Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2013

Resensi Kitab Sakti Remadja Oenggoel Oleh Agus M Irkham

Alhamdulillah... saya selalu bersyukur atas setiap apresiasi yang diberikan oleh pembaca buku-buku saya, baik berupa resensi/review, inbox yang berisi kesan dan pesan, kritik dan saran, apapunlah itu selama bersifat positif dan membangun, bukan menjatuhkan. Seperti siang kemarin, saya mendapat informasi di twitter bahwa buku Kitab Sakti Remadja Oenggoel di resensi oleh seorang pakar, penulis dan pemateri yang sudah sangat berpengalaman di dunia tulis menulis ini. Beliau juga adalah suami dari Mbak Jazimah Al-Muhyi, salah satu penulis favorit dan yang menginspirasi saya untuk menulis. Dulu, di awal-awal saya memiliki akun FB (alasannya pengen nyari akun-akun penulis favorit saya), saya kerap berinteraksi dengan Mbak Jazim, saya juga anggota dari grup Ibu Rumah Tangga yang didirikan oleh Mbak Jazim, sebagai wadah saling support bagi sesama Ibu Rumah Tangga. Berikut cuplikan resensi dari Bapak Agus M Irkham: Peradaban dikonstruksi dan ditegakkan. Maka ada yang menyebu...

Mengeluh Itu Melelahkan, Bersyukur Membahagiakan

Seluruuuh orang hebat yang saya kenal, TAK SATU PUN gemar menulis-nulis keluhan di twit & status BB nya :) (Tweet Ippho Santosa )  Ada berbagai cara utk mengurangi potensi & kehebatan kita. Cara terampuhnya adalah dengan mengeluh (Tweet Mario Teguh ) Makjleb banget yah kalimat dari 2 orang motivator tersebut. Kalimat tersebut saya temukan hampir disaat bersamaan saat berkelana di dunia twitter. Pas banget juga buat suasana hati saya yang rada-rada eneg, kesel, jengkel, saat menemukan banyak banget keluhan-keluhan yang nggak banget di dunia maya. Kenapa sih masih ada aja orang yang merasa hidupnya paling menderita sedunia, trus dapet efek lega yah kalau udah buang unek-uneknya di dunia maya. Temans.. nggak semua orang yang baca status atau tweet kamu yang isinya galau melulu itu bersimpati, yang ada cuma kepo terhadap masalah kamu, mengasihani, atau bahkan sebel banget dan bakal cap kamu sebagai orang yang lemah, cemen, yang menjadikan menggalau sebagai ho...

Natal, Ngucapin Selamat?

Alhamdulillah... sejak dahulu kala, sejak kecil hingga saat ini saya belum pernah sekalipun mengucapkan selamat terhadap perayaan umat beragama lain. Terlebih setelah pengetahuan saya tentang agama yang saya anut sejak lahir semakin bertambah. Jadi, saat ada teman-taman agama lain merayakan perayaan yang ada di agama mereka, saya cukup bertoleransi dengan cara membiarkannya, tidak mengganggu. Nah, bagaimana dengan temans?. Pernah nggak sih ngerasa sungkan untuk nggak ngucapin selamat, padahal yang merayakan itu adalah atasan kita di tempat kita bekerja?. Orang tua kandung, mertua atau saudara kita yang berbeda agama dan merayakannya?. Atau kepada teman-teman yang beragama berbeda dengan kita yang nggak lupa untuk selalu mengucapkan selamat atas perayaan agama kita?. Kalau pernah, bagaimana sikap temans?, apakah temans memilih untuk ikut mengucapkan selamat atau diam saja?. Saya tak hendak menghakimi, di postingan kali ini saya hanya ingin share kultwit Ust. Felix Siauw...

Resep Garang Asem Bumbu Iris

Saat ini memang bener-bener kudu jaga asupan makanan, kalau perlu seminimal mungkin untuk makanan yang diolah dengan cara digoreng. Jadi, waktu itu saya mencoba untuk membuat garang asem. Saya belum pernah mencicipi makanan ini sebelumnya, hanya menyaksikannya saja dibeberapa acara kuliner di TV. Saat melihat host tersebut makan, wuiiiih.... kelihatannya enak banget, anget-anget, pedes, asam, dan suegeeer tentunya *bumil ngidam Setelah googling, saya nemu berbagai macam resep garang asem dari berbagai daerah. Bahan utamanya juga tidak hanya ayam, tapi ada juga yang menggunakan daging sapi atau daging ikan. Bahan-bahan lain seperti bumbu, nggak ribet dan mudah ditemukan. Tapi, saya nggak pake giling-giling kecuali giling kemiri dan sedikit merica, yang lain saya iris-iris saja. Saya juga nggak pakai santan, cuma kemiri, karena selama hamil saya mendadak jadi nggak suka makanan yang bersantan. Berikut bahan-bahannya: Ayam (dipotong kecil-kecil) Bawang merah Bawang putih To...

Banjir di Kondangan

Saya rasa, hampir setiap orang ingin memiliki sebuah hunian yang berhalaman luas. Tak hanya bisa dijadikan taman cantik yang penuh dengan aneka tanaman, tapi juga bisa menjadi tempat untuk diadakannya sebuah perhelatan. Tapi tentunya tidak semua orang bisa memiliki halaman tersebut. Saat ini bukankah ada gedung-gedung yang disewakan untuk menggelar sebuah perhelatan?. Benar sekali, tapi tidak semua orang memiliki finansial yang cukup untuk menyewa sebuah gedung ketika mereka hendak menggelar hajatan, seperti pernikahan, sunatan, atau hanya syukuran. Sebenarnya bukan hanya masalah keterbatasan finansial, banyak juga yang beralasan bahwa mengadakan hajatan di rumah rasanya lebih nyaman dan berkesan. Tidak hanya itu, ada beberapa kalangan yang terkadang agak keberatan untuk menghadiri acara yang diadakan di gedung, entah karena kurang percaya diri atau alasan lokasi yang mungkin lebih jauh. Alhasil, saat ini kita sering menemukan tenda-tenda yang berjejer hingga ke jalan umum. B...

Teatrikal Hati

Hidup itu seperti sinetron yah atau sinetron itu merupakan refleksi dari kehidupan?. Jangan lebay deh, jangan jadi ratu drama, sinetron yah sinetron. Eits, tapi apa nggak mungkin bahwa cerita yang terjadi di dalam sinetron tersebut, pernah terjadi juga dikehidupan nyata?. Bahkan bukannya banyak juga yang melabeli berdasarkan kisah nyata. Bagi saya pribadi nih, ada beberapa hal yang dulunya saya yakini cuma terjadi di sinetron atau film, eh ternyata ada juga di kehidupan nyata. Misalnya nih, orang kaya yang bangkrut dan dalam sekejap jadi melarat. Saya berpikir, masa sih langsung melarat dan hidupnya susah gitu, nggak punya aset lain apa, nggak punya saudara buat bantuin, dan sederet pernyataan ketidakpercayaan lainnya. Trus, ada orang yang jahatnya ampun-ampunan, ada yang jadi ratu dan raja tega, ada yang cintanya cinta buta sampai cinta mati, dll. Oke deh, sekian dulu ngomongin sinetron, ntar saya dikira Ummi-ummi doyan nonton sinetron lagi. Jadi, sebenarnya mau bahas apa sih?. ...

Sejauh Kening dan Tempat Sujud

Siapa sih orang yang selama hidupnya nggak pernah ketemu dengan yang namanya masalah. Setujukah temans kalau saya katakan bahwa tidak ada orang yang memiliki masalah lebih berat antara satu dengan yang lainnya?. Mungkin temans ada yang ngangguk-angguk tanda setuju, geleng-geleng nggak percaya, atau datar aja nggak ada ekspresi apapun. Bagi yang setuju, mungkin sudah acap kali mendengar kalimat bahwa Allah itu memberikan cobaan sesuai dengan kadar kemampuan hambaNya ( QS Al Baqarah ayat 286 ). Bagi yang nggak percaya, maka kudu percaya deh. STOP buat merasa menjadi manusia yang paling menderita di dunia. Allah SWT berfirman : “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” . (QS al-Baqarah [2] : 155-156) Setiap kita pasti diuji, dicoba,...

Talkshow On Air di RRI Pro 1 Pekanbaru #KitabSaktiRemadjaOenggoel

"Hidup itu nggak usah terlalu ngoyo, jalani aja apa yang bikin Allah Ridho" Kalimat di atas sering saya ulang-ulang saat rasa kesal mulai datang menggerogoti perasaan. Kesal kenapa sih?. Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya tentang kondisi hamil kedua saya ini, ada banyak hal yang akhirnya harus disingkirkan, yaitu ego, ambisi, dan rasa keki. Sempat terlintas dibenak saya, kenapa sih saya maboknya kok parah banget?, dulu waktu hamil Nai nggak gini-gini amat. Seharusnya saya masih bisa nulis, menghadiri undangan untuk jadi pembicara di seminar-seminar, atau hanya sekadar bisa mengerjakan pekerjaan domestik. Saya yang dalam kondisi fisik ngedrop, tambah ngedrop lagi. Suami yang sepertinya mengetahui apa yang sedang saya pikirkan akhirnya buka suara. Suami bilang, saat ini saya hanya harus banyak-banyak bersyukur atas kehamilan saya bagaimanapun kondisinya, menjadikannya prioritas teratas, dan mengesampingkan sejenak yang lainnya, sampai fisik saya membaik. Ja...

Hamil Kedua

Udah Desember aja yah temans... Bulan ini intensitas hujan semakin tinggi. Di beberapa kota bahkan sudah didatangi tamu yang secara nggak sadar "diundang", yaitu banjir. Termasuk di kota saya Pekanbaru. Ada beberapa titik yang banjirnya lumayan, lumayan harus mengungsikan barang-barang beserta empunya. Ada juga yang hanya berbentuk genangan air, yang kalau penggunakan kendaraan bermotor roda dua tetap nekat melewatinya, alamat basah deh tu busi. Sebelumnya, alternatif jalan masih lumayan banyak, tapi karena kebanyakan tergenang air, jadi otomatis semua melewati jalan yang sama. Akibatnya, terjadi kemacetan yang lumayan parah.  Bulan Desember ini juga menyadarkan saya, bahwa udah lama saya nggak posting tulisan di blog ini. Rasa kangen itu ada, kuat banget malah, karena nggak cuma posting blog, saya udah hampir 2 bulan juga nggak ada nulis sama sekali, selain nulis di twitter. Padahal, saya masih punya hutang naskah ke penerbit. Tapi apa mau dikata, kondisi saya sedang ng...