Langsung ke konten utama

Wanita dan Teknologi

Persoalan wanita memang kerap menjadi agenda penting untuk diperbincangkan. Terlebih lagi ketika berkembangnya opini bahwa wanita harus ”melek” teknologi dan informasi dalam menyambut era konvergensi yang didahului dengan tren gaya hidup digital. Hal ini ditandai dengan adanya berbagai teknologi yang memudahkan manusia terutama yang berhubungan dengan sistim informasi, yaitu komputer, komunikasi, dan multimedia. Dengan perkembangan konvergensi ketiga teknologi telah membuat muatan informasi atau pesan dalam komunikasi menjadi semakin beragam dan menterjemahkan dunia yang tanpa batas.

Lalu ada apa dengan wanita?. Khususnya saya sebagai wanita yang hidup dimasa ini, bahwa saya disamping sebagai hamba Tuhan, istri dari seorang suami, ibu dari anak-anak, serta anak dari ayah-bunda, adalah bagian dari masyarakat juga. Keberadaan saya ditengah-tengah masyarakat seperti halnya pria, tidak dapat dipisahkan satu sama lain, tetapi merupakan suatu kesatuan yang utuh. Sama-sama bertanggung jawab mengantarkan bangsa ini untuk menjadi lebih baik.

Selama ini ada anggapan, bahwa pola interaksi wanita, terutama wanita yang berstatus sebagai ibu rumah tangga adalah terbatas. Terbatas hanya pada lingkungan rumah tangga seperti keluarga dan tetangga saja. Padahal dengan adanya fasilitas digital, wanita juga dituntut untuk mampu menggunakannya. Terutama berkaitan dengan peran ibu sebagai regulator bagi anak-anaknya, anak yang hidup di masa serba canggih seperti saat ini. Bagaimanapun juga, teknologi selalu memiliki dampak positif dan negatif bagi penggunanya. Mengingat berbagai informasi yang ada dapat diakses kapanpun dan dimanapun.

Bukankah sungguh merupakan hal yang miris, ketika orang tua terutama kita sebagai ibu hanya menjadi pihak yang meloloskan setiap keinginan anak dalam memakai fasilitas digital, baik sebagai sarana komunikasi seperti handphone, informasi seperti komputer dengan perangkat internetnya, dan multimedia seperti games. Saya harus bisa menguasai teknologi yang berkembang pesat tersebut.

Jadi, jangan sampai kita menjadi gaptek, sehingga “kecolongan” dalam mendampingi sang buah hati, berselancar di dunia maya, baik lewat komputer, laptop, smartphone, tablet, dan berbagai macam gadget yang ada saat ini. Tak kalah pentingnya lagi, dalam mengatur waktu penggunaannya, karena bagi anak-anak ini dapat merupakan candu, mengingat hausnya mereka akan berbagai informasi dan hiburan.

Nah, bagaimana dengan status wanita seperti saya yang sebagai seorang istri?. Kabar gembiranya adalah bahwa saat ini banyak istri yang juga bisa memiliki penghasilan, sekalipun tetap berada di rumah saja. Dengan memanfaatkan fasilitas digital, bisnispun dapat dijalankan dengan sistim online. Ternyata cukup menjanjikan, tanpa atasan, tanpa jam kerja, dan tanpa tekanan, bahkan bisa santai dan bebas ber-daster ria. Jadi, Ibu bisa tetap menghasilkan sekalipun di rumah saja sembari melakukan aktifitas rumah tangga dan mendampingi anak. Manfaat besar dari kemampuan wanita yang multitasking. Para wanita itu bisa melakukan beberapa hal dalam satu waktu. 

Selanjutnya saya sebagai seorang anak dari ayah-bunda. Maka , komunikasi dapat tetap terjalin sekalipun berada di daerah yang sangat jauh, bisa tetap lancar. Manfaat besar dari berbagai penawaran feature handphone, dari audio (suara), visual (sms), dan audio visual (video phone). Saya bisa meredam kerinduan meskipun tanpa bisa bersentuhan langsung secara fisik.

Kemudian yang tidak kalah penting adalah saya sebagai bagian dari masyarakat. Salah satu dampak positifnya, wanita menjadi lebih berpengetahuan dan dapat mentransfer ilmunya, sehingga memberikan kontribusi yang bermanfaat untuk lingkungan tempat tinggal. Jadi, bisa sharing mengenai info terbaru seputar kesehatan, pola pengasuhan anak, pendidikan, ekonomi bisnis, fashion, serta kebijakan pemerintah. Walaupun kita tidak tinggal di kota-kota besar namun tetap bisa memperoleh pengetahuan lebih yang bisa diaplikasikan.

Terakhir, saya sebagai hamba Tuhan. Segala sesuatunya bermuara pada pertanggungjawaban sebagai konsekuensi tindak tanduk kita di dunia ini. Oleh karena itu, wanita dituntut juga untuk menjadi ”rem” cantik bagi tren gaya hidup digital saat ini, terutama di lingkungan keluarga. Maka, mari kita menjadi pengguna teknologi ”sehat”. Sungguh, saya merasa bangga bisa berada di masa ini, terutama ketika selalu mencoba untuk menjadi kutup positif dalam menangkis virus digital yang bertebaran kala hati tidak terkunci.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bersama Anak Liburan Dadakan Tapi Berkesan

Apa jadinya kalau keluarga yang jarang liburan, pas mau liburan eh si anak demam. Duh... Susah buat diungkapin kan yah. Ada sedih, bingung, kesel, nyesel, dll. Semua bayangan tentang liburan indah mendadak buram, karena liburan terancam batal. Padahal, liburannya udah dinanti-nanti banget. Yah, begitulah kira-kira yang saya rasakan pas mau liburan, eh adek khai demam. Pengaruhnya nggak cuma ke saya atau si Abi, tapi juga Mbak Nai. Sedih adeknya sakit, dan sedih juga kalau liburannya jadi batal. Habisnya, Mbak Nai udah bayangin gimana serunya liburan nanti, trus bakal diceritakan ke teman-teman di sekolahnya. Begitulah... Kami sekeluarga nggak pernah menyiapkan waktu khusus untuk liburan. Jadi, yang namanya liburan itu bisa dadakan aja atau pas sekalian ada moment tertentu, seperti undangan pernikahan dari luar kota. Jadi, bisa dibilang liburannya nggak jauh-jauh juga, bisa di seputar Riau aja, seperti ke Siak atau luar kota seperti ke Sumatera Barat. Transportasi yan...

Me Time Mandi Parfume dengan Vitalis Parfumed Moisturizing Body Wash

Bismillahirrahmairrahim Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Sahabat Ummi... Sejak menjadi seorang Ummi, alias perempuan yang sudah punya anak, ada satu aktivitas yang menjadi sebuah kemewahan tersendiri buat saya. Yaitu, mandi. Hah, serius? Serius lho. Mandi itu bisa jadi sebuah me time . Nggak harus berlama-lama di dalam kamar mandi, karena kadang tak seindah ekspektasi. Sejak menjadi seorang Ibu, biasanya kita mulai begitu ahli bagaimana melakukan mandi secepat kilat. Sebelum bocah menggedor kamar mandi sambil nangis karena kehilangan Ibunya, walaupun baru nggak kelihatan 3 menit :D Baiklah, nikmati saja masa-masa itu, karena nggak bakal lama. Suatu saat nanti bisa jadi kita bakal merindukannya. Nah, bagaimana bisa tetap mandi kilat tapi kitanya jadi bersih dan wangi juga happy ?, tentu saja semua berhubungan dengan sabun mandi yang kita gunakan. Of course , penting sekali memilih sabun mandi yang tepat. Setidaknya kriteria pemilihan sabun mandi ...

Grow n Health Madu Pertumbuhan dan Kecerdasan Anak

Di rumah, kami selalu menyediakan madu. Madu juga dijadikan sebagai pengganti gula. Nggak hanya sehat, rasanya juga lebih nikmat. Saya pribadi, campuram madu dengan perasan jeruk nipis dan air hangat merupakan minuman pembuka hari. Sungguh luar biasa manfaat dari madu ini, nggak hanya buat kesehatan tapi juga kecantikan lho, karena bisa dijadikan masker juga. Kalau kita googling nih, bakal menemukan banyak banget manfaat dari mengkonsumsi madu, baik madu murni amupun dikombinasikan dengan herbal lainnya, manfaatnya seperti: sebagai sumber energi karena bisa menambah stamina, menjaga fungsi saluran cerna, membantu menurunkan kolesterol serta mengingkatkan HDL (kolesterol baik), melawan anemia, dll. Jadi, keluarga saya sudah sangat akrab dengan madu. Untuk saya dan suami, kami biasa mengkonsumsi madu murni tanpa campuran. Tapi untuk anak-anak, kami memberikan madu yang dikombinasikan dengan herbal bermanfaat lainnya. Tujuannya, agar semakin banyak manfaat yang didapat. Apalagi n...