Langsung ke konten utama

Bolu Kukus Gula Merah Tanpa Mixer

Bolkus Gulmer

Sebelumnya saya udah posting resep bolu kukus gula merah tanpa telur dan mixer. Kali ini, karena saya masih penasaran dengan bolu kukus saya yang ketawanya masih malu-malu, saya coba buat lagi deh. Tapi yang saya buat menggunakan telur dan tak lupa menutup tutup dandang dengan kain, tidak seperti bolu kukus sebelumnya. Ini tetap tidak menggunakan mixer ya. Untuk bahan-bahannya masih sama, hanya saja saya menambahkan 1 butir telur.

Bahan:
  • 1/4 kg gula merah, direbus dengan 150 air + 1 batang kecil kayu manis, saring, dinginkan
  • 1 butir telur
  • 1/4 terigu protein sedang (ayak)
  • 100 ml minyak goreng 
  • 1/2 sdt baking powder 
  • 1/2 sdt soda kue
Caranya: Siapkan dandang untuk mengukus, isi air, letakkan di atas kompor dengan api sedang. Campur semua bahan, aduk searah jarum jam sampai rata, tekstur nantinya agak kental. Setelah itu masukkan ke dalam cetakan beralas paper cup, kukus dlm dandang yang sudah beruap banyak, selama 30 menit dengan api besar. Dapetnya 12 bolkus.

Inget yah, tutup dandangnya dialas dengan kain. Dandang harus sudah kita siapkan terlebih dahulu sebelum membuat adonan.

Hasilnya, woooooow.... bolu kukus saya nggak cuma ketawa, tapi ngakak. Puaaaaas deh saya :)


Kalau temans mau buat bolkus warna-warni seperti yang dijual itu, skip aja gula merah dan kayu manisnya, diganti dengan gula 50g. Gula kasar ya, tapi diblender dulu sampai halus. Kalau pakai gula halus, kurang manis hasilnya. Selamat mencoba :)


Komentar

  1. asiiikk, ternyata ada juga yang gak pake mixer, ya :)

    BalasHapus
  2. wah perlu dicoba nih... biar bolu kukus saya ikutan ketawa ngakak kayak gitu juga :D
    makasih sharing nya

    BalasHapus
  3. Ini resepnya persis dengan resep bolu kukus bantetku. Ini yg aku mau..gak pake mixer

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pertama saya buat nggak pake telur Mbak, seharusnya tetap ngembang sih, cuma saya lupa nutup kukusannya dengan kain lap, biar uap air nggak netes, yang bisa bikin kue jadi bantat.

      Jadi, kuncinya sih memang kukusan harus udah dalam kondisi panas beruap dan tutup dandang dialas kain lap

      Yuuuuk coba lagi Mbak Ade, sampe berhasil :D

      Hapus
  4. kalo dicetak tanpa cup, alias di loyang, bisa ngga dengan resep ini?
    trims sharingnya :)

    BalasHapus
  5. For newest information you have to pay a visit the web and on the web I found this site as a most excellent web site for hottest updates. yahoo mail login

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...