Langsung ke konten utama

Pertama Kali Nai Terbang



Ini pertama kalinya Nai naik pesawat terbang. Perjalanan ke Jakarta ini, buat nemenin umminya ujian. Awalnya ummi dan abi udah rada deg-degan juga, bis Nai biasanya takut banget kalau dengar bunyi pesawat terbang. Duh, gimana ntar kalau di bandara, apalagi pas pesawat landing dan take off. Bisa gaswatkan kalau seandainya tiba-tiba Nai nggak mau naik atau malah minta turun.

Tapi ternyata, Alhamdulillah semua yang terlintas dipikiran saya tersebut tidak terjadi. Nai yang sudah jauh hari tahu bahwa dia akan naik pesawat terbang, terlihat sangat antusias. Nai bilang pengen ambil awan segenggam buat Omanya hehehe...

Abinya juga udah pasang strategi, sengaja pilih pesawat yang berangkatnya jam 06.30 pagi. Kalau pesawat berangkatnya jam segitu, otomatis jam 5 shubuh kami harus udah berangkat dari rumah menuju bandara, jadi setidaknya jam 4 harus udah bangun dan siap-siap. Nah, Nai bisa-bisa masih ngantuk berat, jadi dia bakalan tidur di pesawat.

Uminya juga nggak mau kalah, nyiapin satu tas buat naruh barang-barang Nai, ada buku gambar dan buku mewarnai beserta crayonnya, makanan-makanan buat Nai ngemil, dan beberapa mainannya. Jadi, kalau seandainya Nai nggak tidur, ada sesuatu yang bisa dia kerjakan biar nggak bosen.

Ternyata... eh ternyata, Nai memang tidur. Akhirnya perjalanan berjalan dengan lancar dan aman sentosa. Hanya saja, sebenarnya malah ada sesuatu yang beda sama umminya, setelah sekian lama (terakhir naik pesawat tahun 2006) nggak naik pesawat terbang, malah saya yang gugupnya udah nyampe tingkat kelurahan hihihi...


Nyampe di penginapan pose dulu ah...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...