anak-anak.

Namun, menurut saya sangat disayangkan. Kenapa penulis memilih untuk menerbitkannya lewat jalur indie, karena kisah-kisah petualangan Pita ini begitu menarik. Bagi saya yang belum pernah menulis fabel, buku ini dapat memberikan saya inspirasi dan membuka paradigma sehingga saya dengan PD berkata di dalam hati bahwa : Gue juga bisa nih!. Coz, sebelumnya cuma ”ngeh” sama cerita Bona dan Rong-rong di majalah BOBO saja hihihi.. Cuma, imajinasi saya belum nyampe untuk bikin nama-nama unik binatangnya atau settingnya.

Tengkiyuuuuu Mak Agnes Bemoe (hasil barteran nih, so nggak tahu harga. Kalau minat beli, silahkan inbox by FB Beliau yaow..). recomended deh buat anak-anak Bunda ^_^

Komentar

  1. Wahh keren blog nya mba...
    slam knal mba nma ku riza, seorang anak muda yg selalu ingin tahu, ku baru satu minggu belajar bikin blog...
    ku bandingkan sama blog ku yang ku buat jauh bangat bagus blog mba....
    keren mba...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...