Langsung ke konten utama

Brownis Kukus Tanpa Mixer



Baking lagiiiiii... semangat bener yak si Ummi hehehe... Maklum pemirsah... baking itu ternyata mampu jadi sarana refreshing yang asyik. Hasilnya, bisa dimakan lagi, walaupun gagal, asal layak makan, teteup ludeeeees hihihi... Soale, mau jalan-jalan, nggak bisaaaa, masih asap nih, kasian adek Khai.


Nah, kali ini saya nyobain resep brownis yang bikinnya tanpa mixer, bukannya nggak punya mixer, tapi kalau nggak pake mixer kan bisa lebih hemat listrik dan nggak polusi suara hihihi... (bilang ajah irit yak). Resep ini, teteup dapetnya dari grup dapur Aisyah yang kereeeen itu, Jazakillah... buat yang udah posting resepnya, sangat bermanfaat banget buat saya yang anak baru di dunia perbakingan *clingak-clinguk ngecek ada editor dimari kagak :D

Oke deh, bahan dan cara membuatnyanya saya copas langsung dari yang posting:

Bahan:
terigu 250 gr. coklat bubuk 100 gr. gula halus 200 gr. minyak goreng 200 cc. air kopi 200 cc. telur 2 butir (kocok lepas). garam 1 sdt. soda kue 1 sdt.

Cara:
  1. Terigu. coklat bubuk. soda kue. gula halus campur rata. lebih baik lagi apabila terigu dan coklat bubuk diayak terlebih dahulu.
  2. Di gelas lain campur telur kocok+minyak goreng.
  3. Campuran terigu dituangi air kopi sampai rata.
  4. Setelah tercampur masukkan campuran minyak goreng+telur.
  5. Aduk- aduk sampai benar-benar rata.
  6. Masukkan loyang dan kukus.
  7. Tes kematangan brownis dengan tusuk gigi 
Rasanya, nyoklaaaaaaat bingiiiiiiits.... :)


Komentar

  1. jadi pengen nyobain nih, kayaknya gampang bingiiit hehe
    makasih ya.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaaa Mbak, gampang bingiiiiits... ntar kalau gagal juga nggak papa Mbak, kan brownis itu bolu gagal :D

      Hapus
  2. wooo gak pake mixer?? perlu dicoba nih...:)

    BalasHapus
  3. wew.. tanpa mixer? boleh juga nih..
    jadi pngn nyoba brownis kukus tanpa mixernya..hehe
    makasih bnyk resepnya :D

    Aneka Kamera Harga Terjangkau

    BalasHapus
  4. Bacanya sih gampang banget,, tapi pas pelaksanaannya susah ga mak? :D hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Allah nggak susah Mak, cuma agak ribet pas ngayak sama blender gula ajah. Setelah itu tinggal cemplang-cemplung :D

      Hapus
  5. bisa dicicip gak kaka ??? abis ujan sore2 kayaknya asik ngemil ... yakan...


    pizza kue

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...