Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2012

Inspirasi dari Perempuan

Akhirnya, saya memutuskan untuk menerima permintaan Nurma Nazar, seorang penyiar di Radio RRI Pro 1 Pekanbaru, sekaligus adik kelas saya waktu SMA dulu. Nurma meminta saya untuk menjadi narasumber di salah satu program yang dibawakannya, Perempuan Inspirasi. Sebelumnya, sudah beberapa kali ia meminta, selain karena masalah waktu, saat itu saya pribadi juga belum begitu PD. Program tersebut mendatangkan perempuan-perempuan dari kalangan manapun untuk mau berbagi seputar kehidupannya, dengan harapan dapat menginspirasi pendengar. Bisa dibilang, program ini banyak menonjolkan sisi "kenarsisan" narasumbernya. Program yang berlangsung selama full 1 jam (tanpa jeda iklan) ini, dibagi menjadi 2 bagian. Setengah jam pertama, penyiar akan membahas tentang kilas balik kehidupan narasumber. Saya diminta untuk menceritakan tentang masa kecil saya, bagaimana saya di mata orang-orang terdekat saya, dan seberapa besarkah peran orang tua di dalam hidup saya. Untuk setengah j...

Kolding Mobile

Dimana ada kemauan, di situ ada jalan. Begitulah prinsip yang dipegang oleh H. Natra Kamal (54 tahun), seorang Ayah dari satu putri. Lewat ide brilian dari anak semata wayangnya, maka tidak membutuhkan modal yang besar untuk menyewa tempat seperti kios atau ruko, ia tetap dapat berjualan hanya dengan bermodal mobil pribadinya. Memanfaatkan mobil kijang keluaran tahun 1991. Ia berjualan dengan menawarkan kuliner khas Riau baik berupa makanan maupun minuman, seperti laksamana mengamuk, roti jala es kuah durian, es kacang merah, kolding durian, dan sop buah. Jadi, dengan memarkirkan mobil di pinggir jalan, lalu terjadilah transaksi penjualan yang ternyata keuntungan yang dapat diraup tidak bisa dikatakan kecil. Padahal modal yang dikeluarkan tidaklah besar. Pada awal berjualan tepatnya bulan Maret 2009, Pak Haji demikian ia akrab disapa, “memarkir” dagangannya di jalan Ronggowarsito Pekanbaru. Dengan semakin banyaknya permintaan, iapun lalu pindah ke jalan Cut Nyak dien, te...

Fiksi Mini "Kebakaran"

KEBAKARAN (1) "Ngiung.. ngiung.. ngiung.." seragamku belum terpasang lengkap, tapi aku harus segera memadamkan rumahku. (2) Dosaku begitu besar, hingga aku terpanggang sebelum sampai ke neraka. (3) Kau lebih menakutkan dari malaikat maut, Kau ambil semua keluargaku. "Dasar tabung gas sialan!". (4) Siapa yang membuat api unggun di dalam rumah, sampai menjalar ke tempat tidurku. Ah apakah karena aku sudah tua dan pikun, mereka tidak mengajakku ikut bersenang-senang. (5) Huufft.. lagi-lagi sepi. aku bakar saja biar ramai. Gambar pinjem dari sini

Kau Aku

Tak guna menyesali hari Memaki jam Mengutuk menit Bahkan menangisi detik yang berputar seperti gasing Bagimu... bagiku... Tak berarti sekeping kehilangan arti Bukankah kita seperti virus atau atom atau senyawa atau kau aku aku kau Kita masih ingin ditandu Menikmati embun atau lampu-lampu Menangisi dan menertawai yang ditertawai dan ditangisi Nah indah bukan? Jadi lupakanlah satu episode yang terlewatkan Karena esok kita adalah bintangnya

Buku Terbit di Akhir Tahun

Alhamdulillah...akhir tahun ini tarnyata "lahiran" lagi. Berarti ini buku solo ketiga saya yang terbit di tahun ini. Semoga tahun depan semangat menulis tak pernah surut, melahirkan buku-buku lainnya, menggali berbagai potensi diri dalam menulis, termasuk untuk menulis fiksi. Nggak muluk-muluk, saya ingin menjalaninya dengan santai dan menikmati setiap prosesnya. Saya juga ingin sekali kembali menulis di  media cetak. Oke deh, buku ini adalah buku kesehatan pertama saya, tentang terapi herbal. Proses penulisan buku ini pernah saya ceritakan sedikit di sini .

Crepes Basah Lipat Segitiga

I ni bekal Nai yang termasuk gampang buat dibuat, apalagi kalau sedang buru-buru. Bahannya cuma tepung terigu, susu UHT plan, mentega (cairkan), telur (kalau saya cuma sebutir karena bikinnya nggak banyak), sedikit gula, dan sedikit garam. Maaf yah, lagi-lagi nggak pakai takaran yang jelas hihihi... Untuk isinya, ada coklat meises dan keju. Cara buatnya juga gampang, bahan dicampur semua, setelah rata masak dengan menggunakan teflon, saya sih buatnya nggak terlalu tipis (kan crepes basah hehehe...), kemudian saya beri toping lalu dilipat. Jadi deh, gampang dan enaaaaaaak ^_^

Raport Pertama Nai

Temans, pernah lihat raport Sekolah Dasar (SD) dihiasi dengan beberapa angka bertinta merah?. Tentu saja hampir semua orang mengatakannya pernah dan bisa jadi itu adalah raportnya sendiri, nah lo. Biasanya kebanyakan angka merah tersebut nongkrong di mata pelajaran matematika, setidaknya di jaman dan di sekolahan Saya dulu (hehehe..). Jadi, hal itu bukan dianggap sebagai kejadian luar biasa. Lalu bagaimana dengan raport yang di kolom peringkatnya bertengger tulisan Juara satu dan itu selama enam tahun, berturut-turut setiap caturwulannya. Hayo.. siapa yang pernah lihat?. Kalau belum ada yang pernah lihat, mari lihat raport Saya. Pada jaman Saya di Sekolah Dasar dulu, ketika hari pembagian raport tiba, maka Saya akan bangun pagi lebih awal dari biasanya, luar biasa karena bangun tanpa campur tangan mama (tangan lembut mama yang suka nepukin punggung) dan memperpanjang do’a seusai shalat subuh. Memastikan bahwa pakaian yang akan Saya pakai sudah tersedia dengan rapi, menyemir sep...

Saya Menyebutnya, Proposal Hidup!

  Akhir tahun masehi, bertepatan dengan liburan sekolah yang bertepatan juga dengan H-2 natal. Bisa dibayangkan, disepanjang jalan di kota saya akan berjejer spanduk-spanduk yang bertuliskan SALE dan merujuk pada tempat-tempat perbelanjaan modern. Lapaaaaaar! otomatis jadi lapar mata. Memang sih, kami biasa berbelanja di akhir tahun begini, memanfaatkan program promosi tersebut, hunting barang-barang yang mungkin dihari biasa tidak bisa dibeli karena belum menjadi prioritas. Namun, sebuah keberuntungan apabila barang-barang tersebut masih bisa ditemukan dengan label diskon 50%+20%, lalu masuk ke keranjang belanjaan dan ikut ke kasir. Kalau sudah begini, si abi terpaksa harus menyiapkan tenaga ekstra untuk berjalan kaki. mendampingi umi keliling-keliling pusat perbelanjaan, sambil harus menggendong Nai saat kambuh manjanya. Manyun, ia, tapi biasanya kalau udah capek, si abi bakal ngibarin bendera putih dan lebih memilih masuk ke tempat permainan anak bersama Nai, atau k...

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?.

Bersama Ust. Arifin Ilham Namanya Muhayat, tapi orang-orang biasa memanggilnya dengan ustadz Muhayat. Saya pertama kali berkenalan dengannya saat suami bersama beberapa orang temannya tengah merintis Rumah Tahfisz Ababil di Pekanbaru. Rumah Tahfisz Ababil adalah perpanjangan dari Rumah Tahfisz Daarul Qur’an yang didirikan oleh ustadz Yusuf Mansyur. Rumah pembibitan penghafal Al-Qur’an. Saya dan teman-teman saat belajar menghafal Al-Quran bersamanya Ustadz Muhayat adalah salah satu calon guru pengajar waktu itu. Penyandang disabilitas ini adalah seorang hafidz Qur’an, kendati ia tuna netra. Subhanallah… rasanya luar biasa saat menjadi salah satu murid yang bisa duduk melingkar dan belajar menghafal Al-Qur’an bersamanya. One day one ayat , metode inilah yang diterapkan di Rumah Tahfidz Ababil. Jadi, tidak hanya anak-anak, siapapun bisa belajar menghafal Al-Qur’an di sini. Hapalan pertama kami adalah surat Ar-Rahmaan. Ustadz yang humoris ini melantunkan ayat-aya...

Selamat Hari Ibu

Banyak hal yang terjadi selama bulan Desember ini yang sangat ingin saya tuliskan. Berbagai peristiwa penuh hikmah hadir silih berganti, menandakan bahwa hidup tidaklah stagnan. Namun, kembali alasan klasik mengemuka, yaitu karena keterbatasan waktu dan akses, eh termasuk juga faktor malas. Sehingga, banyak hal yang malah mengendap begitu saja. Desember, akhir dari tahun masehi. Tinggal beberapa hari lagi kita akan memasuki awal tahun masehi, Januari. Saya tak hendak menulis tentang kiamat, yang diramalkan oleh suku maya atau manusia lainnya, yang mengatakan bahwa dunia akan berakhir di bulan ini, bahkan tanggalnya juga sudah disebutkan. Tapi ternyata, sampai saat saya menuliskan ini, kiamat tersebut tidak terjadi. Sebagai orang muslim, saya cukup mempercayai  firman Allah Swt yang tertulis di Al-Quran saja. Rasanya lucu juga, banyak orang yang mengkhawatirkan akan datangnya hari kiamat, merasa tidak siap, ketakutan, dan segudang perasaan lainnya. Padahal, ada hal yang pas...

Senyum Semanis Madu

Saat ini, banyak orang yang merasa bahwa waktu 24 jam sehari itu sangat kurang. Padatnya rutinitas, kejaran deadline , macet, dan seabrek kondisi lainnya yang membuat waktu seolah berlari. Bahkan, menyisihkan waktu untuk sekedar me time saja sulitnya minta ampun *lebay ^_^ Sepertinya, banyak orang yang hidup di bawah tekanan. Nggak heran, saat ini banyak banget orang-orang yang pasang muka serius, dibandingkan dengan muka yang "enak" buat dilihat lalu disapa. Nggak terkecuali dengan saya, tanpa saya sadari ternyata muka saya lebih banyak terlihat "angker". Ternyata oh ternyata, saya juga berada di bawah tekanan rutinitas sehari-hari. Otak saya seolah dimasuki oleh sebuah chip yang membuat saya berpikir dan melakukan hal yang sama ibarat sebuah robot yang sudah terprogram dengan jelas. Oh, sungguh sangat melelahkan. Rasa lelah tersebut bukan semata karena pekerjaan rumah tangga yang harus diselesaikan seabrek dan tanpa bantuan asisten rumah tangga, kejaran de...