Langsung ke konten utama

Bento Ala Ummi

Nggak punya buku panduan, cuma modal BW ajah. Nggak punya peralatan ngebento, cuma pakai cetakan kue alakadarnya. Miskin kreatifitas, tapi nggak ngopas. Hihihi... apa seh. Jadi ceritanya begini, sebelumnya saya memang udah coba-coba untuk bikin bento buat bekal Nai. Trus dengan PD tingkat kelurahan, hasil ngebento saya yang pas-pasan banget itu saya posting di album FB. Salah seorang temen saya bilang, kenapa nggak coba ikutan kontes ngebento yang diadakan oleh Tupperware.


Whuaaa... walaupun dari awal saya udah mikir bahwa tipiiiiis banget harapan buat menang, tapi nggak ada salahnya kan buat ikut mencoba. Apalagi, saya punya koleksi Tupperware yang selemari hihihi... siapa tahu ada rezeki.



Pesertanya buaaaanyak banget, fotonya ada sekitar 300-an lebih bo' dan aseli cakep-cakep banget. Saya sendiri, dengan rasa PD tingkat kepresidenan akhirnya posting 16 foto bento di sana, tapi sayang sodara-sodara, saya tidak masuk ke dalam daftar 5 orang pemenag.



Yah sutralah, udah berani jadi peserta aja rasanya udah luar biasa banget buat saya. Tapi, saya jadi semakin semangat untuk mencoba ngebento lagi, trus hunting nyari Olshop yang jual peralatan bento, soalnya nggak nemu di Pekanbaru.



Baiklah, mari nikmati (pakai indra penglihatan ajah yak xixixi) kreasi bento saya yang alakadarnya inih:


Morning Green

Cute Curly

Smile Little Cat

Fish Spicy

The Octonouts Sea

Happy Monday

Mie Ceria

Komentar

  1. mba oci, kira2 bikin bento gitu rata2 butuh waktu berapa lama? ^^a

    BalasHapus
  2. Tergantung mbak Sari, Kalau saya sih cuma 15 menitan, kreasinya udah dipikirin duluan, tapi kadang sih spontan. Apalagi buat anak-anak, menunya simple, buat ngebentuknya juga kalau alatnya lengkap, bisa makin cepat ^_^

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...