Langsung ke konten utama

Resep Es krim 1 Kali Mixer


Suka es krim nggak?. Biasanya, suka pake banget hehehe... Hampir setiap orang suka es krim, nggak cuma anak-anak, tapi orang tua juga. Gitu juga dengan saya sekeluarga, paling doyan es krim. Biasanya nih, es krim selalu beli, kalau bikin sendiri repot, apalagi kudu mixer berulang kali. Pernah bikin sendiri, tapi itu pakai tepung es krim yang siap pakai, rasanya kurang sip.

Nah, saya baru nemu resep es krim yang gampang banget bikinnya, cukup 1 kali mixer ajah. Rasanya juga enaaaaak banget, nggak kalah sama es krim merek terkenal deh. Resep ini saya dapat (lagi-lagi) di grup FB Dapur Aisyah :)

Bahan:
  • 3 sdm tepung maizena
  • Air 750 ml
  • 1 butir telur
  • 1 sdm SP
  • Susu kental manis 1 kaleng
Cara Membuatnya:
  • Campur maizena dengan air, kacau hingga larut. Tambahkan telur dan SP, kacau lagi, lalu masak dengan menggunakan api sedang
  • Setelah adonan mengental dan meletup-letup. Matikan api kompor, dinginkan adonan.
  • Setelah dingin, mixer adonan tadi dengan kecepatan tinggi selama 5 menit
  • Masukkan susu kaleng, lalu mixer lagi selama 15 menit dengan menggunakan kecepatan tinggi.
  • Masukkan adonan ke dalam cup, letakkan di frezeer hingga beku.
Gampangkan  membuatnya. Saya tidak menggunakan pewarna, dan resep ini sedikit saya modif. Air yang 750ml saya ganti dengan santan 500ml, dan air + daun pandan yang diblender 250ml (jadi warnanya soft hijau). Kalau temans nggak punya mixer, jangan khawatir karena bisa pakai blender.

Rasa es krimnya enaaaaak, seperti es krim rasa coco pandan buatan merk terkenal, tapi punya saya tekstur dan rasanya lebih padat. Sekalipun di letakkan dalam cup kecil, makan 1 cup aja udah puas. Kalau bikin es krim segampang ini, bisa bikin es krim melulu nih saya, ntar bikin dicampur durian or buah-buah lainnya juga bisa.

Komentar

  1. kalo pake blender, itu pun hanya sekali ngeblender ya mak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaaa Mak, pake kecepatan tinggi juga yah :)

      Hapus
    2. makasih ya, resepnya saya coba di rumah ya... :)

      Hapus
    3. Siiiip... gutlak yah Mbak, ntar posting juga hasilnya :D

      Hapus
  2. Permisii ibu, mau nanya, SP itu apa ya Bu? :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ririiiiiiin.... SP itu yang bahan untuk membuat kue, kalau mau tahu lebih jelas, ke rumah Mbak yak :D

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...