Langsung ke konten utama

Smoothie In Bowl Sebagai Menu Buka Puasa



Assalamu'alaikum...

Sahabat Ummi...

Ngebahas menu buka puasa itu emang nggak ada habisnya yah. Nggak cuma buat buka puasa, untuk menu sehari-hari di bulan lain aja kita para emak-emak ini suka pusing. Mikirnya, mau masak apa yah? Tapi Alhamdulillah lho, bukan mikir bisa makan atau nggak. Tinggal kita pinter-pinter mengatur menunya, baik dari segi nutrisi, maupun budget belanjanya.

Nah, biar beda dari biasanya, gimana kalau menu buka puasa pakai smoothie in bowl?. Buat yang belum tahu, smoothie adalah bubur buah/sayur atau kombinasi keduanya. Bedanya dengan jus, smoothie teksturnya lebih kental dan creamy. Smoothie in bowl adalah smoothie yang disajikan di dalam mangkuk. Jadi, seperti makanan. Pas banget dengan manfaatnya yang bisa menggantikan asupan makanan padat. Ini mengenyangkan lho, karena kaya akan serat, lemak sehat, vitamin dan mineral, juga enzim baik lainnya.

Konsumsi smoothie in bowl ini, membantu sistem cerna banget, juga bisa meningkatkan sistem imun tubuh. Menyajikannya sebagai hidangan berbuka puasa, oke banget. Tubuh yang udah berpuasa seharian, dengan konsumsi smoothie in bowl yang terbuat dari kombinasi buah dan sayur, kembali ter charge dengan cepat, karena memudahkan sistem cerna plus gampang diserap tubuh.

Sahabat Ummi...

Bikin smoothie in bowl ini nggak sulit lho. Kita bisa menggunakan kombinasi buah-buahan dan sayuran, seperti:
  • kombinasi dari pakchoy, nenas, pisang, dan jeruk.
  • Kombinasi dari kale, apel hijau, nenas, dan jeruk.
  • Kombinasi dari kale, pokat, pisang, dan jeruk.
  • kombinasi dari stroberi, pisang, dan buah naga merah.
Dalam prosesnya, kita bisa menambahkan yoghur atau raw almond mylk. Sedangkan penyajiannya, bisa dengan toping buah-buahan, taburan granola, chia seed, coconut flakes, aloevera, dan pumpkin seed. So yummmmy!
Beneran, inih yummy dan sehat. Disajikan dingin, jadi berasa makan es krim lho. Selamat mencobanya sebagai menu buka puasa yah ^___^





Komentar

  1. Wah...jadi ingat udah lama gak bikin smoothie. Selama puasa bukanya cuma jeruk manis peres sama buah potong aja. Rada males bikin smoothie. Liat ini jadi pengin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, saya jeruk lemon peras plus madu, juga tetep. Hayuuuuk... nyobain buka puasa pake ini :)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

#DearDaughter Untuk Nai Tercinta

Dear... Khansa Nailah Gadis kecil berkerudung yang sangat ceriwis dan baik hati. Bayi mungil ummi yang kini telah berusia 4 tahun. Rasanya waktu berjalan begitu cepat. Ummi masih merasa baru kemarin Nai ummi kandung, ikut dalam setiap aktivitas ummi. Saat mengandung Nai, ummi super sibuk. Ummi mengajar full dari hari senin sampai jum'at, dan sabtu minggunya Ummi Kuliah S2. Nai Ummi bawa naik turun tangga sampai 3 lantai, setiap hari. Tapi kamu baik-baik saja, kita berdua kuat. Saat hamil Nai, Ummi juga ngidam lho, sama seperti ibu-ibu hamil lainnya. Tapi ngidam Ummi sedikit berbeda, Ummi ingin jalan-jalan pakai Honda Jazz Sport keluaran terbaru hihihi... aneh yah, Abi dan Opa mu sampai bingung. Keluarga kita nggak ada yang punya mobil itu, tapi Alhamdulillah ternyata teman sekantor Opa baru beli mobil itu, jadi kesampaian deh ngidam Ummi. Hari-hari yang Ummi lewati saat mengandung Nai, semuanya luar biasa, Ummi sangat menikmatinya, walaupun berat badan Ummi Naik drastis, ...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...