Langsung ke konten utama

Peluang Meraup Rezeki di Pasar Ramadhan

Assalamu'alaikum...

Sahabat Ummi...

Kita udah hampir sampai di penghujung Ramadhan nih. Rasanya, sedih yah, seperti masih belum maksimal dalam melakukan ibadah. Khawatir banget kalau nggak ketemu lagi dengan Ramadhan berikutnya. Jadi, mumpung masih belum habis Ramadhan ini, makin getol dong yah ibadahnya. Apalagi, buat kita para emaks, ada cutinya. Belum lagi, waktu lumayan banyak tersita untuk melakukan pekerjaan domestik.

Eits... bukan berarti itu nggak bernilai ibadah lho yah. Besar banget malah pahalanya saat kita melakukannya dengan ikhlas. Seperti menyiapkan menu buka puasa dan menu sahur. Tiap hari, puter otak mikirin menu apa yang harus disediakan. Nah, ada kalanya nih kita nggak masak. Alhamdulillah, kita terbantu banget dengan pasar Ramadhan, bener nggak?.

Kalau udah ke pasar Ramadhan, amanlah semua. Mulai dari takjil, aneka lauk-pauk, aneka minuman segar, dll. Semua komplit!, bahkan kita bisa menemukan berbagai jenis makanan yang udah jarang ada di hari biasanya, tapi bisa kita temukan saat di pasar Ramadhan. Untuk harganya, juga bervariasi, tinggal menyesuaikan dengan isi dompet.

Sahabat Ummi...

Selain jadi pembeli di pasar Ramadhan, pernah terpikir nggak pengen jadi penjual juga?. Iya, ikut jualan di pasar Ramadhan. Mencoba peluang meraup rezeki di pasar Ramadhan. Siapa tahu, punya kemampuan oke dalam masak- memasak. Kalau nggak mau repot, juga bisa sebagai penjual aneka makanan yang makanan or minumannya bikinan orang lain. Jadi, kita dapat persenan dari hasil penjualan aja.

Nah, buat yang tertarik, siapa tahu tahun depan pengen mencoba peluang meraup rezeki di pasar Ramadhan, ada informasi yang bisa saya berikan, terutama untuk warga Pekanbaru. Udah tahu dong yah salah satu pasar Ramadhan yang hits dan rame banget pengunjungnya, yaitu di jalan WR. Supratman, atau tepatnya di samping kampus Universitas Riau (UR) Gobah.

Setiap Ramadhan, ada stand khusus yang disediakan untuk penjual aneka makanan or minuman. Di hari biasa, mulai sore sampai malam, di sana memang udah jadi tempat nongkrong asyik sejak dulu. Banyak penjual dan aneka jualannya di sana, mulai dari jus, sate, kebab, dll. Di Ramadhan ini, dengan membayar 400.000 rupiah, kita bisa berjualan di sana selama 27 hari. Mulai dari siang sampai jam 7 malam. Salah satu teman saya yang berjualan di sana, untuk dagangannya yang harganya mulai dari 18.000 rupiah, omset yang ia dapatkan setiap harinya rata-rata 1.000.000 rupiah.

Menggiurkan juga yah. Trus, kalau nggak habis gimana?. Teman saya memberikannya kepada orang lain. Sedekah lho itu, Allah yang bakal balas. Bisa jadi, dagangannya jadi makin laris manis nanti. O yah, buat yang tempat tinggalnya strategis, malah makin gampang. Tinggal jualan di depan rumah aja, nggak perlu sewa tempat.

Gimana, tertarik?. Bagaimana dengan di daerahmu temans, tahu nggak info tentang berapa biaya sewa tempat di pasar Ramadhan? ^___^ 

 

Komentar

  1. di Serang juga kalo ramadhan, pasar ramadhan pasti ramai :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, pembelinya juga sering kalap yah :D

      Hapus
  2. Di Jogja tidak ada bazaar seperti itu. Adanya di mall.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kapan Ramadhan di Pekanbaru lagi Mbak? :)

      Hapus
  3. Berapaa yaaah.. Hehehe
    G pernah nanyaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lain kali tanya yah, mana tahu ntar coba buka lapak juga pas Ramadhan :D

      Hapus
  4. Aah jadi kangen puasa Ramadhan lagi mbak Oci

    BalasHapus
  5. Aah jadi kangen puasa Ramadhan lagi mbak Oci

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

#DearDaughter Untuk Nai Tercinta

Dear... Khansa Nailah Gadis kecil berkerudung yang sangat ceriwis dan baik hati. Bayi mungil ummi yang kini telah berusia 4 tahun. Rasanya waktu berjalan begitu cepat. Ummi masih merasa baru kemarin Nai ummi kandung, ikut dalam setiap aktivitas ummi. Saat mengandung Nai, ummi super sibuk. Ummi mengajar full dari hari senin sampai jum'at, dan sabtu minggunya Ummi Kuliah S2. Nai Ummi bawa naik turun tangga sampai 3 lantai, setiap hari. Tapi kamu baik-baik saja, kita berdua kuat. Saat hamil Nai, Ummi juga ngidam lho, sama seperti ibu-ibu hamil lainnya. Tapi ngidam Ummi sedikit berbeda, Ummi ingin jalan-jalan pakai Honda Jazz Sport keluaran terbaru hihihi... aneh yah, Abi dan Opa mu sampai bingung. Keluarga kita nggak ada yang punya mobil itu, tapi Alhamdulillah ternyata teman sekantor Opa baru beli mobil itu, jadi kesampaian deh ngidam Ummi. Hari-hari yang Ummi lewati saat mengandung Nai, semuanya luar biasa, Ummi sangat menikmatinya, walaupun berat badan Ummi Naik drastis, ...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...