Langsung ke konten utama

Kue Bolu Gulung Untuk Lebaran

Assalamu'alaikum...

Sahabat Ummi...

Selain kue kering, biasanya ada kue lain yang kita sajikan untuk menjamu para sanak saudara, salah satunya kue bolu gulung untuk lebaran. Ini salah satu kue yang saya pilih, selain suka dengan bentuknya, juga dengan tekstur kuenya yang lembut, dan filling yang bisa beraneka rasa. Tapi, jangan tanya resep. Saya nggak pernah bikin sendiri kue bolu gulung ini :D


Tapi, sebagai orang yang rajin beli, saya jadi tahu, bahwa kue bolu gulung juga ada trendnya. Mungkin kalian juga bisa menemukannya di daerah masing-masing. Apa saja jenis kue bolu gulung untuk lebaran 2018 ini, silahkan lanjut ke bawah yah :D

  • Kue Bolu Gulung Cokelat
Kue bolu gulung cokelat ini, adonannya menggunakan cokelat, dengan filling cokelat. Ada juga yang bagian luarnya diberi cokelat lagi. Wah, kebayang dong yah enak dan nyoklatnya bolu ini.


  • Kue Bolu Gulung Pandan
Kue bolu gulung pandan, ada yang menggunakan pewarna hijau alami dari daun pandan dan ada juga yang pasta. Fillingnya tergantung selera, tapi kalau cokelat oke juga. Bagian luarnya bisa ditaburi dengan keju. Ini beneran bakal jadi idola deh, enaaaak banget.


  • Kue Bolu Gulung Cokelat Motif Harimau
Nah, ini kue bolu gulung dengan motif dibagian kulit luarnya, seperti belang motif harimau. Jadi, kue bolu gulung ini punya nama keren tiger roll cake. Bisa menggunakan bahan dasar cokelat, juga filling cokelat.


  • Kue Bolu Gulung Pandan Motif Harimau
Masih dengan tiger roll cake, ini menggunakan pandan. Fillingnya tetap selera sejuta umat, cokelat!.


  • Kue Bolu Gulung Kacang
Siapa penggemar kacang?. Bisa deh nyobain kue bolu gulung ini. Rasa moka, filling cokelat, dengan bagian luar dioles cokelat dan ditaburi kacang tanah panggang.


  • Bolu Gulung Segitiga Rainbow
Kue yang bermotif rainbow masih hits hingga saat ini. Ada kue bolu gulung yang berbentuk segitiga, dengan bagaian dalam bermotif rainbow. Cantik dan syedaaaap!.



Ket: Seluruh foto adalah hasil foto saya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...