Langsung ke konten utama

Tempat Asyik Buat Baca

Membaca itu bahan bakar buat menulis. Hanya saja, terkadang begitu sulit untuk menemukan waktu yang pas buat baca sampai puas. Saat membaca, Nai sering mengambil buku yang saya baca. Nai lalu celoteh sendiri seolah-olah ia tengah membaca buku itu, tak lama, buku tersebut sudah disembunyikannya.

Ada sih waktu yang asyik buat membaca, yaitu malam hari saat Nai udah tidur. Tapi lagi-lagi ada kendala. Tubuh yang sudah capek dan mata yang nggak bisa diajak kompromi, membaca malah membuat rasa kantuk saya semakin kuat, akhirnya saya lebih sering tertidur. Apalagi saat DL nulis sedang padat-padatnya. Saya harus bagi waktu antara membaca dan menulis.

Yang bikin nelangsa adalah saat saya ke toko buku, saya harus bisa menahan diri untuk nggak beli buku baru lagi. Gimana nggak, begitu banyak buku yang ada di rak buku saya yang belum disentuh sama sekali. Baik itu buku-buku yang sudah saya beli sebelumnya, hadiah dari lomba blog, atau dari teman-teman penulis yang lain.

Tapi Alhamdulillah... belum lama ini, toko buku Gramedia Pekanbaru menyediakan tempat bermain untuk anak. Wah, bukan main senangnya saya. Akhirnya saya bisa nemu tempat yang asyik buat baca, sekaligus tempat yang asyik buat Nai bermain. Jadinya jam 10 kami udah di sana, suasananya nggak begitu rame.




Sebelum menuju arena bermain, saya ambil beberapa buku dulu buat di baca. Setelah itu, dengan santainya saya membaca. Nai juga asyik bermain, nggak rewel. Nggak kerasa, 4 jam juga kami di sana, untung nggak diusir hihihi... Dari rumah, saya udah bawa minum buat Nai. Kalau lagi asyik main gitu, Nai nggak berasa laper. Makan siang jadi rada telat, tapi kalau pengen ngemil tinggal bawa makanan dari rumah aja dan makan di luar. Bisa juga beli makanan di area basemen, ada donat kentang dan resoles.

Setelah saya puas membaca dan Nai puas bermain, kami lalu menuju kantor Abi yang kebetulan nggak jauh dari sana, lalu baru deh makan siang. Selama ini, masih asyik-asyik aja, tapi saya dateng ke Gramedianya nggak setiap hari. Seandainya di sana juga disediakan aliran listrik gratis (duh maunya :D), makin betah deh, dan mungkin orang-orang seperti saya bakal rame berdatangan.

Ada sih tempat yang asyik juga buat baca dan menulis, disediakan aliran listrik, wifi, dan juga ada cafenya. Tempat itu adalah pustaka wilayah Soeman HS Pekanbaru. Tempatnya asyik dan keren banget, ada area anak juga dan komputer dengan program edukatif buat anak. Sayangnya, Nai nggak begitu betah. Saya juga nggak leluasa buat baca atau nulis, karena Nai pasti minta bacain buku juga. Mungkin, anak seusianya memang masih senang bermain permainan seperti ayunan, plosotan, mandi bola, lego, dan sejenisnya dah. Selain itu, di sana nggak ada buku-buku keren keluaran terbaru seperti yang ada di Gramedia hihihi...

Oke deh, kapan-kapan saya review juga perpustakan wilayah Soeman HS yang keren itu ^_^

Komentar

  1. Kalo masih di tinggal di Rumbai, info ini tentu amat penting buat saya mbak Oci. Aih, terbit lagi rasa kangen pada RUmbai, Minas .... Pingin deh suatu saat bisa ke Pekanbaru lagi. Sudah banyak berubahkah? *mendadaklebay*

    BalasHapus
  2. wahhh asyiknyaa... anak senang ibupun senang hihi

    BalasHapus
  3. Ntar kalau main ke Pekanbaru, saya temenin keliling-keliling deh Mbak Mugniar. Pekanbaru udah banyaaaaak banget perubahannya, makin keren xixixi... ^_^

    BalasHapus
  4. That's right Dongeng Denu :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...