Langsung ke konten utama

Menu Buka Puasa Penggugah Selera

Assalamu'alaikum...

Sahabat Ummi...

Saya termasuk orang yang nggak bikin list menu buka puasa. Biasanya, spontan aja gitu, pas di warung baru terpikirkan mau masak apa. Begitu juga pas hari biasa, tinggal ke warung aja, trus ntar lihat apa yang tersedia di sana, baru deh terpikirkan :D
Ada yang samaan?
Tapi bukan berarti ke warungnya setiap hari, tapi biasanya sekali ke warung, saya udah langsung belanja untuk masak 3 hari.

Selama bulan Puasa ini, bisa dibilang saya jarang masak. Selain lagi ada job foto, di rumah juga hampir setiap hari buka bersama dengan Ibu, yang semua menunya dimasak oleh Ibu. Asyiiiiiknya yah, masakan paling lezat di dunia itu adalah yang dimasak oleh Ibu. Tul nggak?

Nah, hari itu saya pengen banget makan olahan berbahan jengkol, iya jengkol si bau yang rasanya enak (bagi saya). Jengkol yang kalau dimasak bagaimanapun, bisa bikin boros nasi. Resepnya, dari Ibu. Ibu dulu sering bikin seperti ini. Jadi, bentuknya itu seperti gulai, tapi tidak menggunakan bumbu komplit seperti gulai.

Bahan dan cara pembuatannya juga gampang banget. 15 buah Jengkol tua yang dibelah (terbagi 2) di goreng dulu, lalu di geprek sampe gepeng. Dengan sedikit minyak goreng bekas goreng jengkol tadi, tumis cabe halus yang udah mix dengan duo bawang. Setelah harum, masukkan jengkol. Lalu tambahkan santan kental 1/4kg. Masukkan pucuk ubi (1 ikat), terakhir ikan teri (1 genggam kecil). Jangan lupa gulgar. Setelah matang, sajikan. Menu buka puasa penggugah selera siap disantap dengan nasi hangat.



Buat temenin Jeki bersantan ini, tinggal bikin Sambal ayam goreng saos. Bikinnya juga simple banget. Ayam yang telah dicuci bersih, lumuri dengan air perasan jeruk nipis, juga garam. Setelah itu goreng hingga kecoklatan. Lalu, bawang bombai yang telah diiris dimasak hingga harum, kemudian masukkan cabe halus yang udah di mix dengan bawang merah dan bawang putih. Terakhir, tambahkan saos sambel botolan. Setelah matang, campur dengan ayam goreng tadi.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...