Langsung ke konten utama

Raport Pertama Nai


Temans, pernah lihat raport Sekolah Dasar (SD) dihiasi dengan beberapa angka bertinta merah?. Tentu saja hampir semua orang mengatakannya pernah dan bisa jadi itu adalah raportnya sendiri, nah lo. Biasanya kebanyakan angka merah tersebut nongkrong di mata pelajaran matematika, setidaknya di jaman dan di sekolahan Saya dulu (hehehe..). Jadi, hal itu bukan dianggap sebagai kejadian luar biasa. Lalu bagaimana dengan raport yang di kolom peringkatnya bertengger tulisan Juara satu dan itu selama enam tahun, berturut-turut setiap caturwulannya. Hayo.. siapa yang pernah lihat?. Kalau belum ada yang pernah lihat, mari lihat raport Saya.

Pada jaman Saya di Sekolah Dasar dulu, ketika hari pembagian raport tiba, maka Saya akan bangun pagi lebih awal dari biasanya, luar biasa karena bangun tanpa campur tangan mama (tangan lembut mama yang suka nepukin punggung) dan memperpanjang do’a seusai shalat subuh. Memastikan bahwa pakaian yang akan Saya pakai sudah tersedia dengan rapi, menyemir sepatu, menyiapkan asesoris rambut seperti jepitan atau bando. Nah, setelah waktunya tiba berangkat ke sekolah, tidak bosannya Saya berpesan kepada Mama dan Papa agar jangan sampai telat datang ke sekolah Saya nanti. Mama dan Papa hanya tersenyum, kata-kata Saya tadi sudah sangat mereka hapal dan mungkin lebih hapal daripada kali-kali satu.

Waktunya pun tiba, pengumuman juara kelas dari tiap tingkat, bagi namanya yang terpanggil maka dipersilahkan maju ke depan (apakah saat ini masih ada sekolah yang begitu?). Tentu saja ini hanya berlaku bagi para juara satu sampai tiga. Walaupun bukan untuk pertama kalinya, tapi Saya tetap deg-degan saat maju ke depan begitu nama saya dipanggil, seperti biasa saya berdiri paling depan dengan “ekor” dua orang teman Saya. Alhamdulillah.. dengan pandangan sumringah, hidung yang kembang kempis, senyam-senyum tebar pesona seperti artis ngetop yang lagi jumpa fans, Saya clingak-clinguk memastikan Mama atau Papa menyaksikan. Hmmm.. lega, ketika melihat ekspresi bangga dari orang tua.

Selanjutnya bagaimana dengan raport Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Saya?. Coba tebak, apakah “sekinclong” raport Sekolah Dasar (SD) atau sudah mulai dihiasi dengan “bunga-bunga merah merekah”. Seratus untuk Anda yang menjawab benar (pelit amat yak, sejuta kek hehehe..). Yah sebelas dua belaslah dengan raport Sekolah Dasar (SD) Saya dulu. Walaupun tidak lagi selalu mendapat peringkat pertama, tapi setidaknya hanya seputaran 1,2, dan 3 saja.

Tinggal kelas, itu tidak ada dalam kamus sejarah pendidikan saya. Saya selalu on time dalam menyelesaikan pendidikan, bahkan pada level Perguruan Tinggi. Saya tercatat sebagai mahasiswi dengan predikat cumlaude, yang menyelesaikan pendidikan dalam waktu tiga setengah tahun saja, bahkan dari teman sekelas dan seangkatan, sejurusan baru saya yang diwisuda.

Oke... oke... sekian deh narsis saya kali ini hihihi... *sebelom ditimpuk pake berlian
Padahal saya kan mau cerita tentang raport pertama Nai, kok malah umminya yang ngalor-ngidul narsis yah *sekali-kali nggak papa deh ^_*

Hari Rabu minggu lalu, saya dapet sms dari guru Nai, gurunya mengatakan bahwa hari kamis ada pembagian raport (kebetulan rabu itu Nai nggak sekolah). Saya mesem-mesem sendiri, padahal Nai itu kan cuma main-main aja di sekolah, dari awal saya udah bilang ke gurunya, kalau Nai nggak boleh dipaksa mengerjakan apapun kalau seandainya dia nggak mau. Jadi, disekolah nai itu cuma main pelosotan, ayunan, jungkat-jungkit, mandi bola. Paling seneng mewarnai, trus senam, nyanyi, dan baca doa. Nai itu baru 3 tahun, di sana saya ingin Nai belajar bersosialisasi dulu dengan anak-anak sebayanya, karena di rumah Nai sudah punya jadwal sendiri juga. Nai juga sering nggak dateng, jadi bener-bener senyamannya Nai aja. O yah saya cerita tentang itu di sini. Berkat Nai sekolah, saya juga jadi rajin bereksperimen di dapur untuk buat aneka bekal Nai, bahkan ngebento segala.

Oke deh, kembali keraport pertama Nai, penilaiannya terdiri dari 3 options, ada B (baik), C (cukup), dan K (kurang). Penilaian terdiri dari aktivitas Moral dan nilai agama, Sosial dan Emosional, Kemampuan berbahasa, Kognitif matematika, IPA, Seni, Fisik dan motorik. Ternyata yang banyak B nya pada Sosial dan emosional (Yes, berhasil!), yang banyak C nya pada kognitif matematika (ini mah umminya banget, padahal Abinya dosen matematika), dan yang banyak K nya pada IPA (ummi lagi dah kata si Abi).

Diusianya sekarang, kami berharap kami bisa berhasil membentuk kecerdasan spiritual Nai, mengenalkan ia tentang Allah (tauhid), Hapalan doa dan ayat-ayat pendek (Alhamdulillah Nai udah banyak hapal), shalat, dan berbagi (sedekah).



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bersama Anak Liburan Dadakan Tapi Berkesan

Apa jadinya kalau keluarga yang jarang liburan, pas mau liburan eh si anak demam. Duh... Susah buat diungkapin kan yah. Ada sedih, bingung, kesel, nyesel, dll. Semua bayangan tentang liburan indah mendadak buram, karena liburan terancam batal. Padahal, liburannya udah dinanti-nanti banget. Yah, begitulah kira-kira yang saya rasakan pas mau liburan, eh adek khai demam. Pengaruhnya nggak cuma ke saya atau si Abi, tapi juga Mbak Nai. Sedih adeknya sakit, dan sedih juga kalau liburannya jadi batal. Habisnya, Mbak Nai udah bayangin gimana serunya liburan nanti, trus bakal diceritakan ke teman-teman di sekolahnya. Begitulah... Kami sekeluarga nggak pernah menyiapkan waktu khusus untuk liburan. Jadi, yang namanya liburan itu bisa dadakan aja atau pas sekalian ada moment tertentu, seperti undangan pernikahan dari luar kota. Jadi, bisa dibilang liburannya nggak jauh-jauh juga, bisa di seputar Riau aja, seperti ke Siak atau luar kota seperti ke Sumatera Barat. Transportasi yan...

Grow n Health Madu Pertumbuhan dan Kecerdasan Anak

Di rumah, kami selalu menyediakan madu. Madu juga dijadikan sebagai pengganti gula. Nggak hanya sehat, rasanya juga lebih nikmat. Saya pribadi, campuram madu dengan perasan jeruk nipis dan air hangat merupakan minuman pembuka hari. Sungguh luar biasa manfaat dari madu ini, nggak hanya buat kesehatan tapi juga kecantikan lho, karena bisa dijadikan masker juga. Kalau kita googling nih, bakal menemukan banyak banget manfaat dari mengkonsumsi madu, baik madu murni amupun dikombinasikan dengan herbal lainnya, manfaatnya seperti: sebagai sumber energi karena bisa menambah stamina, menjaga fungsi saluran cerna, membantu menurunkan kolesterol serta mengingkatkan HDL (kolesterol baik), melawan anemia, dll. Jadi, keluarga saya sudah sangat akrab dengan madu. Untuk saya dan suami, kami biasa mengkonsumsi madu murni tanpa campuran. Tapi untuk anak-anak, kami memberikan madu yang dikombinasikan dengan herbal bermanfaat lainnya. Tujuannya, agar semakin banyak manfaat yang didapat. Apalagi n...

Me Time Mandi Parfume dengan Vitalis Parfumed Moisturizing Body Wash

Bismillahirrahmairrahim Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Sahabat Ummi... Sejak menjadi seorang Ummi, alias perempuan yang sudah punya anak, ada satu aktivitas yang menjadi sebuah kemewahan tersendiri buat saya. Yaitu, mandi. Hah, serius? Serius lho. Mandi itu bisa jadi sebuah me time . Nggak harus berlama-lama di dalam kamar mandi, karena kadang tak seindah ekspektasi. Sejak menjadi seorang Ibu, biasanya kita mulai begitu ahli bagaimana melakukan mandi secepat kilat. Sebelum bocah menggedor kamar mandi sambil nangis karena kehilangan Ibunya, walaupun baru nggak kelihatan 3 menit :D Baiklah, nikmati saja masa-masa itu, karena nggak bakal lama. Suatu saat nanti bisa jadi kita bakal merindukannya. Nah, bagaimana bisa tetap mandi kilat tapi kitanya jadi bersih dan wangi juga happy ?, tentu saja semua berhubungan dengan sabun mandi yang kita gunakan. Of course , penting sekali memilih sabun mandi yang tepat. Setidaknya kriteria pemilihan sabun mandi ...