Langsung ke konten utama

Donat Ala Ummi

Donat Ubi Jalar

Dulu, biasanya kalau mau bikin donat, selalu pakai tepung instan pondan. Donatnya jadi, cuma bentuknya aja yang masih abstrak hehehe... Tapi sekarang, saya udah mulai coba-coba untuk buat takaran adonan sendiri. Hmmmm... cuma rada aneh nih, kalau pakai takaran, jarang banget makanan bikinan saya sukses, tapi kalau asal nakar aka pakai perasaan aja, Alhamdulillah sukses. So, karena itu jarang banget di resep ala ummi ada dicantumin takarannya hehehe...

Nah, kali ini nggak nanggung-nanggung. Saya berjibaku di dapur untuk bikin donat ubi jalar. Sayangnya, ubi jalar yang saya beli meleset, seharusnya ubi jalar merah, eh nggak tahunya cuma kulitnya doang, dalemnya putih >_<

Tapi apa boleh baut eh buat, donat tetap harus dibuat. Untuk bahan-bahannya:

  • Tepung terigu
  • Ubi jalar (direbus lalu dihaluskan)
  • Ragi
  • Gula
  • Susu bubuk
  • Baking powder
  • Telur
  • Margarin
  • Garam
  • Air es
Cara membuatnya:

  • Campur tepung terigu, ragi instan, gula pasir, susu bubuk, dan baking powder sampai rata. Tambahkan ubi jalar. Uleni rata.
  • Masukkan telur dan air es sedikit-sedikit sambil diuleni sampai kalis. Tambahkan margarin dan garam. Uleni sampai elastis. Diamkan 15 menit.
  • Kempiskan adonan. Timbang masing-masing 30 gram. Bulatkan. Diamkan 10 menit.
  • Pipihkan adonan. Lubangi tengahnya. Letakkan di loyang yang ditabur tipis tepung terigu. Diamkan 45 menit sampai mengembang.
  • Goreng dalam minyak  yang sudah dipanaskan di atas api sedang sampai matang. Dinginkan.
  • Terakhir, beri toping sesuai selera, bisa keju, meises, selai stroberi, atau gula halus.



Alhamdulillah berhasil, rasanya juga enak. Besok-besok coba yang kentang ah... Oh iya, sekalian mo hunting ubi jalar merah dan ubi jalar ungu, penasaran. Rasanya pasti juga enak dan warnanya lebih menarik.


Nai yang habisin hehehe...




Donat Hitam manis

Nggak berapa lama setelah berhasil membuat donat ubi jalar, saya kembali bereksperimen untuk membuat donat dari tepung ketan hitam. Kebetulan di rumah lagi banyak tepung ketan hitam, daripada dibuat lepat atau bolu kukus mulu, coba buat donat ah.

Untuk bahan-bahannya sama dengan di atas (skip ubi jalarnya). Saya menggunakan tepung terigu dan tepung ketan hitam kira-kira 2:1. Trus, gulanya agak lebih banyak.

Taraaaaaa.... Jadi deh, Nai sukaaaa banget. Donat juga jadi favorit nai sebagai bekal sekolah ^_^








Komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. kalu donat ubi jalar atau donat kentang aku dah biasa buat mba, nah yang pake tepung ketan hitam niat nyoba nih.....thanks for inspiring ye mba^_^

    BalasHapus
  3. Sama-sama Mbak Sara, Monggo dicoba, enaaaaaak... ^_^

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...