Langsung ke konten utama

Senyum Semanis Madu

Saat ini, banyak orang yang merasa bahwa waktu 24 jam sehari itu sangat kurang. Padatnya rutinitas, kejaran deadline, macet, dan seabrek kondisi lainnya yang membuat waktu seolah berlari. Bahkan, menyisihkan waktu untuk sekedar me time saja sulitnya minta ampun *lebay ^_^
Sepertinya, banyak orang yang hidup di bawah tekanan.

Nggak heran, saat ini banyak banget orang-orang yang pasang muka serius, dibandingkan dengan muka yang "enak" buat dilihat lalu disapa. Nggak terkecuali dengan saya, tanpa saya sadari ternyata muka saya lebih banyak terlihat "angker". Ternyata oh ternyata, saya juga berada di bawah tekanan rutinitas sehari-hari. Otak saya seolah dimasuki oleh sebuah chip yang membuat saya berpikir dan melakukan hal yang sama ibarat sebuah robot yang sudah terprogram dengan jelas. Oh, sungguh sangat melelahkan. Rasa lelah tersebut bukan semata karena pekerjaan rumah tangga yang harus diselesaikan seabrek dan tanpa bantuan asisten rumah tangga, kejaran deadline naskah, atau saat harus menemani Nai bermain, tapi lebih kepada waktu.

Ya, waktu. Jam sekian saya harus sudah bangun, jam sekian saya harus sudah belanja, masak, lalu selesai mengerjakan pekerjaan rumah lainnya, jam sekian saya harus sudah selesai mengurus Nai, jam sekian saya harus sudah duduk di depan laptop untuk ngetik, jam sekian... jam sekian... jam sekian. Padahal, nggak semuanya bisa dilakukan tepat waktu, misalnya saat saya kelelahan dan bangun dengan sedikit terlambat, atau saat saya ingin belanja tapi barang yang ingin saya beli tidak ada dan terpaksa mencari warung yang lebih jauh lagi, belum lagi saat Nai mogok makan atau mandi, eh pas mau ngetik malah mati lampu sedangkan laptop dalam kondisi lowbat. Dengan kondisi seperti itu, me time menjadi hal yang sangat langka.

Olala... ternyata ada yang salah dengan saya. Padahal seharusnya saya bisa menikmati rutinitas tersebut, tapi saya malah berpikir ribet. Sekali-kali nggak masak ternyata nggak masalah, bisa makan di luar. Rumah juga nggak harus selalu dalam kondisi rapi, nggak bakal ada razia satpol PP. Sesekali, nggak papa kalau Nai mandinya agak siangan dan biarkan dia puas bermain dulu, dll. Bukankah saya bisa membuat semuanya lebih fleksibel. Bagaimanapun, yang namanya pekerjaan rumah tangga itu nggak akan ada habisnya, dari buka mata, sampai tutup mata lagi (tidur).

Baiklah sodara-sodara, kondisi tersebut terjadi sebelum suami tercinta saya berkata "Ummi, senyumnya mana? senyum yang semanis madu". Wow... perasaan jadi gimanaaaaaa gitu. Jadi ingat kenangan manis dulu, saat awal menikah, saya selalu penuh dengan senyuman. Suami bilang, senyuman saya semanis madu (hehehe...). Akhirnya saya tersadar, apalagi pas ngaca, muka saya memang jadi seriusan, terlebih saat itu saya juga masih dalam kondisi studi S2.

Hmmmm... padahal, di luar sana banyak perempuan-perempuan yang ingin merasakan dan melakukan rutinitas yang biasa saya lakukan. Padahal, Nai juga akan semakin besar dan mulai bisa mandiri, bahkan hanya sedikit membutuhkan bantuan saya. Padahal, belum tentu juga saya akan mendapatkan job menulis setiap saat. So, nikmati saja semuanya, yang terpenting hidup kita diisi dengan hal-hal yang bermanfaat. Bahkan, dengan tetap tersenyum semanis madu, kita juga bisa mempermanis orang-orang yang ada di sekitar kita.

Oke deh, rutinitas-rutinitas tersebut bukanlah sebuah kenangan manis, karena hal tersebut masih berjalan sampai saat ini, kenangan manisnya adalah saat suami tercinta mengingatkan saya pada saat-saat saya bisa tersenyum manis kapan saja, dan ingin melihat saya kembali pada kondisi tersebut, bagaimanapun kondisi saya saat ini. ^_^

Gambar pinjem dari sini


Tulisan ini diikut sertakan dalam “Kenangan Manis untuk Giveaway Manis-Manis”.


Komentar

  1. Terkadang, sesuatu yang berat saat sedang dijalankan, baru terasa manis manakala sudah dilewati. Itulah kenangan manis...
    Dan terkadang, kenangan manis itu bisa pada hal sederhana.
    =======================
    Terima Kasih sudah ikut GA Manis-Manis.
    Salam untuk suami tercinta.

    BalasHapus
  2. Yup, benar banget Pak Marsudiyanto ^_^


    Kata suami, salim kembali..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bersama Anak Liburan Dadakan Tapi Berkesan

Apa jadinya kalau keluarga yang jarang liburan, pas mau liburan eh si anak demam. Duh... Susah buat diungkapin kan yah. Ada sedih, bingung, kesel, nyesel, dll. Semua bayangan tentang liburan indah mendadak buram, karena liburan terancam batal. Padahal, liburannya udah dinanti-nanti banget. Yah, begitulah kira-kira yang saya rasakan pas mau liburan, eh adek khai demam. Pengaruhnya nggak cuma ke saya atau si Abi, tapi juga Mbak Nai. Sedih adeknya sakit, dan sedih juga kalau liburannya jadi batal. Habisnya, Mbak Nai udah bayangin gimana serunya liburan nanti, trus bakal diceritakan ke teman-teman di sekolahnya. Begitulah... Kami sekeluarga nggak pernah menyiapkan waktu khusus untuk liburan. Jadi, yang namanya liburan itu bisa dadakan aja atau pas sekalian ada moment tertentu, seperti undangan pernikahan dari luar kota. Jadi, bisa dibilang liburannya nggak jauh-jauh juga, bisa di seputar Riau aja, seperti ke Siak atau luar kota seperti ke Sumatera Barat. Transportasi yan...

Me Time Mandi Parfume dengan Vitalis Parfumed Moisturizing Body Wash

Bismillahirrahmairrahim Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Sahabat Ummi... Sejak menjadi seorang Ummi, alias perempuan yang sudah punya anak, ada satu aktivitas yang menjadi sebuah kemewahan tersendiri buat saya. Yaitu, mandi. Hah, serius? Serius lho. Mandi itu bisa jadi sebuah me time . Nggak harus berlama-lama di dalam kamar mandi, karena kadang tak seindah ekspektasi. Sejak menjadi seorang Ibu, biasanya kita mulai begitu ahli bagaimana melakukan mandi secepat kilat. Sebelum bocah menggedor kamar mandi sambil nangis karena kehilangan Ibunya, walaupun baru nggak kelihatan 3 menit :D Baiklah, nikmati saja masa-masa itu, karena nggak bakal lama. Suatu saat nanti bisa jadi kita bakal merindukannya. Nah, bagaimana bisa tetap mandi kilat tapi kitanya jadi bersih dan wangi juga happy ?, tentu saja semua berhubungan dengan sabun mandi yang kita gunakan. Of course , penting sekali memilih sabun mandi yang tepat. Setidaknya kriteria pemilihan sabun mandi ...

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...