Langsung ke konten utama

Natal, Ngucapin Selamat?

Alhamdulillah... sejak dahulu kala, sejak kecil hingga saat ini saya belum pernah sekalipun mengucapkan selamat terhadap perayaan umat beragama lain. Terlebih setelah pengetahuan saya tentang agama yang saya anut sejak lahir semakin bertambah. Jadi, saat ada teman-taman agama lain merayakan perayaan yang ada di agama mereka, saya cukup bertoleransi dengan cara membiarkannya, tidak mengganggu.

Nah, bagaimana dengan temans?. Pernah nggak sih ngerasa sungkan untuk nggak ngucapin selamat, padahal yang merayakan itu adalah atasan kita di tempat kita bekerja?. Orang tua kandung, mertua atau saudara kita yang berbeda agama dan merayakannya?. Atau kepada teman-teman yang beragama berbeda dengan kita yang nggak lupa untuk selalu mengucapkan selamat atas perayaan agama kita?.

Kalau pernah, bagaimana sikap temans?, apakah temans memilih untuk ikut mengucapkan selamat atau diam saja?. Saya tak hendak menghakimi, di postingan kali ini saya hanya ingin share kultwit Ust. Felix Siauw, semoga menambah pengetahuan. Sekalipun perkara ini sudah menuai kontroversi sejak dulu, terjadi pro kontra di sana-sini. Temans... sungguh ini bukan perkara bahasa atau toleransi, bagi yang menggembar-gemborkan bahwa mengucapkan selamat tidak mengganggu, merusak, atau mengubah akidah, mari kita pahami lagi.

Berikut Kultwitnya:

1. ada satu hadits yang perlu saya sampaikan | karena banyaknya pertanyaan tentang boleh tidaknya ucapkan selamat natal

2. dari Abu Said al-Khudri ra bahwa Rasulullah Muhammad saw bersabda | "Kamu akan mengikuti sunnah (kebiasaan) kaum-kaum sebelum kamu sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta sehingga mereka masuk ke dalam lubang biawak (buaya) kamu tetap mengikuti mereka" | begitu simpul Rasulullah

3. kami (sahabat) bertanya | "Wahai Rasulullah, apakah yang kamu maksudkan itu adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani?"

4. Rasulullah saw bersabda menjawab | "Kalau bukan mereka (Yahudi dan Nasrani), siapa lagi?" ( HR Bukhari dan Muslim)

5. jadi sudah jelas sebenarnya bagi kita panutan | Rasulullah saw peringatkan, ingat-ingat, sedikit demi sedikit kita diajak geser aqidah

6. hari ini ucap selamat, besok ikut hias pohon natal, lusa ikutan makan-makan natal, minggu depan ke gereja | bulan depan, tahun depan?T

7. sudah diatur dari Allah | "lakum diinukum wa liya diin" | kurang apalagi? | udah biarin aja mereka, jangan ikutan repot

8. toleransi jangan diartikan sempit | atau jangan gara-gara 'ngejer' dibilang toleran | dalil-dalil lain diabaikan

9. terakhir, saya kutipkan pendapat Ibnu Qayyim Al-Jauziah | tentang mengucapkan "selamat" | mudah-mudahan manfaat

10. Ibnu Qayyim Al-Jauziah | "Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, disepakati bahwa perbuatan itu haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, 'Selamat hari raya!' dan sejenisnya"

11. "Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Karena bererti dia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah"

12. "Bahkan perbuatan itu lebih besar dosanya dan lebih dimurkai dari memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Seperti orang yang memberi selamat kepada orang lain atas perbuatan maksiat, bid’ah atau kekufuran. maka ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah" | begitu kesimpulan Ibnu Qayyim Al-Jauziah

13. wallahua'lam bisshawab | bila ada saudara kita yang berbeda pendapat | selama dia memiliki dalil, mari kita saling menghargai

14. jadi besok kalem aja | nggak perlu sms-sms ucapan, atau ngucap selamat hari raya agama lain | mending tilawah, dapet pahala

 =======================================================================
 Kultwit pengalaman Ust. Felix Siauw

01. walau masih berbeda aqidah dengan kedua orangtua | alhamdulillah saya dikaruniai kemudahan dalam keluarga

02. di tahun 2002 saya menjadi Muslim setelah 18 tahun merayakan Natal | banyak yang berubah setelah saya memahami agama Islam

03. proses berpikir yang mengantarkan saya pada Islam | agama logis yang bisa memuaskan akal, menenangkan hati, dan sesuai fitrah

04. prinsip tauhid di dalam Islam itu sederhana dan mengena | prinsip satu Tuhan itu menenangkan dan menentramkan

05. setelah menjadi seorang Muslim tentu banyak penyesuaian yang harus saya lakukan | aqidah Islam tentu menngubah banyak prinsip hidup

06. salah satu prinsip yang terpenting adaah penjagaan terhadap aqidah | pengakuan bahwa Allah itu satu dan tiada yang menyamai-Nya

07. saya memasuki Islam sekira bulan Oktober 2002 | maka ujian pertama ada di bulan Desember 2002 saat perayaan Natal keluarga

08. sulit sekali pada waktu itu untuk menyampaikan pada orangtua saya sudah menjadi seorang Muslim | apalagi menjelaskan tentang Natal

09. terbayang sudah selaksa bantahan dan omelan yang bakal diterima | apalagi menjelaskan bahwa saya tidak lagi ikut-ikutan Natalan

10. hanya saja saya tahu persis apa itu Natal | bagi kaum Nasrani itu perayaan terbesar | yaitu kelahiran Yesus, Tuhan Juruselamat

11. maka perayaan Natal itu bagi saya memiliki konsekuensi aqidah | yang takkan pernah saya sampaikan selamat padanya apalagi saya ikuti

12. terbayang lagi respon yang saya terima nantinya? | dimarahi? diamuk? diusir? | bagaimanapun juga ini prinsip aqidah yang harus sampai

13. benar saja, orangtua saya tentu tidak terima | dengan perdebatan alot 3 hari akhirnya ke-Islam-an saya bisa mendapat tempat

14. saat itu ayah saya berucap | "papi tidak bisa melarang kamu Muslim, tapi papi juga tidak bisa menerima kamu Muslim"

15. sementara isak tangis ibu saya menjadi latar diskusi alot kita sepanjang 3 hari | hati anak mana yang tak sedih melihat airmata ibunya?

16. tapi sekali lagi ini adalah aqidah yang tidak bisa ditawar | saya menguatkan hati sambil mengingat perjuangan Saad bin Abi Waqqash

17. saya hanya berharap pada Allah bila saya bertahan dengan aqidah ini | Allah memperkenankan suatu saat kelak ayah-ibu saya Muslim

18. namun ada hal yang benar-benar sulit mereka terima | "mengapa juga tidak boleh hanya sekadar mengucap Natal atau ikut merayakan?"

19. saya pahami cara pikir orangtua saya tentu tidak sama dengan apa yang saya pahami | menjelaskan prinsip aqidah bukan mudah

20. bagi mereka "selamat Natal" itu cuma sekedar ucapan | bagi saya kata-kata "cuma" itu seringkali hasutan setan yang paling laris manis

21. walau "cuma" ucapan selamat | saya tidak ingin mengingkari keyakinan utama | bahwa Allah itu satu dan tiada yang bersekutu dengan-Nya

22. dengan berat hati dan kelu lidah karena beratnya amanah ini | saya mencoba menjelaskan pada kedua orangtua saya..

23. "Islam itu sangat menghormati Yesus (Isa) | namun kami memuliakannya sebagai Nabi bukan sebagai Tuhan"

24. "Isa Ibnu Maryam disebut lebih banyak dari Muhammad di dalam Al-Qur'an | namun kami tidak bisa menerima bahwa dia dianggap Tuhan"

25. "sedang ibunya Maryam itu wanita terbaik di dunia tersebab kesuciannya | namun kami tidak bisa menganggapnya ibunda dari Tuhan"

26. "sedang kelahiran dari Isa Ibnu Maryam tertulis mulia di dalam Al-Qur'an | dan keselamatan padanya selalu sepanjang masa"

27. "dan salam dilimpahkan kepadaku, pada hari aku lahir, pada hari aku wafat dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali" (QS 19:33)

28. "kami menghormati Isa sebagaimana kami memuliakan ibunya | juga keluarga Imran, Daud, Musa, dan Ibrahim"

29. "sulit kami merayakan atau mengucapkan yang dianggap sebagai hari lahir (natal) Tuhan Yesus (Isa) | tidak mampu kami menyelesihi Isa"

30. sedang Isa bin Maryam berpesan | "sungguh aku ini hamba Allah, Dia memberiku AlKitab (Injil) dan Dia menjadikan aku Nabi" (QS 19:30)

31. amanah sudah kami sampaikan bahwa kami tidak bisa ikuti perayaan Natal | tidak juga mengucap selamat pada satu hal yang batil

32. kami mengakui dan memberi salam pada kelahiran Isa Ibnu Maryam Sang Nabi yang disucikan | bukan salam pada hari kelahiran Tuhan

33. begitulah saya jelaskan dengan baik | dengan perkataan lembut lagi menghormati kedua orangtua sebagaimana perintah Allah

34. alhamdulillah, sampai saat ini mereka memahami dengan baik | bahwa toleransi Muslim adalah membiarkan perayaan mereka

35. alhamdulillah pula mereka melihat perubahan saya setelah menjadi Muslim | yang tentu lebih menghargai, menyayangi, menghormati orangtua

36. tiada kebencian pada orang selain Islam | justru karena sayang kita ingin mengajak mereka menuju cahaya Islam | termasuk orangtua saya

37. tidak pernah hubungan saya-ayah, saya-ibu lebih baik dari hari ini | bercanda bergurau, berkisah | tak pernah ada ini sebelum Muslim

38. Islam mengajarkan saya menghormati dan memuliakan orangtua sepenuh jiwa | maka tak pernah ada cerita mereka protes tentang toleransi

39. karena orangtua saya tahu persis hanya karena Islam saya bisa berkasih dengan mereka | Allah yang ajarkan saya menyayangi kedua orangtua

40. alhamdulillah, Allah memudahkan saya menjaga aqidah saya | bukan terombang-ambing tak jelas atas alasan toleransi

41. bila kita selalu baik pergaulannya setiap saat pada saudara kita non-Muslim | tidak mengucap Natal tak menjadi soalan dan masalah

42. alhamdulillah Allah sudah menunjuki kita Islam | mudah-mudahan kita selalu menjaganya | wallahua'lam

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bersama Anak Liburan Dadakan Tapi Berkesan

Apa jadinya kalau keluarga yang jarang liburan, pas mau liburan eh si anak demam. Duh... Susah buat diungkapin kan yah. Ada sedih, bingung, kesel, nyesel, dll. Semua bayangan tentang liburan indah mendadak buram, karena liburan terancam batal. Padahal, liburannya udah dinanti-nanti banget. Yah, begitulah kira-kira yang saya rasakan pas mau liburan, eh adek khai demam. Pengaruhnya nggak cuma ke saya atau si Abi, tapi juga Mbak Nai. Sedih adeknya sakit, dan sedih juga kalau liburannya jadi batal. Habisnya, Mbak Nai udah bayangin gimana serunya liburan nanti, trus bakal diceritakan ke teman-teman di sekolahnya. Begitulah... Kami sekeluarga nggak pernah menyiapkan waktu khusus untuk liburan. Jadi, yang namanya liburan itu bisa dadakan aja atau pas sekalian ada moment tertentu, seperti undangan pernikahan dari luar kota. Jadi, bisa dibilang liburannya nggak jauh-jauh juga, bisa di seputar Riau aja, seperti ke Siak atau luar kota seperti ke Sumatera Barat. Transportasi yan...

Me Time Mandi Parfume dengan Vitalis Parfumed Moisturizing Body Wash

Bismillahirrahmairrahim Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Sahabat Ummi... Sejak menjadi seorang Ummi, alias perempuan yang sudah punya anak, ada satu aktivitas yang menjadi sebuah kemewahan tersendiri buat saya. Yaitu, mandi. Hah, serius? Serius lho. Mandi itu bisa jadi sebuah me time . Nggak harus berlama-lama di dalam kamar mandi, karena kadang tak seindah ekspektasi. Sejak menjadi seorang Ibu, biasanya kita mulai begitu ahli bagaimana melakukan mandi secepat kilat. Sebelum bocah menggedor kamar mandi sambil nangis karena kehilangan Ibunya, walaupun baru nggak kelihatan 3 menit :D Baiklah, nikmati saja masa-masa itu, karena nggak bakal lama. Suatu saat nanti bisa jadi kita bakal merindukannya. Nah, bagaimana bisa tetap mandi kilat tapi kitanya jadi bersih dan wangi juga happy ?, tentu saja semua berhubungan dengan sabun mandi yang kita gunakan. Of course , penting sekali memilih sabun mandi yang tepat. Setidaknya kriteria pemilihan sabun mandi ...

Grow n Health Madu Pertumbuhan dan Kecerdasan Anak

Di rumah, kami selalu menyediakan madu. Madu juga dijadikan sebagai pengganti gula. Nggak hanya sehat, rasanya juga lebih nikmat. Saya pribadi, campuram madu dengan perasan jeruk nipis dan air hangat merupakan minuman pembuka hari. Sungguh luar biasa manfaat dari madu ini, nggak hanya buat kesehatan tapi juga kecantikan lho, karena bisa dijadikan masker juga. Kalau kita googling nih, bakal menemukan banyak banget manfaat dari mengkonsumsi madu, baik madu murni amupun dikombinasikan dengan herbal lainnya, manfaatnya seperti: sebagai sumber energi karena bisa menambah stamina, menjaga fungsi saluran cerna, membantu menurunkan kolesterol serta mengingkatkan HDL (kolesterol baik), melawan anemia, dll. Jadi, keluarga saya sudah sangat akrab dengan madu. Untuk saya dan suami, kami biasa mengkonsumsi madu murni tanpa campuran. Tapi untuk anak-anak, kami memberikan madu yang dikombinasikan dengan herbal bermanfaat lainnya. Tujuannya, agar semakin banyak manfaat yang didapat. Apalagi n...